X

TERKINI Purbaya Soroti Lemahnya Permintaan Rumah, Serapan Kredit BTN Hanya 19 Persen

08 November 2025 22:20 | Oleh Tim DKYLB 01

Jakarta, 6 November 2025 – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti masih lemahnya permintaan di sektor perumahan nasional. Hal ini terlihat dari rendahnya penyerapan dana pemerintah oleh PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN, yang baru mencapai 19 persen dari total alokasi Rp200 triliun yang ditempatkan di lima bank Himbara.


Alhamdulillah saya sebar di lima bank Rp200 triliun itu di Mandiri, BRI, BNI, BTN, dan BSI. Rata-rata penyerapannya sudah lumayan, kecuali BTN baru 19 persen. Uangnya nanti akan saya pindahkan ke tempat lain,” ujar Purbaya dalam Rapat Kerja dengan Komite IV DPR RI di Jakarta, Senin (3/11).


Dari total penempatan dana tersebut, realisasi penyaluran kredit hingga 30 September 2025 mencapai Rp112,4 triliun atau sekitar 56 persen. Rinciannya, Bank Mandiri menyalurkan Rp40,6 triliun (74 persen), BRI Rp33,9 triliun (62 persen), BNI Rp27,6 triliun (50 persen), BTN Rp4,8 triliun (19 persen), dan BSI Rp5,5 triliun (55 persen).


Purbaya menjelaskan, rendahnya serapan dana di BTN menggambarkan lemahnya permintaan masyarakat terhadap pembiayaan rumah. Hal ini disebabkan daya beli yang belum sepenuhnya pulih akibat tekanan ekonomi beberapa tahun terakhir.


BTN awalnya bilang akan menyerap dana besar, tapi ternyata realisasinya rendah. Ini menggambarkan bahwa demand di sektor perumahan masih lemah. Ekonomi perlu jalan dulu baru pelan-pelan permintaan rumah tumbuh,” ungkapnya.


Meski demikian, Purbaya tetap optimistis kondisi ini bersifat sementara. Ia memperkirakan pemulihan pendapatan masyarakat akan mulai terlihat pada tahun depan dan sektor perumahan akan kembali bergairah pada 2026.


Dengan pergerakan ekonomi seperti sekarang, seharusnya income akan kembali secara bertahap. Tahun 2026 saya pikir pendapatan sektor perumahan akan kembali sehat,” ujarnya.


Selain itu, kebijakan penempatan dana pemerintah di bank Himbara dinilai mulai menunjukkan hasil positif. Berdasarkan data Kementerian Keuangan, uang beredar primer (base money) tumbuh 13,2 persen pada September 2025. Menurut Purbaya, hal ini menandakan likuiditas sistem keuangan meningkat dan mampu mendukung aktivitas ekonomi nasional.


Sementara itu, data Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) menunjukkan penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) hingga 20 Oktober 2025 mencapai 203.439 unit rumah dengan nilai Rp25,24 triliun. Sejak 2022, total realisasi FLPP mencapai 858.739 unit rumah dengan nilai Rp101,3 triliun.


Rendahnya serapan dana oleh BTN menjadi sinyal lemahnya permintaan di sektor perumahan akibat daya beli masyarakat yang belum pulih sepenuhnya. Namun, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis kondisi ini bersifat sementara dan sektor perumahan akan kembali tumbuh sehat pada 2026 seiring dengan meningkatnya pendapatan dan aktivitas ekonomi nasional.

Bisathul lais
Diolah oleh Kumparan dan CNN  Indonesia


Fadli Zon minta Ahmad Dhani Stem Piano Memeriahkan Hari Musik

Menteri Kebudayaan menyampaikan bahwa musik Indonesia memiliki kekayaan yang luar biasa, mulai dari musik tradisional hingga musik kontemporer yang terus berkembang seiring dengan penguatan ekosistem industri musik nasional, dia menekankan pentingnya kolaborasi antara musisi, seniman, budayawan, dan pemerintah.

10 Maret 2026 15:59 | tokoh