X

TERKINI Ribuan Suara Natal Bergema di Sudirman: Christmas Carol Colossal Vol 2 Jakarta Ramaikan Malam 23 Desember

23 Desember 2025 21:27 | Oleh Tim DKYLB 01

Pemprov DKI Jakarta menggelar Christmas Carol Colossal Vol 2 di jalur pedestrian depan FX Sudirman pada Selasa malam, 23 Desember 2025. Acara ini bagian dari rangkaian perayaan Natal 2025 di ibu kota, dimulai pukul 18.00 WIB, dan melibatkan sekitar 1.200 penyanyi yang bernyanyi bersama ribuan warga. Pemprov mengajak masyarakat datang bersama keluarga untuk merasakan kemeriahan Natal secara langsung.

Christmas carol merupakan tradisi menyanyikan lagu-lagu atau himne Natal yang menceritakan kelahiran Yesus Kristus. Biasanya dilakukan oleh kelompok penyanyi yang berkeliling rumah ke rumah atau berkumpul di jalan sambil memegang lilin selama musim libur Natal.

Sejarah Christmas Carol

Himne Natal pertama muncul di Roma pada abad ke-4, seperti karya Ambrosius, Uskup Agung Milan, yang menegaskan doktrin Inkarnasi melawan Arianisme.

Pada abad ke-9 hingga 10, prosa Natal berkembang di biara Eropa Utara, diikuti inovasi abad ke-12 oleh Adam dari Saint Victor di Paris yang mengadaptasi lagu populer menjadi bentuk lebih mirip carol modern. Abad ke-13 menyaksikan ledakan lagu Natal berbahasa lokal di Prancis, Jerman, dan Italia.

Awalnya, carol adalah lagu komunal untuk perayaan panen atau Natal, kemudian masuk gereja dan khusus dikaitkan dengan Natal. Popularitas melonjak pasca-Reformasi; Martin Luther bahkan menciptakan lagu Natal untuk ibadah. Di Inggris, Puritan melarangnya, sehingga caroling dilakukan secara rahasia.

Abad ke-19 membawa buku musik Natal yang mempopulerkan lagu-lagu seperti Good King Wenceslas dan It Came Upon the Midnight Clear, berkat komposer seperti Arthur Sullivan. Pada abad ke-20, buku Carols for Choirs memperluas pengaruhnya secara global.

Kini, carol dinyanyikan rutin di kebaktian Kristen, meski beberapa varian non-religius tetap disebut demikian. Studi di Finlandia awal abad ke-21 menunjukkan caroling tak hanya soal agama, tapi juga melestarikan tradisi nasional dan keluarga.

PENULIS: VEGA FAHNY MALIA