X

TERKINI Skandal Wedding Organizer Ayu Puspita: 207 Korban Dirugikan Rp 11,5 Miliar, Pakai Skema "Gali Lubang Tutup Lubang"

31 Desember 2025 12:38 | Oleh Tim DKYLB 01

Bogor, 31 Desember 2025 - Mulai dari laporan membludak, kasus WO Ayu Puspita ramai jadi bahan pembicaraan di seluruh negeri. Kerugiannya menimpa ratusan pasangan calon pengantin, uang mereka raib hingga Rp 11,5 miliar. Belum lama ini, penyidik Polda Metro Jaya menjadikan dua orang sebagai tersangka utama. Pola penipuannya ternyata sudah berjalan teratur sejak bulan April 2025.

Bermula dari Pesta Pernikahan Kacau Balau
Kejadian ini muncul pada hari Sabtu, 6 Desember 2025, saat seorang penata rias membagikan catatan soal acara nikah yang berantakan di wilayah Jakarta Barat serta Jakarta Utara. Ternyata penyedia makanan tak kunjung tiba, padahal hiasan pelamin sudah dipasang dari pagi.

Tamay, salah seorang korban, menjelaskan kronologi kejadian tersebut. "Jadi dia ada beberapa acara hari Sabtu itu, terus ternyata bermasalah. Katering makanannya enggak datang, cuma ada dekornya," ungkap Tamay saat dihubungi media, Minggu (7/12/2025).

Banyak netizen justru penasaran begitu unggahan itu tersebar luas. Tidak sedikit dari mereka yang merasa mengalami hal serupa ikut nimbrung di komentar - berbagi cerita sambil bikin grup di WhatsApp agar lebih mudah bertukar data. Tanpa disangka, terkuak kalau WO Ayu Puspita rupanya ambil banyak order sekaligus dalam periode sama.

Skandal WO Ayu Puspita Meledak! 207 Korban, Kerugian Tembus Rp11,5 Miliar I  Trijaya Update

200 Korban Menggeruduk Rumah Pelaku

Malam itu, tepatnya hari Minggu tanggal 7 Desember 2025, kerumunan mencapai dua ratus wajah mengerubuti kediaman Ayu Puspita di Jalan Beton, kawasan Kayu Putih, Jakarta Timur. Karena ramainya massa yang datang secara serentak, petugas polisi dari beberapa daerah langsung bergegas masuk mengatur suasana agar tidak memanas.

Masyarakat yang merasa dirugikan ingin kejelasan soal uangnya. Di rekaman yang tersebar daring, Ayu Puspita tampak dikerumuni sejumlah wajah - suasana tegang, penuh desakan. Suara-suara keras membentur dari segala arah, menuntut jawaban atas kerugian yang dialami.

Pemilik WO Ayu Puspita kemudian dibawa ke Polres Jakarta Utara bersama beberapa stafnya untuk dimintai keterangan. "Ini semua sudah di Polres Jakarta Utara. Termasuk owner-nya, semuanya, marketingnya. Mereka berkelit. Pokoknya enggak jelas lah, kami enggak dapat titik terangnya," kata Tamay.

Dua Tersangka Ditahan, Kerugian Rp 11,5 Miliar

Dua orang jadi tersangka dalam kasus ini, kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imanuddin. Mereka adalah APD, yang bernama Ayu Puspita, bersama DHP, dipanggil Dimas. Saat ini keduanya ditahan di Polres Metro Jakarta Utara.

"Dana yang disetorkan para korban tidak digunakan untuk penyelenggaraan pernikahan, melainkan untuk kepentingan pribadi para tersangka," tegas Iman saat konferensi pers di Polda Metro Jaya, Sabtu (13/12/2025).

Bukan hanya dari posko milik Polda Metro Jaya, tetapi juga warga mulai datang membawa cerita mereka sendiri. Sampai hari ini, catatan resmi mencatat 199 aduan disertai delapan laporan polisi - menjadikan angka keseluruhan 207 temuan soal kasus ini. Meskipun begitu, jumlah itu belum tentu akhir cerita. Banyak dokumen baru masih masuk setiap jam, membuat perkiraan korban diperkirakan naik lagi dalam waktu dekat.

Kebutuhan uang jadi alasan utama di balik aksi penipuan itu, menurut Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol Erick Frendriz. Belum semua terungkap, namun soal motif, dia tegaskan hanya satu: tekanan ekonomi. Saat hadir di depan wartawan pada Selasa (9/12/2025), Erick menyampaikan hal tersebut dengan tegas.

Modus Operandi: Skema "Gali Lubang Tutup Lubang"

Ternyata cara kerja WO Ayu Puspita cukup rapi dijalankan. Tidak main-main, mereka menyediakan paket nikah murah yang langsung menarik minat pasangan calon pengantin. Ayu sendiri mengatur semua alur pekerjaan dari balik layar. Sementara itu, Dimas turun tangan langsung menjaring pelanggan sekaligus mendorong mereka agar memberi uang muka lebih besar.

"Kemudian, yang D ini yang berperan aktif juga membujuk para korban untuk menambah jumlah DP-nya," ungkap Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Utara Kompol Onkoseno Sukahar, Rabu (10/12/2025).

Ternyata, polisi mengungkap cara Ayu bekerja dengan sistem saling tumpang. Dana dari nasabah terbaru justru dipakai melunasi janji ke yang sebelumnya, sampai suatu saat kondisi tak bisa ditahan lagi - semua langsung runtuh begitu saja.

Penipuan itu kemungkinan mulai muncul sejak awal 2024, lalu terus mengular hingga setahun sesudahnya. Dari hasil pengecekan tim kami, rentang waktunya mencakup periode tersebut - Onkoseno menjelaskan begitu.

