X

TERKINI Suasana Pagi di Pasar Elok, Ramai dan Penuh Kehangatan Interaksi Penjual-Pembeli

09 November 2025 22:45 | Oleh Tim DKYLB 02

DKYLB.com (9/11/2025)

Jakarta Timur, 9 November 2025 – Suasana di Pasar Elok pada Minggu pagi tampak ramai dan penuh interaksi sosial antara penjual dan pembeli. Para pedagang sudah mulai membuka lapak sejak subuh, sementara pembeli berdatangan silih berganti untuk memenuhi kebutuhan dapur. Suara tawar-menawar, aroma bumbu dapur, dan lalu-lalang pembeli menciptakan suasana khas pasar tradisional yang hidup dan hangat.

Salah satu pedagang yang ditemui adalah Ibu Towiyah, yang telah lama berjualan di pasar tersebut. Ia mengaku merasa nyaman bekerja di pasar tradisional karena suasana yang akrab antarpenjual dan pelanggan.

“Nyaman-nyaman aja, tapi semenjak maraknya jualan online jadi tantangan aja sih buat kami. Untungnya di sini masih rame terus, pembelinya banyak yang langganan,” ujar Ibu Towiyah sambil menata cabai di lapaknya.

Terkait harga bahan pokok, hasil pengamatan menunjukkan bahwa harga masih relatif stabil.

“Cabe merah harganya enam puluh ribu, rawit merah sama ijo empat puluh ribu, bawang merah dan putih empat puluh lima ribu. Masih bisa dibilang harga normal, yang naik cuma cabe merah sih,” tambahnya.

Selain pedagang, seorang pembeli bernama Ibu Nunung juga memberikan tanggapan mengenai harga bahan pokok dan alasan tetap memilih pasar tradisional.

“Harga perdapuran sudah mulai merangkak naik seperti harga cabai merah yang sudah mencapai enam puluh ribu, cabai rawit merah dan hijau empat puluh ribu, perbawangan juga sudah mulai merangkak naik dengan harga empat puluh lima ribu. Saya sebagai ibu rumah tangga sekaligus pembeli harus menekan angka belanja agar tercukupi kebutuhan sehari-hari dengan cara berbelanja di pasar tradisional. Karena kalau belanja di supermarket, harga sudah jelas jauh lebih mahal dan lokasi supermarket pun lumayan jauh dari rumah,” jelasnya sambil memilih bawang merah di lapak langganannya.

Sementara itu, pembeli lainnya, Ibu Yesi, juga mengungkapkan pandangannya mengenai suasana pasar yang tetap ramai meski harga beberapa bahan naik. Ia menilai bahwa berbelanja di pasar tradisional tetap menjadi pilihan yang menyenangkan karena bisa langsung menawar dan berinteraksi dengan pedagang.

“Kalau di pasar, suasananya lebih hangat dan bisa ngobrol langsung sama penjual. Memang harga cabai merah sekarang agak tinggi, tapi masih bisa disiasati karena pilihan bahan di pasar lebih beragam dan segar. Saya juga lebih percaya sama kualitas barang di sini,” ujar Ibu Yesi sambil tersenyum setelah menimbang sayuran di lapak langganannya.

Keramaian di Pasar Elok menunjukkan bahwa pasar tradisional masih menjadi pilihan utama masyarakat untuk memenuhi kebutuhan dapur. Selain karena harga yang lebih terjangkau dan bahan yang segar, suasana akrab serta interaksi sosial yang terjalin antara penjual dan pembeli menjadi daya tarik tersendiri yang sulit tergantikan oleh pasar modern maupun belanja daring.


(Faizah Bilqis Luthfiani)


Fadli Zon minta Ahmad Dhani Stem Piano Memeriahkan Hari Musik

Menteri Kebudayaan menyampaikan bahwa musik Indonesia memiliki kekayaan yang luar biasa, mulai dari musik tradisional hingga musik kontemporer yang terus berkembang seiring dengan penguatan ekosistem industri musik nasional, dia menekankan pentingnya kolaborasi antara musisi, seniman, budayawan, dan pemerintah.

10 Maret 2026 15:59 | tokoh