X

TERKINI Viral! Wanita Palembang Nekat Menyamar Jadi Pramugari Batik Air, Terungkap Motif Mengharukan

09 Januari 2026 20:22 | Oleh Tim DKYLB 01

Rabu pagi, 8 Januari 2026, layar ponsel bergetar hebat. Bukan karena gempa tetapi gegap gempita unggahan video di jagat maya. Terekam jelas wajah perempuan muda dari Muara Kuang, usianya dua puluh tiga tahun, nama lengkapnya Khairun Nisya, biasa dipanggil Nisa. Dia melenggang dengan baju resmi awak kabin maskapai Batik Air. Padahal, bukan pegawai tetap. Dibalik rapihnya seragam itu ternyata ada beban tersembunyi. Hatinya remuk. Hanya satu alasan, tak sanggup membuat kedua orang tua kecewa. 

Kronologi Penyamaran Yang Terungkap 

Pada selasa sore, 6 Januari 2026, semua mulai terungkap saat Nisa naik pesawat Batik Air jurusan Palembang ke Jakarta - penerbangan ID 7058 lepas landas pukul 18.20 WIB. Tak cuma pakai kebaya putih dan rok batik warna ungu, dia juga menyematkan sanggulan rapi di kepala. Lengkap dengan kartu identitas serta koper bergambar logo maskapai itu sendiri, bentuknya nyaris tak bisa dibedakan dari awak kabin asli. 

Nisa ternyata lolos melalui pos pemeriksaan bandara Sultan Mahmud Badaruddin II di Palembang , membawa boarding pass resmi. Duduknya di area penumpang, bukan di bagian kru. Akhirnya memicu rasa curiga. "Pada saat di pesawat, salah satu kru tanya ke dia, 'Mbak diklat tahun berapa?' bingung dia, akhirnya gelagapan. Di situ ketahuannya," ungkap kasi Humas Polresta Bandara Soekarno-Hatta, Ipda Septian Wahyudi, Kamis (8/1). 

Tidak hanya gagap waktu dimintai keterangan, motif rok yang dipakai Nisa pun tal sesuai ketentuan Batik Air secara resmi. Ternyata baju itu adalah versi lama, sudah tidak berlaku sejak belasan tahun silam. Begitu pesawat tiba di Bandara Soekarno-Hatta, petugas langsung menyerahkan kasusnya pada Avsec, dan perempuan itu dibawa setelah pintu kabin terbuka. 

Motif yang Menyayat Hati 

Tak disangka, hasil penyelidikan kepolisian membuka sisi lain dari tindakan Nisa. Di bulan Maret 2025, dia sempat mencoba peruntungan sebagai pramugari, sayangnya tak diterima. Biaya yang telah dikeluarkan keluarganya? Puluhan juta rupiah habis untuk persyaratan daftar. Kisah ini terkuak begitu saja saat pihak berwajib menelusuri jejaknya. "Jadi dia dahulu pernah daftar pramugari dan orang tua nya sudah mengeluarkan uang, cuma dia tidak lulus. Jadi dia mau nunjukin ke keluarganya, makanya dia pakai baju itu," jelas Septian. Karena tekor dalam dustanya, Nisa akhirnya tersudut. Dari mulai pura-pura lulus seleksi Batik Air sampai bilang pada keluarga sudah kerja di sana. Malu tak mampu ditahan, ingin bikin bangga orang tua jadi dorongan kuat. Pesawat belum sempat dibayar tiketnya, seragam kru kabin langsung dibeli daring. Pulang ke Palembang dengan tampang berbeda, seolah baru tarun dari pesawat. 

Korban Penipuan Rekrutmen 

Ternyata, bukan pelaku - Nisa justru tertipu. Sosok tak dikenal itu berjanji akan menjadikannya pramugari, asal dia mau membayar sejumlah uang di muka. Kasus seperti ini muncul lagi, kali ini merugikan perempuan tersebut. Waspada, begitu pesan dari Danang Mandala Prihanto soal iming-iming lowongan yang katanya dari Batik Air. Tidak sedikit pun uang dipinta saat orang daftar kerja di perusahaan ini, tegasnya. Penipu sering pakai nama besar agar kelihatan meyakinkan. Proses seleksi sebenernya transparan, tanpa bayaran siluman di belakang layar. Jadi, hati-hati kalau ada yang minta transfer dulu. Resmi atau tidak bisa dicek langsung lewat saluran yang jelas. Karena itu, selalu cek sumber sebelum percaya informasi semacam ini. Keamanan diri dimulai dari kebiasaan verifikasi hal kecil. 

Tidak Ada Tindakan Pidana

Meski diteliti sampai detail terkecil, petugas akhirnya sepakat, ini bukan soal hukum. Punya tiket resmi di tangan, Nisa lewat tanpa bekal apa pun yang dilarang. "Intinya, yang bersangkutan tidak ditahan tidak ada unsur, hanya pakaian dan barang-barangnya diamankan. Pihak Batik Air juga sudah tidak mempermasalahkan hal tersebut," ujar Septian. Maskapi memilih tidak membawa kasus ini ke pengadilan. Dari pada proses panjang, Nisa cukup menulis pernyataan tak akan mengulang lagi. Barang-barang seperti seragam, kartu identitas, koper, serta tas, semua beli daring dan dibawa petugas sebagai tindakan. Penyitaan dilakukan setelah pemeriksaan selesai. 

Permohonan maaf Publik

Dalam video yang beredar, Nisa menyampaikan permohonan maaf kepada Batik Air dan Lion Group. "Saya menggunakan seragam dan atribut Batik Air. Namun sesungguhnya  tanpa paksaan dari siapa pun," ujarnya dengan nada menyesal. 

Bukan cuma soal tipu-menipu kerja, kasus ini juga tunjukkan betapa penting bicara jujur di rumah. Dibalik hebohnya berita, ada cerita soal beban sosial yang menghimpit. Harapan besar dari orang sekitar kadang malah bikin sesak napas.


Sumber: DetikNews, Media Indonesia
Penulis: Chesa Aikafatiha A. (7024210030)


Fadli Zon minta Ahmad Dhani Stem Piano Memeriahkan Hari Musik

Menteri Kebudayaan menyampaikan bahwa musik Indonesia memiliki kekayaan yang luar biasa, mulai dari musik tradisional hingga musik kontemporer yang terus berkembang seiring dengan penguatan ekosistem industri musik nasional, dia menekankan pentingnya kolaborasi antara musisi, seniman, budayawan, dan pemerintah.

10 Maret 2026 15:59 | tokoh