X

TERKINI CUNGKRING PAK JUMAT, KULINER LEGENDARIS BOGOR YANG MENGGODA SELERA

11 November 2025 13:13 | Oleh Tim DKYLB 01

Cungkring Pak Jumat adalah kuliner legendaris khas Kota Bogor yang telah eksis sejak tahun 

1975. Berlokasi di Jalan Suryakencana, warung ini menyajikan hidangan jeroan sapi dengan 

bumbu kacang khas yang digemari berbagai kalangan masyarakat dan wisatawan. Warisan 

keluarga yang dikelola secara kolektif oleh Mang Deden dan keluarganya mempertahankan 

keaslian rasa dan konsep tradisional, menjadikannya ikon kuliner Bogor yang bertahan di 

tengah modernisasi. 

Sejarah Cungkring Pak Jumat bermula dari usaha keliling orang tua Pak Jumat yang kemudian 

memutuskan menetap dan membuka gerobak di Jalan Suryakencana, Bogor Tengah pada tahun 

1975. Kini usaha ini diteruskan dan dikelola secara kolektif oleh Mang Deden bersama 

keluarganya sebagai generasi ketiga yang dengan bangga memegang kendali dan melanjutkan 

tradisi keluarga agar cita rasa tetap terjaga. 

Mang Deden menjelaskan bahwa cungkring terdiri dari potongan kikil, urat, kuping, cingur, 

dan bagian jeroan sapi lainnya yang dimasak empuk serta disajikan dengan lontong pulen dan 

keripik tempe yang renyah. Semua disiram oleh bumbu kacang kental racikan keluarga yang 

memiliki paduan rasa manis, gurih, dan sedikit pedas khas Bogor. "Kami jaga resep turun

temurun supaya pelanggan lama betah dan pelanggan baru makin berdatangan," terang Mang 

Deden. 

Dewi, pembeli setia cungkring ini, berbagi pengalamannya: "Saya sudah makan cungkring ini 

sejak kecil. Rasanya autentik, jeroannya empuk dan bumbu kacangnya kaya rasa. Suasananya 

sederhana tapi hangat, membuat saya dan keluarga betah setiap kali datang." Dewi juga 

menyebutkan harga terjangkau Rp 20.000 per porsi yang berisi 2 urat, 2 keringan, dan 2 

lontong, yang cocok dinikmati semua kalangan. 

Cungkring Pak Jumat beroperasi setiap hari dengan sistem empat shift agar operasional 

berjalan lancar dan menjaga kualitas sajian. Shift pertama dimulai pukul 07.00-10.00, shift 

kedua 10.00-13.00, shift ketiga 13.00-17.00, dan shift keempat 17.00-21.00. Pembagian shift 

ini membuat penyajian tetap segar dan memberikan pelayanan optimal di tengah antrean 

pelanggan yang padat. 

Penjualan cungkring cukup tinggi. Pada hari biasa, Mang Deden menyebutkan bahwa rata-rata 

bisa menghabiskan sekitar 200 porsi. Sedangkan pada akhir pekan seperti Sabtu dan Minggu, 

jumlah porsi yang habis bisa meningkat hingga 600 porsi dalam satu hari, didorong oleh 

tingginya antusiasme pelanggan dari warga lokal maupun wisatawan yang memanfaatkan libur 

untuk menikmati kuliner legendaris ini. 

Letak strategis di Jalan Suryakencana membuat Cungkring Pak Jumat mudah dijangkau dan 

menjadi destinasi kuliner wajib di Bogor. Kesederhanaan tempat dan rasa otentik menjadi daya 

tarik kuat. Keunikan cungkring sebagai kuliner tradisional Bogor dengan filosofi 

memanfaatkan daging sapi secara maksimal membuatnya menjadi simbol ketahanan budaya 

pangan lokal. 

Cungkring Pak Jumat bukan sekadar sajian makanan, tetapi juga warisan budaya yang 

merefleksikan tradisi dan kearifan lokal. Mang Deden berharap usaha keluarganya ini terus 

lestari dan menjadi ikon kekayaan kuliner Bogor yang mampu dinikmati oleh banyak generasi 

ke depan.


Reporter : Amanda Agustina

Tanggal Liputan: 7 November 2025

Lokasi: Jalan Suryakencana, Bogor Tengah, Kota Bogor