TERKINI Krisis Ekonomi Picu Aksi Unjuk Rasa Berdarah di Sejumlah Kota Iran
DKYLB Jum’at (02/01/2026) Pada 28 desember 2025, negara Iran sedang menghadapi kekacauan unjuk rasa pendemo berdarah hingga menyariskan tujuh orang meninggal dunia. Warga masyarakat iran protes karena kenaikan biaya hidup yang cukup tinggi sejak akhir pekan lalu.
Awal demonstransi bermula di Teheran pada 28 desember 2025, karena dipicu lonjakan harga kebutuhan hidup, inflasi tinggi serta stagnasi ekonomi yang cukup menekan daya beli masyarakat. Aksi tersebut sudah menyebar ke beberapa kota lain, termasuk wilayah barat dan Tengah iran.
Dikutip dari cnnindonesia, nilai tukar mata uang rial terhadap dolar Amerika Serikat anjlok ke titik terendah dalam sejarah, mencapai 1,42 juta rial per dolar.
Kondisi ini memicu keluhan dari masyarakat, khususnya kalangan pedagang, yang merasa tidak lagi mampu bersaing di pasar. Situasi tersebut diperparah oleh anggapan bahwa pemerintah kurang memberikan perhatian serius terhadap persoalan ekonomi yang dihadapi warga.
Kemudian dikutip dari portal berita Cnnindonesia.com, Media Iran International melaporkan terjadinya aksi demonstrasi di sejumlah kota di Iran, termasuk Teheran, Mashhad, Isfahan, Lorestan, Khuzestan, Azna, dan Qom. Aksi tersebut melibatkan berbagai lapisan masyarakat, mulai dari kalangan pedagang hingga pelajar.
Dikutip
dari cnbcindonesia.com, pengunjuk rasa melempar batu ke sebuah Gedung pemerintah,
kemudian bank, masjid hingga kantor gubernur. Kejadian itu langsung direspons
polisi dengan gas air mata dan menangkap sejumlah orang yang disebut sebagai “pemimpin
utama” dalam aksi unjuk rasa tersebut.
"Beberapa
pengunjuk rasa mulai menyerang gedung-gedung administrasi kota," tulis
Fars, dikutip Jumat (2/1/2026). Laporan itu juga menambahkan bahwa sejumlah
bangunan mengalami kerusakan parah.
Di sisi lain, media penyiaran pemerintah Iran mengkonfirmasi satu personel pasukan keamanan meninggal dunia dalam insiden di Kota Kouhdasht. Wakil Gubernur Provinsi Lorestan, Said Pourali, mengungkapkan bahwa korban adalah anggota Basij berusia 21 tahun, ia merupakan pasukan paramiliter sukarelawan yang berada di bawah naungan Garda Revolusii ran.
"Seorang
anggota Basij tewas tadi malam oleh para perusuh saat membela ketertiban
umum," ujar Pourali, seraya menambahkan bahwa 13 personel polisi dan Basij
lainnya terluka akibat lemparan batu selama demonstrasi, seperti dikutip AFP.
Presiden
Masoud Pezeshkian mengimbau masyarakat untuk tetap tenang sekaligus meminta
pemerintah segera merespons berbagai kekhawatiran yang disampaikan rakyat.
Dikutip dari berita cnnindonesia, "Jika masyarakat tidak puas, kitalah yang harus disalahkan. Jangan menyalahkan Amerika atau siapa pun. Kita harus melayani dengan baik agar masyarakat puas dengan kita," kata Pezeshkian, seperti dikutip kantor berita IRNA.
Pada Senin, pemerintah Iran juga mengumumkan
pergantian posisi Gubernur Bank Sentral yang kini diisi oleh mantan Menteri
Ekonomi dan Keuangan, Abdolnasser Hemmati. Sementara itu, Pezeshkian menunjuk
mantan Gubernur Bank Sentral, Mohammad-Reza Farzin, untuk mengemban tugas
sebagai ajudan ekonomi khusus.
AURA AMINOF (7024210200) Fikom UP
Sumber
foto: Tangkapan Layar dari Portal Berita cnnindonesia.com (Foto: HANDOUT /
FARS NEWS AGENCY / AFP)
Sumber
Berita:
1. Cnbcindonesia.com: https://www.cnbcindonesia.com/news/20260102063644-4-698996/mata-uang-runtuh-negara-kaya-minyak-arab-makin-chaos-demo-berdarah
2. Cnnindonesia.com: https://www.cnnindonesia.com/internasional/20260102135442-120-1312846/apa-yang-terjadi-di-iran-hingga-demo-berdarah-pecah

