X

TERKINI Kecelakaan Maut Bus Cahaya Trans di Tol Krapyak, Sopir Muda Minim Pengalaman Jadi Tersangka

24 Desember 2025 00:05 | Oleh Tim DKYLB 01

DKYLB Selasa (23/12/2025)

Kecelakaan maut bus PO Cahaya Trans di Simpang Susun Exit Tol Krapyak, Kota Semarang, Jawa Tengah, menyisakan duka mendalam. Insiden yang terjadi pada Senin (22/12/2025) dini hari itu menewaskan 16 penumpang dan menyebabkan belasan lainnya mengalami luka-luka.

Bus bernomor polisi B 7201 IV tersebut diketahui membawa 33 penumpang dengan rute Bekasi–Yogyakarta. Berdasarkan keterangan kepolisian dan saksi di lapangan, bus diduga melaju dengan kecepatan tinggi sebelum akhirnya kehilangan kendali di tikungan keluar tol, menabrak pembatas jalan, lalu terguling ke sisi kiri sekitar pukul 00.30 WIB.

Polrestabes Semarang menetapkan sopir bus bernama Gilang Ihsan Faruq (22) sebagai tersangka. Gilang diketahui merupakan sopir cadangan yang baru bekerja sekitar dua bulan dan masih minim jam terbang untuk rute jarak jauh. Polisi menyebut, sebelum kecelakaan terjadi, tidak ditemukan bekas pengereman di lokasi kejadian.

“Pengemudi mengakui melaju dengan kecepatan tinggi. Tidak ada pengereman, hanya menurunkan gigi,” ujar Kapolrestabes Semarang Kombes Pol M. Syahduddi, dikutip dari VIVA.co.id, Selasa (23/12/2025).

Penyelidikan juga mengungkap bahwa Gilang baru dua kali melayani rute Bogor–Yogyakarta dan belum memahami karakteristik medan jalan di kawasan Tol Semarang–Batang, khususnya di simpang susun Krapyak. Meski demikian, hasil pemeriksaan menyatakan sopir tidak dalam kondisi mengantuk maupun terpengaruh alkohol atau narkoba.

Sementara itu, proses identifikasi korban dilakukan oleh tim gabungan kepolisian dan rumah sakit. Sebanyak 16 korban meninggal dunia telah teridentifikasi dan dipulangkan ke keluarga masing-masing. Korban berasal dari berbagai daerah, seperti Klaten, Boyolali, Bogor, Sleman, Jakarta, dan Tangerang Selatan. Mayoritas korban meninggal dan luka berat diketahui duduk di sisi kiri bus, searah dengan posisi bus saat terguling.

Para korban luka dirawat di sejumlah rumah sakit di Semarang, di antaranya RSUP Dr. Kariadi, RSUD Tugurejo, RS Columbia Asia, dan RS Elisabeth. Hingga kini, sebagian korban luka telah diperbolehkan pulang, sementara lainnya masih menjalani perawatan intensif.

Sebagai bentuk kehadiran negara, PT Jasa Raharja telah menyalurkan santunan kepada 31 korban kecelakaan. Masing-masing ahli waris korban meninggal dunia menerima santunan sebesar Rp50 juta, sementara korban luka-luka mendapatkan santunan Rp20 juta. Jasa Raharja juga menerbitkan surat jaminan kepada rumah sakit untuk menjamin biaya perawatan korban.

Tragedi ini turut mendapat perhatian dari DPR RI. Anggota Komisi V DPR meminta Kementerian Perhubungan, kepolisian, dan pengelola jalan tol melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek keselamatan transportasi umum, termasuk pengawasan jam kerja sopir, kelayakan armada, serta titik rawan kecelakaan di jalur tol.

Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub sebelumnya menyatakan bahwa bus Cahaya Trans tersebut dinyatakan tidak laik jalan berdasarkan hasil ramp check pada 9 Desember 2025 dan dilarang beroperasi. Fakta ini memperkuat dugaan adanya kelalaian sistemik dalam pengawasan operasional angkutan umum.

Hingga kini, penyelidikan masih terus berlangsung untuk mengungkap secara menyeluruh penyebab kecelakaan. Polisi menegaskan proses hukum akan dilakukan secara transparan demi memberikan keadilan bagi para korban dan keluarga yang ditinggalkan.

Juita Sulastri Sitohang

7024210065


Fadli Zon minta Ahmad Dhani Stem Piano Memeriahkan Hari Musik

Menteri Kebudayaan menyampaikan bahwa musik Indonesia memiliki kekayaan yang luar biasa, mulai dari musik tradisional hingga musik kontemporer yang terus berkembang seiring dengan penguatan ekosistem industri musik nasional, dia menekankan pentingnya kolaborasi antara musisi, seniman, budayawan, dan pemerintah.

10 Maret 2026 15:59 | tokoh