TERKINI Dunia Mengecam Penangkapan Maduro, Trump Memperluas Ancaman ke Beberapa Negara
Dunia Mengecam Penangkapan Maduro, Trump Perluas Ancaman ke Sejumlah Negara
Jakarta — Ketegangan geopolitik global melonjak tajam setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim telah menangkap Presiden Venezuela Nicolás Maduro dan istrinya, Cilia Flores, dalam sebuah operasi militer yang disebut dilakukan bersama penegak hukum AS. Washington juga dilaporkan melancarkan serangan ke wilayah Venezuela pada Sabtu (3/1), sebuah langkah yang memicu kecaman luas dari komunitas internasional.
Dalam unggahan di Truth Social, Trump menyatakan Maduro dan istrinya telah diterbangkan keluar dari Venezuela. Pemerintah Venezuela membantah klaim tersebut dan menegaskan bahwa tindakan AS merupakan pelanggaran berat terhadap kedaulatan negara. Caracas membawa isu ini ke forum internasional dan menyebutnya sebagai agresi terbuka.
Sejumlah negara langsung menyatakan penolakan keras. Rusia mengutuk tindakan AS dan menyerukan dialog untuk mencegah eskalasi lebih lanjut. China menyebut penangkapan tersebut sebagai “pelanggaran nyata hukum internasional” serta mendesak pembebasan Maduro dan jaminan keselamatannya. Korea Utara menyebut langkah AS sebagai bukti “sifat brutal negara bandit”, sementara Iran mengecam serangan militer AS sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan Venezuela.
Di Amerika Latin, Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva menilai tindakan AS telah melampaui batas yang dapat diterima dan mengingatkan bahaya kembalinya pola intervensi terburuk di kawasan. Selain itu, negara-negara seperti Kolombia, Bolivia, Meksiko, Chile, Uruguay, Panama, Prancis, Malaysia, hingga Indonesia turut menyuarakan penolakan terhadap langkah Washington.
Di tengah gelombang kecaman tersebut, Trump justru memperluas retorika kerasnya ke sejumlah negara lain. Ia menegaskan ambisi AS untuk memastikan dominasi penuh di Belahan Bumi Barat demi kepentingan keamanan dan energi. Salah satu pernyataan paling kontroversial adalah keinginannya untuk mencaplok Greenland dari Denmark dengan alasan strategis, yang langsung ditolak keras oleh pemerintah Greenland.
Trump juga melontarkan ancaman terhadap Kolombia terkait isu narkotika, membuka kemungkinan operasi militer, serta menekan Meksiko agar menerima bantuan militer AS untuk memerangi kartel—yang ditolak tegas oleh Presiden Claudia Sheinbaum demi menjaga kedaulatan negaranya. Terhadap Kuba, Trump menyatakan negara itu akan runtuh seiring terputusnya pasokan minyak dari Venezuela.
Di luar kawasan Amerika, Iran kembali menjadi sasaran ancaman. Trump memperingatkan Teheran agar tidak melakukan kekerasan terhadap pengunjuk rasa, sembari menegaskan AS dalam posisi “siap tempur”. Pernyataan ini memperpanjang ketegangan yang sudah membara sejak pemboman fasilitas nuklir Iran pada 2025 lalu.
Situasi ini menempatkan dunia pada fase ketidakpastian baru, dengan banyak pihak mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa dan mekanisme multilateral untuk segera bertindak guna mencegah konflik global yang lebih luas.
Sumber : CNN Indonesia dan CNBC Indonesia
Penulis : Bisathul Lais

