TERKINI Warga Taktakan Kota Serang Tolak Sampah Tangsel ke TPAS Cilowong, Pemkot Alihkan ke Cileungsi
DKYLB Jum'at (09/01/2026) Sebagian
Warga kecamatan Taktakan, Kota Serang, Banten, melakukan Aksi unjuk rasa
menolak hasil kerja sama penampungan sampah dari Kota Tangerang Selatan ke TPSA
Cilowong karena warga menilai dapat merusak lingkungan dan menimbulkan penyakit
dan bau yang menyengat.
Mengutip dari portal berita
bantenstory.com, Diketahui, Pemkot Tangsel mulai mengirimkan sampah ke TPAS
Cilowong sejak Kamis (1/1/2026). Berdasarkan kesepakatan kerja sama antar
daerah, sebanyak 500 ton sampah per hari dari Tangsel direncanakan dibuang ke
TPAS Cilowong.
Dilansir
dari berita media sosial melalui platform YouTube tvOneNews yang memberitakan
dengan framing berita “Warga Serang Banten Tolak Sampah Tangsel Dibuang ke
TPA Cilowong” yang memberitakan sebagian warga ikut menyuarakan aspirasi
nya terhadap pemkot serang.
Dalam
unggahan berita dari platform Youtube tvOneNews, warga mengutarakan isi hati
mereka terhadap kondisi di daerah Taktakan, Kota Serang "Kami menolak dan tidak mau menerima,
karena baunya sangat mengganggu, tidak nyaman sekali," ucap warga yang
bernama Eneng, warga Taktakan, di Kota Serang, pada selasa (6/1/2026).
Mengutip
dari portal berita Antaranews, Eneng menilai, menurutnya Pemerintah Kota
Serang, sama sekali tidak pernah melakukan sosialisasi sebelum truk truk sampah
mulai beroperasi dan tidak ada persetujuan warga yang terdampak.
Mendukung
aspirasi dari Eneng, warga yang lain pun juga mengutarakan pendapat nya,
Tabrani mempertanyakan bagaimana kejelasan dokumen Analisis mengenai Dampak
Lingkungan (Amdal) dari kerja sama yang dibuat tersebut. Tabrani meminta agar
pemerintah lebih transparan mengenai pengelolaan air lindi yang sudah mencemari
lingkungan.
Unggahan
berita tersebut juga diulas oleh platform Instagram melalui akun @kompasharian,
yang menampilkan kondisi penumpukan sampah di sekitar TPA Cilowong serta
aktivitas petugas kebersihan di lokasi. Dalam unggahan tersebut disampaikan
bahwa warga sekitar melakukan aksi protes terhadap masuknya sampah dari wilayah
Tangerang Selatan yang dialihkan sementara ke Cileungsi, karena dinilai
berdampak pada lingkungan dan kenyamanan masyarakat setempat.
Dari maraknya unjuk rasa dari
warga Kota Serang, dan sebagai Langkah antisipasi, Pemerintah Kota Tangsel
memutuskan untuk mengalihkan pembuangan sampah ke wilayah Cileungsi, Kabupaten
Bogor.
Wali kota Tangsel Benyamin Davnie
menegaskan, mulai hari rabu (7/1/2026), Pemkot Tangsel akan melakukan jali
kesepakatan untuk mengalihkan pembuangan sampah ke Cileungsi, sampah tersebut
akan dikirim per hari sebanyak 200 ton sampah selama 14 hari ke depan.
Upaya tersebut untuk memastikan
agar sampah di pemukiman di Tangsel agar tidak menjadi penumpukan sampah di
ruang publik.
Benyamin meminta warga agar tetap
bersikap tenang dan tidak terpancing kepanikan dalam menghadapi kondisi
tersebut. Ia menekankan bahwa penanganan persoalan sampah sepenuhnya menjadi
tanggung jawab pemerintah, bukan masyarakat.
Menurutnya, situasi ini dapat
dimanfaatkan sebagai bahan refleksi bagi Pemerintah Kota Tangerang Selatan
untuk meninjau kembali sistem pengelolaan sampah secara menyeluruh, agar ke
depannya tidak lagi bergantung pada pola kerja sama antardaerah yang bersifat
sementara.
Aura Aminof 7024210200
(Tugas UAS Jurnalistik)
Sumber:
Antaranews.com: https://m.antaranews.com/amp/berita/5336032/warga-taktakan-serang-tolak-sampah-tangsel-timbulkan-bau-menyengat
Liputan6.com: https://www.liputan6.com/news/read/6252038/ditolak-warga-serang-sampah-tangsel-dialihkan-ke-cileungsi
Bantenstory.com: https://bantenstory.com/2026/01/07/warga-taktakan-tolak-sampah-tangsel-dikirim-ke-cilowong/
Instagram: https://www.instagram.com/p/DTOzchTD_Pr/?igsh=eWlpMnE4aGY3cjRk
Youtube tvOneNews: https://youtu.be/BJDR4D6Jlb8?si=bcrhIjWTE2JzZ2BJ
Sumber Foto: Tangkapan layar dari portal berita AntaraNews

