TERKINI Prabowo Usulkan Program Penanaman Sawit untuk Pulihkan Ekonomi dan Tangani Dampak Bencana
Jakarta, 29 Desember 2025 — Pemerintah kembali mengangkat wacana pengembangan program tanam sawit nasional sebagai upaya memperkuat ketahanan ekonomi sekaligus membantu pemulihan masyarakat terdampak bencana. Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menyatakan Indonesia dianugerahi sumber daya alam yang luar biasa, termasuk kelapa sawit yang menjadi komoditas utama ekonomi domestik dan ekspor. Pernyataan ini disampaikan dalam beberapa kesempatan resmi, termasuk saat menyinggung peran sawit di tengah upaya pemulihan pasca-banjir besar yang melanda Sumatera akhir tahun ini.
Prabowo menegaskan bahwa pemanfaatan sawit tidak hanya sebagai sumber minyak nabati, tetapi juga memiliki potensi besar dalam meningkatkan kesejahteraan petani serta mendukung ketahanan pangan dan energi terbarukan. Ia menilai program penanaman sawit terencana dapat menjadi landasan bagi pertumbuhan ekonomi di daerah terdampak bencana dan wilayah lain yang membutuhkan revitalisasi ekonomi. Pernyataan ini diperkuat dengan sorotannya terhadap pentingnya integrasi sektor pertanian dengan strategi nasional yang lebih luas.
Namun, wacana ini juga memicu perdebatan. Anggota DPR Hashim Djojohadikusumo turut angkat suara, mengatakan bahwa meski Indonesia kaya akan sawit, tidak semua elite politik memiliki lahan sawit sendiri, termasuk Prabowo yang menurut Hashim “tidak punya lahan sawit satu hektare pun di Indonesia.” Pernyataan ini muncul di tengah diskursus publik yang lebih luas mengenai hubungan antara kebijakan pemerintah dengan kepentingan ekonomi pribadi tokoh publik.
Respons masyarakat terhadap usulan penanaman sawit ini beragam. Pendukung kebijakan melihat inisiatif ini sebagai langkah strategis untuk mendorong pembangunan ekonomi berkelanjutan dan pemulihan pasca-bencana. Di sisi lain, sejumlah pengamat mengingatkan agar program penanaman sawit memperhatikan aspek lingkungan dan keberlanjutan, mengingat kritik selama ini terkait konversi lahan dan dampak ekologis sawit.
Pemerintah menyatakan akan merumuskan kebijakan yang inklusif dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk petani, industri, dan komunitas lokal. Rencana program penanaman sawit dijadwalkan dibahas lebih lanjut dalam rapat kabinet dan forum lintas kementerian guna memastikan arah kebijakan yang seimbang antara pertumbuhan ekonomi, lingkungan, dan pemerataan manfaat bagi masyarakat luas.
Sumber: KompasTV, Tempo dan DetikCom
Zaharana Mahesy Pupuan Yuwanto - 7024210149

