X

TERKINI Jejak Lintas Negara Kasus Penembakan di Brown University, Pelaku Ditemukan Tewas

21 Desember 2025 23:17 | Oleh Tim DKYLB 01

DKYLB,Minggu (12/21/2025)


  Konferensi pers aparat penegak hukum menjelaskan perkembangan penyelidikan penembakan Brown University (sumber: The National Desk) https://www.youtube.com/live/zDO-W0FeOio?si=UkiZpPyZfE75TVU5 

Penyelidikan kasus penembakan di Brown University memasuki tahap baru setelah hasil autopsi memastikan bahwa tersangka utama ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri, dua hari sebelum jasadnya ditemukan di sebuah fasilitas penyimpanan di Salem, New Hampshire

Menurut laporan The Guardian, otoritas New Hampshire memperkirakan tersangka Claudio Manuel Neves Valente meninggal pada 16 Desember 2025, sementara jasadnya baru ditemukan pada Kamis (19/12). Penemuan ini mengakhiri pencarian lintas negara bagian yang dilakukan aparat penegak hukum.

Insiden penembakan di Brown University terjadi tiga hari sebelumnya di gedung teknik Barus & Holley, Rhode Island. Dua mahasiswa, Ella Cook dan Mukhammad Aziz Umurzokov, dilaporkan tewas, sementara sembilan orang lainnya mengalami luka tembak dan menjalani perawatan medis.

Pada hari yang sama dengan perkiraan waktu kematian tersangka, seorang profesor Massachusetts Institute of Technology (MIT), Nuno Loureiro, juga meninggal dunia setelah ditembak di Massachusetts. Kedua peristiwa tersebut sempat diselidiki secara terpisah sebelum akhirnya dihubungkan melalui penelusuran kronologi pergerakan tersangka.

Jaksa Agung Rhode Island, Peter Neronha, mengatakan bahwa penyelidikan berkembang setelah adanya informasi dari masyarakat yang membantu aparat melacak kendaraan tersangka.

Informasi itu membawa kami ke kendaraan, lalu ke identitas, hingga akhirnya ke bukti yang cocok dengan apa yang kami temukan di lokasi kejadian,” ujar Neronha, seperti dikutip The Guardian.

Penyidik menemukan bahwa tersangka menggunakan kendaraan sewaan dengan pelat nomor berbeda di sejumlah lokasi. Kendaraan tersebut akhirnya ditemukan di dekat fasilitas penyimpanan di Salem, New Hampshire, bersama dengan barang bukti berupa senjata api.

Pihak berwenang juga mengonfirmasi bahwa tersangka memiliki latar belakang akademik di Brown University dan pernah menempuh pendidikan bersama korban MIT di Instituto Superior Técnico, Portugal. Namun hingga kini, motif penembakan belum ditetapkan secara resmi.

Seorang mantan rekan kuliah tersangka, Scott Watson, kepada stasiun televisi WCVB5 Boston, menyebut bahwa tersangka pernah menunjukkan ketidakpuasan terhadap kehidupan akademik di Brown University.

Dia merasa bosan dan membenci waktunya di Brown,” kata Watson, seperti dilaporkan WCVB5.

Kasus ini juga memicu respons dari pemerintah Portugal. Menteri Luar Negeri Portugal, Paulo Rangel, menyatakan negaranya terkejut dengan keterlibatan warganya dalam kasus tersebut dan menegaskan kerja sama penuh dengan otoritas Amerika Serikat.

Penyelidikan ini masih jauh dari selesai,” ujar Rangel kepada kantor berita Lusa, dikutip Associated Press.

Peristiwa di Brown University kembali menyoroti persoalan kekerasan bersenjata di Amerika Serikat, termasuk dampaknya terhadap institusi pendidikan. Aparat menegaskan bahwa penyelidikan tetap berlanjut untuk memastikan seluruh rangkaian peristiwa terungkap secara menyeluruh.

Juita Sulastri Sitohang (7024210065)