X

TERKINI Laboran TVUP, Penjaga Profesionalisme Mahasiswa di Dunia Penyiaran Kampus

11 November 2025 13:07 | Oleh Tim DKYLB 01

Jakarta — Di tengah pesatnya perkembangan dunia media digital dan kehidupan metropolitan, Laboratorium Televisi Universitas Pancasila (TVUP) menjadi salah satu wadah pembelajaran praktik penyiaran yang aktif membentuk generasi muda berkarier di industri kreatif. Di balik lancarnya proses produksi di TVUP, terdapat sosok tenaga laboran yang berperan penting memastikan seluruh kegiatan berjalan sesuai standar profesional.

“Sebagai tenaga laboran di Laboratorium Komunikasi TVUP, tanggung jawab utama saya adalah memastikan seluruh kegiatan produksi dan pembelajaran berjalan dengan baik dan sesuai SOP,” ujar tenaga laboran TVUP, saat ditemui di ruang kontrol laboratorium. Ia menambahkan, dirinya juga membantu mahasiswa dalam memahami pengoperasian perangkat televisi seperti kamera, audio, lighting, dan sistem kontrol (MCR). Selain itu, ia bertanggung jawab atas administrasi surat menyurat dan peminjaman alat agar kegiatan produksi dapat berlangsung lancar.

Dalam kesehariannya, tenaga laboran tersebut berkolaborasi dengan mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi, asisten laboratorium, dan dosen pengampu mata kuliah broadcasting. “Kami bekerja bersama dalam setiap kegiatan produksi, termasuk dokumentasi acara kampus dan liputan eksternal. Ini jadi ruang belajar nyata bagi mahasiswa agar bisa merasakan suasana kerja profesional seperti di industri media sesungguhnya,” tambahnya.

Waktu tersibuk baginya adalah pertengahan hingga akhir semester, saat mahasiswa tengah mempersiapkan ujian praktik, tugas akhir karya, atau peliputan kegiatan besar kampus seperti wisuda. Namun, justru pada momen inilah ia merasa bangga melihat perkembangan mahasiswa. “Bagian paling menarik dari pekerjaan ini adalah melihat mahasiswa yang awalnya tidak paham alat, kini bisa menghasilkan karya yang membanggakan,” ujarnya.

Kegiatan produksi TVUP umumnya dilakukan di studio televisi Laboratorium Komunikasi Universitas Pancasila yang dilengkapi fasilitas standar nasional, mulai dari kamera profesional, perangkat lighting, green screen, hingga ruang kontrol. Namun, sebagian produksi juga dilakukan di lapangan atau area luar kampus untuk kebutuhan liputan dan dokumenter. “Dengan fasilitas lengkap dan lingkungan yang mendukung, mahasiswa punya ruang luas untuk bereksperimen,” jelasnya.

Pandangan serupa disampaikan oleh salah satu kru TVUP yang biasa bertugas sebagai cameraman. Ia menjelaskan bahwa setiap anggota memiliki tanggung jawab masing-masing agar produksi berjalan efektif. “Biasanya kami punya PIC di tiap produksi, kadang asisten laboratorium yang memimpin. Koordinasi dan komunikasi jadi kunci utama supaya hasil maksimal,” ujarnya.

Kru tersebut menambahkan bahwa kegiatan produksi bisa berlangsung dua hari hingga dua minggu, tergantung pada skala proyek, misalnya untuk project. “Awalnya saya ikut karena terlihat seru, tapi lama-lama jadi suka karena banyak belajar hal baru soal produksi media,” ungkapnya.

Tenaga laboran menegaskan bahwa perannya bukan sekadar teknis, tetapi juga bagian penting dalam peningkatan kualitas pembelajaran mahasiswa di era media digital metropolitan. “Laboran adalah penghubung antara teori dan praktik. Kalau mahasiswa bisa bekerja dengan sistematis dan profesional sejak di kampus, mereka akan lebih siap menghadapi dunia industri,” tutupnya dengan senyum yakin.