TERKINI Presiden Venezuela Ditangkap, Krisis Politik Memuncak
Jakarta, Presiden Venezuela Nicolás Maduro dikabarkan ditangkap pada Sabtu (3/1/2026) dini hari oleh Delta Force, satuan operasi khusus elite militer Amerika Serikat. Informasi tersebut diungkapkan oleh sejumlah pejabat AS kepada CBS News.
Maduro mulai menempati posisi strategis pada Oktober 2012 setelah ditunjuk sebagai Wakil Presiden Venezuela, yang menandai dirinya sebagai pewaris politik Hugo Chávez. Usai Chávez meninggal dunia pada Maret 2013, Maduro secara konstitusional menjabat sebagai presiden sementara dan kemudian memenangkan pemilihan presiden khusus pada April 2013 untuk menyelesaikan sisa masa jabatan Chávez.
Sepanjang kepemimpinannya, Maduro berada di bawah tekanan besar akibat krisis ekonomi berkepanjangan, gelombang demonstrasi, serta ketegangan politik dengan parlemen yang dikuasai oposisi. Salah satu kebijakan paling menuai kontroversi terjadi pada 2017, saat ia mendorong pembentukan Majelis Konstituante Nasional di tengah aksi protes besar-besaran.
Seperti dikutip dari Britannica, langkah tersebut mendapat penolakan luas dari kelompok oposisi dan masyarakat internasional karena dinilai melemahkan lembaga legislatif yang dipilih secara demokratis. Pemilihan anggota majelis konstituante berlangsung tanpa partisipasi oposisi, diwarnai kekerasan, dan menjadi momentum penting bagi konsolidasi kekuasaan Maduro. Majelis tersebut kemudian mengambil alih fungsi utama legislatif negara.
Maduro dan istrinya dilaporkan telah diterbangkan keluar dari Venezuela dan akan ditahan di sebuah fasilitas penahanan di New York. Pesawat militer yang membawa keduanya mendarat di Pangkalan Udara Garda Nasional Stewart, Newburgh, Negara Bagian New York, pada Sabtu sekitar pukul 17.00 waktu setempat atau Minggu (4/1) pukul 05.00 WIB, berdasarkan laporan dan rekaman video yang beredar.
Departemen Kehakiman AS menyatakan bahwa Maduro bersama beberapa pihak lainnya akan menghadapi sejumlah dakwaan, termasuk konspirasi terorisme narkotika, konspirasi impor kokaina, kepemilikan senapan mesin dan perangkat perusak, serta konspirasi terkait kepemilikan senjata tersebut. Sidang perdana dijadwalkan berlangsung pekan depan di Pengadilan Distrik AS untuk Distrik Selatan New York.
Wali Kota New York City, Zohran Mamdani, mengungkapkan bahwa ia telah menghubungi Presiden AS Donald Trump secara langsung pada Sabtu untuk menyampaikan penolakannya terhadap apa yang ia sebut sebagai “upaya penggulingan rezim yang melanggar hukum federal dan internasional.”
Sementara itu, sejumlah demonstran terlihat menggelar aksi protes di luar Pangkalan Udara Newburgh sebagai bentuk penentangan terhadap operasi militer AS di Venezuela. Dalam sidang Dewan Pertahanan Nasional Venezuela yang disiarkan televisi nasional, Wakil Presiden Delcy Rodríguez menuntut pembebasan segera Maduro dan istrinya.
Putri Rachmawati
Sumber berita: liputan 6, antara news.
https://share.google/3ptB4iwmqhyXz8lcw
https://share.google/3qVxqMyt8ik02X9m4
Sumber gambar: detik.com

