TERKINI Banjir Besar Landa Sumatera, Pemerintah Salurkan Bantuan Tunai dan Percepat Pemulihan Warga
Banjir besar melanda sejumlah provinsi di Sumatera sejak awal Desember 2025 akibat curah hujan tinggi yang berlangsung berhari-hari. Air merendam permukiman, lahan usaha, dan fasilitas umum di berbagai kabupaten dan kota. Data pemerintah mencatat sedikitnya 16.264 kepala keluarga terdampak langsung oleh bencana ini. Ribuan warga terpaksa mengungsi karena rumah mereka terendam atau rusak. Aktivitas ekonomi dan pendidikan ikut terhenti di banyak daerah terdampak.
Dalam penanganan darurat, pemerintah menawarkan skema bantuan tunai kepada korban banjir. Setiap kepala keluarga dapat menerima bantuan sebesar Rp600.000 per bulan sebagai dukungan pemenuhan kebutuhan dasar. Sebagian besar korban memilih bantuan tunai ini dibandingkan bantuan dalam bentuk logistik. Bantuan tersebut dinilai lebih fleksibel karena bisa disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing keluarga. Pemerintah daerah bertugas mendata dan menyalurkan bantuan agar tepat sasaran.
Selain bantuan ekonomi, persoalan administrasi juga menjadi perhatian. Banjir menyebabkan ribuan dokumen kependudukan rusak atau hilang. Kementerian Dalam Negeri melalui Ditjen Dukcapil memproduksi ulang lebih dari 63 ribu dokumen kependudukan secara gratis. Dokumen tersebut meliputi KTP elektronik, kartu keluarga, dan akta kelahiran. Layanan ini bertujuan memastikan korban tetap memiliki akses terhadap layanan publik, bantuan sosial, dan layanan kesehatan.
Upaya pemulihan juga difokuskan pada sektor perumahan. Pemerintah menargetkan pembangunan dan perbaikan 600 rumah warga yang rusak akibat banjir. Proses pembangunan dilakukan secara bertahap dan dipercepat. Pemerintah menargetkan ratusan rumah tersebut rampung dalam waktu dekat agar warga bisa segera kembali ke hunian yang layak. Pembangunan dilakukan dengan memperhatikan standar keamanan untuk mengurangi risiko bencana serupa.
Banjir Sumatera kali ini menunjukkan dampak besar bencana hidrometeorologi terhadap kehidupan masyarakat. Pemerintah terus mendorong koordinasi lintas kementerian dan daerah agar proses pemulihan berjalan efektif. Penanganan tidak hanya fokus pada bantuan darurat, tetapi juga pada pemulihan jangka menengah agar kehidupan warga terdampak dapat kembali berjalan normal.
Sumber: KompasTV, AntaraNews dan Republika
Zaharana Mahesy Pupuan Yuwanto - 7024210149

