X

TERKINI Media Sosial Mendominasi Sumber Informasi, Anak Muda Mulai Beralih ke AI

11 November 2025 10:25 | Oleh Tim DKYLB 01

JAKARTA, KOMPAS — Di seluruh dunia, ketergantungan pada media sosial, platform video, dan agregator daring meningkat, sementara media tradisional, seperti media cetak, televisi, dan daring, kian ditinggalkan. Namun, media tradisional tepercaya masih menjadi andalan untuk memeriksa informasi, sementara pemengaruh media sosial dan tokoh daring dianggap sebagai ancaman utama sumber informasi palsu atau menyesatkan.

Perilaku masyarakat dalam mengonsumsi berita ini dilaporkan dalam laporan tahunan The Reuters Institute Digital News Reports 2025, yang diluncurkan Selasa (17/6/2025). Laporan didukung data survei YouGov dari hampir 100.000 responden di 48 pasar.

”Sementara kepercayaan secara keseluruhan terhadap berita tetap stabil selama tiga tahun berturut-turut di angka 40 persen, dua tema yang muncul perlu mendapatkan perhatian serius. Pertama, munculnya ekosistem media alternatif: YoutuberTiktoker, dan podcaster,” kata Mitali Mukherjee, Direktur Reuters Institute for the Study of Journalism, dalam pengantar laporan. ”Tema kedua yang muncul adalah bahwa chatbot AI (artificial intelligence) digunakan sebagai sumber berita untuk pertama kali.”

Menurut Mukherjee, media alternatif memiliki jangkauan dan daya tarik yang luas bagi khalayak. Akan tetapi, laporan juga menunjukkan bahwa dalam hal sumber informasi palsu atau menyesatkan, pemengaruh dan tokoh daring dipandang sebagai ancaman terbesar di seluruh dunia bersama dengan politisi nasional.

Terkait chatbot AI yang digunakan sebagai sumber berita untuk pertama kalinya, meskipun jumlahnya masih relatif kecil secara keseluruhan, penggunanya jauh lebih tinggi pada khalayak muda. ”Di berbagai negara, responden survei memperkirakan bahwa AI akan membuat berita lebih murah untuk diproduksi tetapi juga kurang dapat dipercaya,” tulis Mukherjee.

penulis: Adrian Rifqi Alwafi