X

TERKINI Prabowo Tanggapi Polemik Utang Kereta Cepat: Proyek Strategis Tak Bisa Dihitung Hanya dari Angka

05 November 2025 11:12 | Oleh Tim DKYLB 01

Prabowo Subianto menanggapi perdebatan publik terkait isu utang proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (Whoosh) yang kembali mencuat dalam beberapa pekan terakhir. Ia menilai, perbincangan mengenai utang negara sebaiknya tidak dilepaskan dari konteks pembangunan jangka panjang dan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Menurut Prabowo, proyek seperti Kereta Cepat Whoosh merupakan bagian dari strategi besar Indonesia untuk meningkatkan konektivitas dan efisiensi transportasi nasional. Ia menegaskan bahwa negara tidak bisa hanya fokus pada angka pinjaman tanpa melihat dampak ekonomi yang dihasilkan.

“Kita tidak boleh melihat utang hanya dari nominalnya saja. Kalau utang itu digunakan untuk membangun infrastruktur yang bermanfaat dan meningkatkan produktivitas bangsa, maka itu investasi, bukan beban,” ujar Prabowo dalam keterangannya.

Ia menambahkan, setiap negara maju pernah melewati tahap pembiayaan besar untuk proyek strategis. Namun, hasilnya akan terasa jika pengelolaan dan tata kelola proyek berjalan dengan transparan dan efisien.

“Negara seperti Jepang dan Tiongkok pun membangun infrastruktur besar lewat pinjaman. Yang penting adalah bagaimana proyek itu memberi nilai tambah bagi rakyat,” lanjutnya.

Pernyataan Prabowo tersebut muncul di tengah meningkatnya kritik terkait besarnya biaya proyek Kereta Cepat Whoosh yang mencapai lebih dari Rp 100 triliun. Beberapa pihak menilai proyek tersebut membebani keuangan negara. Namun, pemerintah menegaskan bahwa sebagian besar pembiayaan dilakukan melalui skema bisnis BUMN dan investasi luar negeri, bukan murni dari APBN.

Ekonom menilai pernyataan Prabowo sejalan dengan pandangan bahwa utang produktif merupakan instrumen penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Selama pengembalian investasi dapat terukur, proyek seperti Whoosh bisa menjadi katalis bagi kemajuan infrastruktur Indonesia.

Sementara itu, Prabowo menyatakan komitmennya untuk melanjutkan pembangunan infrastruktur strategis pada periode pemerintahannya, dengan penekanan pada efisiensi, transparansi, dan keberlanjutan ekonomi.

“Kita akan terus bangun, tapi dengan tata kelola yang lebih baik dan transparan. Infrastruktur bukan beban, tapi fondasi kemajuan bangsa,” tutupnya.


BY : KIRANA BRILYANT


Fadli Zon minta Ahmad Dhani Stem Piano Memeriahkan Hari Musik

Menteri Kebudayaan menyampaikan bahwa musik Indonesia memiliki kekayaan yang luar biasa, mulai dari musik tradisional hingga musik kontemporer yang terus berkembang seiring dengan penguatan ekosistem industri musik nasional, dia menekankan pentingnya kolaborasi antara musisi, seniman, budayawan, dan pemerintah.

10 Maret 2026 15:59 | tokoh