TERKINI Bencana Banjir dan Longsor Sumatra: Korban Jiwa Tembus 1.140 Orang, Ratusan Ribu Mengungsi
Bogor, 31 Desember 2025 -
Bukan cuma air deras yang menerjang, longsoran tanah pun menyapu desa-desa di
Sumatra mulai akhir November 2025. Korban tewas mencapai 1.140 jiwa hingga
tanggal 30 Desember. Musibah itu berubah jadi duka mendalam menjelang tutup
tahun di Indonesia.
Dampak Bencana Meluas di Tiga Provinsi
Berangkat
dari catatan BNPB, tiga wilayah paling parah kena dampaknya ya itu Aceh - 504
nyawa melayang. Di urutan berikutnya ada sumatra Utara, jumlah korban
mencapai 371 jiwa. Sementara di sumatra Barat, angka kematiannya
tercatat 262 orang. Belum usai sampai di situ, ratusan lain
belum bertemu jejaknya: 163 warga masih dilaporkan menghilang.
Pencarian tetap jalan, dibantu pasukan SAR lintas instansi.
Luka-luka menimpa lebih dari tujuh ribu orang setelah
bencana terjadi. Ratusan ribu harus meninggalkan rumah mereka, tak terkecuali
di Aceh Utara - tempat paling banyak kedatangan pengungsi: 166.900 jiwa. Angka
itu disusul oleh Aceh Tamiang yang mencatat 150.500 warga kehilangan tempat
tinggal.
Kerusakan Infrastruktur Masif
Bencana itu menghancurkan banyak bangunan penting di
wilayah tersebut. Menurut catatan BNPB, jumlah rumah yang rusak mencapai
166.925 unit - meliputi kerusakan mulai dari ringan sampai parah dalam skala
ribuan. Selain tempat tinggal, layanan publik ikut terdampak: ada 1.900 gedung
umum yang tidak bisa dipakai lagi. Fasilitas kesehatan turut luluh; dua ratus
puskesmas atau klinik tak berfungsi. Sekolah-sekolah pun porak-poranda, dengan
angka mencapai 875 lembaga pendidikan. Tempat ibadah juga bukan halangan bagi
kehancuran, setidaknya 806 lokasi sudah tidak utuh bentuknya. Jalan darurat melalui
jembatan terputus karena 734 jembatan runtuh secara total.
Kira-kira Rp68,6 triliun uang melayang gara-gara
bencana - rumah rusak, jalan putus, jembatan ambruk, penghasilan keluarga
lenyap begitu saja. Pertanian pun berhenti total saat musibah datang tanpa
aba-aba.
Krisis Kesehatan Mengancam Pengungsi
Pada 7 Desember 2025, jumlah kasus ISPA serta gangguan
kulit tercatat paling tinggi di area bencana. Kondisi kesehatan para pengungsi
memburuk perlahan seiring waktu. Dikhawatirkan penyebaran akan makin meluas
tanpa tindakan nyata dari instansi terkait. Laporan itu datang langsung dari
kepala BNPB, Abdul Muhari.
Bencana di sumatra Barat terus mendapat
perhatian serius dari pihak berwenang. Hingga akhir bulan depan, situasi
darurat akan diperpanjang sampai 22 Desember 2025. Tujuannya adalah agar upaya
penyelamatan bisa dilanjutkan dengan lebih leluasa. Tim gabungan tetap fokus
mencari orang-orang yang belum ditemukan. Meski waktu terus berjalan, harapan
tetap ada di tengah tantangan.
Penyebab: Kombinasi Cuaca Ekstrem dan
Degradasi Lingkungan
Pada akhir November sampai awal Desember 2025, wilayah
utara Sumatra memasuki masa paling basah menurut data BMKG, dengan hujan yang
bisa menyentuh 300 milimeter. Terbentuknya badai tropis bernama Senyar di
perairan Selat Malaka tanggal 26 November turut mendorong kondisi tersebut.
Tetapi soal cuaca ekstrem, pakar bilang itu bukan
satu-satunya faktor. Dari Greenpeace, Kiki Taufik sebut ada lebih dari seribu
dua ratus izin diberikan untuk tambang, sawit, juga hutan tanaman di tiga
wilayah yang kena imbas. Tanah jadi susah nyerap air gara-gara alih guna lahan,
begini kondisinya saat ini. Aliran di permukaan makin deras, risiko banjir pun
naik.
Respons Pemerintah dan Gelombang
Solidaritas
Pagi itu, langkah Presiden Prabowo Subianto terlihat
di tengah reruntuhan bencana, mengamati dari dekat kondisi lapangan.
Setelahnya, rapat kabinet digelar dengan fokus pada percepatan pemulihan
pasca-bencana. Di sela pertemuan tersebut, keputusan dibuat: Jenderal Maruli
Simanjuntak, KSAD, diberi tanggung jawab memimpin tim khusus. Tugas utama
mereka ialah memperbaiki jembatan-jembatan yang rusak di wilayah Aceh.
Beberapa bank boleh menunda cicilan nasabah yang
terdampak bencana, berkat kebijakan dari OJK. Sampai akhir 2025, warga yang
kena musibah bisa pakai internet Starlink tanpa bayar.
Tak sedikit warga yang turut bersimpati. Dalam sehari,
penghimpunan dana lewat gagasan Malaka proyek menembus angka 10,37
miliar rupiah, jumlah itu datang dari tak kurang dari 87 ribu orang.
Catatan
Tidak bisa dimungkiri, banjir serta tanah runtuh
di sumatra tahun 2025 memberi pelajaran tajam soal hubungan rapat
antara pertumbuhan ekonomi dengan menjaga alam tetap utuh. Di sisi lain, suara
dari pakar mengemuka - mendorong adanya peninjauan serius terhadap perizinan
besar yang mungkin mengganggu sistem alam, membawa risiko lebih dalam saat
bencana datang lagi.
Nama: Bulan Syafitri
Kusuma
NPM: 7024210026
Ujian Akhir Semester (UAS) Pengantar Jurnalistik
Sumber Berita:
gis.bnpb.go.id
cnnindonesia.com
id.wikipedia.org
Sumber Gambar:
magdalene.co
bnpb.go.id
cnbcindonesia.com

