TERKINI Jakarta Tiadakan Pesta Tahun Baru sebagai Bentuk Empati terhadap Korban Banjir Sumatera
Jakarta, 2025
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memutuskan untuk meniadakan pesta kembang api pada malam pergantian Tahun Baru 2026. Kebijakan tersebut akan dituangkan dalam bentuk surat edaran yang berlaku bagi seluruh kegiatan perayaan yang memerlukan perizinan, baik yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah maupun pihak swasta. Langkah ini diambil sebagai bentuk empati dan solidaritas terhadap masyarakat Indonesia yang terdampak bencana alam, khususnya banjir di sejumlah wilayah Sumatera.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan bahwa keputusan tersebut telah ditetapkan dalam rapat koordinasi pemerintah daerah. Ia menegaskan bahwa larangan penggunaan kembang api akan diberlakukan secara menyeluruh di seluruh wilayah Jakarta tanpa pengecualian. Surat edaran terkait kebijakan tersebut direncanakan akan segera diterbitkan oleh Sekretaris Daerah DKI Jakarta agar dapat menjadi pedoman bagi seluruh penyelenggara kegiatan malam tahun baru.
Larangan tersebut mencakup berbagai lokasi yang selama ini menjadi pusat perayaan, seperti hotel, pusat perbelanjaan, hingga kawasan-kawasan publik yang biasa dipadati masyarakat saat pergantian tahun. Selain itu, Pemprov DKI Jakarta juga melakukan penyesuaian terhadap jumlah titik perayaan. Dari sebelumnya 14 lokasi, jumlah titik perayaan resmi dikurangi menjadi delapan titik guna menciptakan perayaan yang lebih sederhana dan terkendali.
Beberapa lokasi yang selama ini identik dengan perayaan malam tahun baru, termasuk kawasan Monumen Nasional (Monas), diputuskan tidak lagi menjadi titik utama perayaan. Untuk Tahun Baru 2026, pusat kegiatan perayaan akan dipusatkan di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat. Di lokasi tersebut, perayaan direncanakan akan dihadiri oleh Gubernur DKI Jakarta, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno, serta Sekretaris Daerah DKI Jakarta Uus Kuswanto.
Pramono menjelaskan bahwa kebijakan ini bukan dimaksudkan untuk menghilangkan semangat perayaan, melainkan sebagai bentuk kepekaan sosial di tengah situasi nasional yang masih diliputi duka akibat bencana alam. Menurutnya, meskipun wilayah Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh menjadi fokus utama perhatian, terdapat pula daerah lain seperti Jawa Barat dan Jawa Tengah yang turut mengalami dampak bencana dan membutuhkan dukungan bersama.
Sebagai bagian dari peringatan Tahun Baru yang lebih bermakna, Pemprov DKI Jakarta juga berencana menggelar kegiatan penggalangan donasi dan aksi solidaritas. Pemerintah berharap langkah ini dapat mendorong masyarakat untuk mengisi momentum pergantian tahun dengan refleksi, kepedulian, dan semangat kebersamaan, sekaligus memperkuat solidaritas antardaerah di tengah berbagai tantangan yang dihadapi bangsa.
Sumber foto: Isotck
Putri Rachmawati
Sumber dari detik.com, kompas.com, dan republika
1. https://share.google/VO1MJ5jsQgT5i8oOQ

