TERKINI Tanah Bergerak Landa Tapanuli Selatan, Fasilitas Umum dan Permukiman Warga Terdampak
DKYLB Kamis (18/12/2025) Fenomena Bencana alam belum
usai, di awal Desember ratusan rumah di Desa Tandihat, Kecamatan Angkola
Selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan, hancur karena tanah
bergerak. Masjid, rumah, dan fasilitas pemerintah telah roboh akibat
tanah bergerak.
Sebanyak lebih dari 600 warga memilih untuk
mengungsi di posko darurat. Saat ini warga desa diungsikan ke lokasi aman,
sebab tanah masih bergerak dan rawan menimbulkan bencana.
Kepala desa tandihat, Ranto
Panjang Sipahutar mengatakan saat ini terdapat 157 rumah rusak parah dan Sebagian
jalan di desa ini cukup parah. Warga mengatakan fenomena tanah bergerak ini terjadi
sudah dari 25 november 2025.
Banyak warga yang resah dan
ketakutan dan tidak tenang karena tanah yang terus bergeser, seorang pemilik
rumah, yaitu Porman Lubis pada selasa (16/12/2025) saat ditanya oleh jurnalis
dari liputan6, mengatakan kekhawatirannya.
"Tanahnya retak-retak dari
sana itu pertama, baru ke sini. Kami mengungsi di atas kampung ini, memang tak
layak lagi dihuni, tak berani lagi tinggal di sini. Kami mengungsi di
PTPN," ucapnya.
Ia dan ratusan keluarga lain
terpaksa meninggalkan harta benda mereka karena takut tertimbun material
longsor.
Kepala desa tandihat, Ranto
Panjang Sipahuratar memberikan konfirmasi bahwa desa ini harus cepat di
evakuasi total karena pergeseran tanah yang terus bergerak. "Jumlah
pengungsi di sini berkisar 637 jiwa atau 186 KK. Rumah terdampak dan tidak
layak lagi dipakai ada 157 rumah," ungkap dia.
Ranto juga menyampaikan rencana relokasi di area PTPN seluas 9 hektare. Namun, hingga saat ini sampai beberapa berita yang beredar Pembangunan hunian darurat atau permanen masih belum di realisasikan. Ratusan warga terus bersabar dan menunggu untuk bertahan dalam ketidakpastian, warga berharap agar cepat bisa direlokasi baik dari bantuan pemerintah, karena tidak berani lagi tinggal di desa tersebut.
2. Kompas.tv: https://www.kompas.tv/regional/637529/tanah-bergerak-rusak-157-rumah-di-tapsel-lebih-dari-600-warga-mengungsi-sapa-pagi