Ditipu dan dibuat Malu, Pengantin ini Berderai Air Mata di Depan Wedding  Organizer Ayu Puspita

Korban Beragam, Kerugian Fantastis

Di tengah kebingungan, SOG menghitung uangnya habis sampai 82,7 juta rupiah meski sudah membayar lunas acara. Tiba waktunya pernikahan digelar, ternyata semua fasilitas tak muncul sedikit pun. Alih-alih memperbaiki, tim WO malah diam seribu bahasa tanpa respons.

Pesanan satu korban seharusnya sampai seribu porsi, nyatanya cuma dua puluh yang muncul di lokasi. Tidak sedikit yang telah melunasi biaya acara utuh - dekor, makanan, foto-foto, hingga pengisi acara - tetapi semua lenyap tanpa bekas.

Berawal dari tanggal 13 April 2025, aksi tipu-tipu ini diperkirakan masih terus berjalan sampai 6 Desember tahun yang sama. Menurut Kombes Pol Budi Hermanto selaku Kabid Humas Polda Metro Jaya, banyak pasangan calon pengantin - ratusan jumlahnya - terkena dampak selama periode itu.

Jerat Hukum dan Proses Penyidikan

Kasus ini melibatkan Ayu Puspita, pemilik WO yang diduga melakukan penipuan sekaligus menggelapkan uang. Terlapor masuk daftar LP/B/2334/XII/2025/Resju/PMJ pada 6 Desember 2025. Polisi menerapkan dua pasal padanya: Pasal 378 KUHP untuk tindak pidana tipu muslihat. Lalu ada juga Pasal 372 KUHP soal barang atau dana yang disalahgunakan secara diam-diam.

Tidak hanya Ayu dan Dimas, tiga nama lagi ikut dibawa petugas - HE, BDP, serta RR - untuk diperiksa lebih jauh. Meskipun belum ditetapkan status hukumnya, mereka dicurigai masuk dalam kelompok penipuan ini.

"Untuk tiga orang lagi yang kami amankan masih pemeriksaan mendalam karena kami saat ini masih mengumpulkan barang bukti," ujar Kapolres Erick Frendriz.

Tak berhenti sampai di situ, polisi lanjut mengurai benang kusut dari kasus ini, salah satunya dengan telusuri alur uang dan cara pelaku menjalankan aksinya. Dari sisi lain, penyidik tak tinggal diam - mereka coba lacak barang atau harta milik tersangka agar bisa dipakai memulihkan kerugian para korban.

Pembelajaran Penting bagi Calon Pengantin

Bukan cuma soal biaya, masalah bisa muncul kapan saja kalau salah pilih penyelenggara acara nikahan. Contohnya kasus WO milik Ayu Puspita, cukup bikin geleng-geleng kepala. Maka dari itu, penting sangat mengecek rekam jejak mereka sebelum bayar di muka. Terlebih lagi, testimoni dari orang yang sudah pakai jasa sering memberi gambaran lebih jujur. Jangan langsung percaya hanya karena tampilannya rapi di media sosial. Risiko besar mengintai bila terlalu cepat ambil keputusan tanpa riset dasar

Cek dahulu jejak rekam penyedia, gunakan ulasan nyata dan contoh kerja yang bisa dibuktikan. Dari situ, teliti isi perjanjian sampai paham setiap bagian, pastikan semuanya tercatat tanpa ambigu. Simpan bukti transaksi dengan rapi, bayar dalam tahapan, tidak langsung habis di muka.

Tidak ada salahnya curiga kalau harga paket jauh lebih rendah dari biasanya. Kunjungan langsung ke kantor bisa memberi gambaran nyata tentang operasional mereka, sekaligus kesempatan untuk memverifikasi dokumen seperti SIUP maupun nomor pokok wajib pajak.

Tidak sedikit pakar hukum mengingatkan calon pasangan nikah agar transaksi dilakukan lewat transfer resmi ke akun perusahaan, bukannya milik individu. Selain itu, penting untuk meminta surat jaminan terhadap semua layanan yang disepakati sebelumnya.

Dampak Luas dan Trauma Korban

Tak cuma soal uang yang hilang, banyak hati ikut terluka akibat kejadian ini. Di tengah harapan tertinggi, justru kisruh muncul saat hari besar tiba. Ada yang urung menikah lantaran tak seorang pun penyedia layanan hadir di lokasi.

Tamu-tamu yang datang ke pesta bisa melihat langsung betapa sulitnya hari itu bagi pasangan pengantin. Vendor dekorasi, katering, hingga fotografer akhirnya tak mendapat bayaran sama sekali dari perusahaan milik Ayu Puspita.

Berawal dari derasnya laporan, jalannya proses hukum untuk WO Ayu Puspita takkan berhenti sampai semua korban tahu apa yang sebenarnya terjadi. Di sisi lain, Polda Metro Jaya telah menyiapkan tempat khusus agar para korban bisa menyampaikan rugi mereka dengan lebih mudah.

Kini pemerintah mulai berpikir ulang soal aturan tegas untuk penyelenggara pernikahan, setelah kasus ini mencuat. Tujuannya agar calon pengantin tidak lagi tertipu seperti sebelumnya. Perlindungan bagi pelanggan jadi pertimbangan utama saat merancang kebijakan baru.


Nama: Bulan Syafitri Kusuma

NPM: 7024210026

Ujian Akhir Semester (UAS) Pengantar Jurnalistik


Sumber Berita:

Megapolitan.kompas.com

Humas.polri.go.id

News.detik.com

Sumber Gambar:

Instagram.com

Youtube.com