TERKINI Sungai Muaro Pisang Meluap, Banjir Bandang Kembali Landa Kabupaten Agam
DKYLB Jum’at (02/01/2026) Awal tahun baru 2026, terjadi Kembali banjir bandang susulan di kabupaten Agam, Sumatra barat. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Banjir bandang terjadi Kembali di pasar maninjau, nagari atau desa Maninjau, Kecamaran Tanjung Raya, Agam sejak dini hari (pada 01/01/2026).
Banjir tersebut bersumber dari meluapnya Sungai muaro pisang, dikutip dari portal berita kompastv, Abdul Ghafur selaku Kepala Bidang Kedaruratan dan logistic BPBD, mengutarakan "Banjir bandang disertai bunyi gemuruh di hulu Sungai Muaro Pisang terjadi pada Kamis (1/1) sekitar pukul 01.45 WIB," ujar nya saat di Lubuk Basung, Kamis, via Antara.
Ia berujar, saat terdengar suara gemuruh beberapa kali di hulu Sungai, masyarakat langsung cepat berhamburan keluar rumah.
Berdasarkan dari laporan yang dikuti dari portal berita Liputan6.com, Kepala bidang kedaruratan dan Logistik BPBD Agam, yakni Abdul Ghafur yang berada di Lubuk Basuang mengatakan, "Sebelumnya pengungsi hanya 314 orang dan kini bertambah menjadi 428 orang,"
Abdul Ghafur menjelaskan, pengungsi sebelumnya hanya tercatat 100 kepala keluarga, setelah banjir bandang susulan, menjadi 160 kelapa keluarga pada kamis 1 Januari 2025.
Abdul menjelaskan Kembali, para pengungsi di Agam ini mengungsi di musala, rumah keluarga, fasilitas pemerintah setelah usai rumah mereka mengalami rusak karena banjir bandang. Kini, banjir bandang sudah berada di fase zona merah di sepanjang Sungai muaro pisang.
Dikuti dari Kompastv, BPBD Agam, mengkonfirmasi tidak ada korban jiwa dalam bencana banjir bandang susulan di Agam saat ini. "Tidak ada korban akibat kejadian itu, karena warga langsung mengungsi saat gemuruh di hulu sungai," ungkapnya.
Abdul Ghafur mengatakan, material banjir bandang tersebut menutupi jalan di provisi yang menghubungkan Lubuak Basung Basung-Bukittimggo sehingga kendaraan roda dua tidak bisa mengakses dan melalui jalan tersebut.
Ghafur melaporkan, telah melakukan dan membersihkan material banjir dengan menggunakan Alat berat untuk membersihkan lumpur bebatuan.
Ia menyebut, curah hujan cukup tinggi pada 31 desember 2025 malam menjadi salah satu penyebab banjir bandang dan menyebabkan juga material bekas tanah longsor di hulu Sungai turun yang juga menyebabkan luapan ke rumah warga dan jalan sekitar.
Ghafur Kembali mengimbau, masyarakat Agam yang tinggal di sepanjang Sungai dan pengendara untuk berhati hati dan berwaspada saat curah hujan yang tinggi, dan segera mengungsi jika Kembali terjadi banjir.
AURA AMINOF
(7024210200) Fikom UP
Sumber
foto: Tangkapan Layar dari Portal Berita Liputan6.com
Sumber
Berita:
1. Kompas.tv: https://www.kompas.tv/regional/641131/awal-tahun-2026-banjir-bandang-kembali-landa-agam-sumbar
2. Liputan6.com: https://www.liputan6.com/news/read/6249377/pengungsi-dampak-banjir-bandang-di-maninjau-agam-sumbar-jadi-428-orang?page=3

