TERKINI Pencemaran Lingkungan Diduga Berasal dari Limbah Dapur MBG di Solo
Pencemaran Lingkungan Diduga Berasal dari Limbah Dapur MBG di Solo
Surakarta (Solo) — Warga di kawasan kelurahan Kelurahan Banyuanyar, Kecamatan Kecamatan Banjarsari, Kota Kota Surakarta (Solo) melapor ke layanan pengaduan resmi bahwa aktivitas dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) (melalui satuan pelaksana Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)) di wilayah mereka diduga telah mencemari lingkungan sekitar. (radarsolo.jawapos.com)
Latar Belakang
Program MBG yang digagas secara nasional dilaksanakan melalui unit dapur (SPPG) untuk menyajikan makanan bergizi bagi penerima manfaat. Namun, di Solo muncul aduan bahwa salah satu dapur MBG—yang berlokasi di wilayah padat pemukiman di Banyuanyar—menimbulkan dampak lingkungan. Menurut laporan warga RT 01/RW 06 Kelurahan Banyuanyar, limbah dari dapur tersebut “mencemari lingkungan” karena sistem pembuangan limbah belum sesuai standar. (JOGLOSEMAR NEWS)
Kronologi Adanya Aduan
-
Pada 16 Oktober 2025, seorang warga bernama Sumarman melaporkan ke layanan pengaduan Unit Layanan Aduan Surakarta (ULAS) bahwa limbah dari dapur MBG di wilayahnya “mencemari lingkungan”. (radarsolo.jawapos.com)
-
Warga menyatakan bahwa limbah cucian dan pembuangan dapur meluap ke saluran warga, mengeluarkan bau menyengat, dan meresahkan belasan rumah di RT tersebut. (JOGLOSEMAR NEWS)
-
Pihak pengelola SPPG di lokasi mengaku telah melakukan komunikasi serta menyiapkan langkah penanganan, termasuk pembangunan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) tambahan. (JOGLOSEMAR NEWS)
-
Pemerintah kota melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surakarta menanggapi aduan tersebut dengan memerintahkan pengecekan lapangan terhadap pengelolaan limbah dapur MBG. (solopos.espos.id)
-
Sementara itu, pembangunan dapur SPPG di RT 01/RW 10 Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari juga sempat ditangguhkan menyusul penolakan warga. (tempo.co)
Pernyataan Pihak Terkait
-
Winarno, perwakilan Satgas MBG Kota Solo, menyatakan: “Warga menduga pencemaran berasal dari dapur, tetapi kita harus cek dulu benar atau tidaknya.” (MerahPutih)
-
Kepala DLH setempat, Agung Riyadi, mengutarakan bahwa pihaknya telah menginstruksikan tim untuk melakukan pengecekan serta meminta pengelola SPPG untuk membuat Surat Pernyataan Kesanggupan Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan Hidup (SPPL). (MerahPutih)
-
Pihak pengelola SPPG di Banyuanyar menyatakan akan menambah IPAL dan sudah melakukan komunikasi dengan warga setempat untuk meredam keprihatinan warga. (JOGLOSEMAR NEWS)
-
Di tingkat legislatif, DPRD Kota Surakarta melalui Wakil Ketua Daryono menyebut bahwa Satgas MBG tidak memiliki kewenangan langsung untuk menutup dapur, hanya dapat memberi rekomendasi atau arahan. (solo.pks.id)
Dampak dan Kekhawatiran Warga
Warga setempat menyampaikan beberapa dampak nyata sebagai berikut:
-
Saluran pembuangan dapur yang dianggap tidak memenuhi standar bocor ke area permukiman, menyebabkan air limbah masuk ke saluran warga dan menimbulkan bau menyengat. (JOGLOSEMAR NEWS)
-
Setidaknya 10–20 rumah di RT terdekat merasa terganggu aktivitas dan kenyamanannya akibat kondisi tersebut. (JOGLOSEMAR NEWS)
-
Kekhawatiran bahwa pengoperasian dapur di kawasan hunian akan mengubah karakter lingkungan, dari residensial tenang menjadi lingkungan yang beraktivitas 24 jam dengan potensi polusi, limbah dan kebisingan. (detikcom)
Penanganan & Langkah Ke Depan
Berdasarkan informasi terkini, langkah-langkah penanganan yang sedang diambil adalah:
-
Pihak DLH melakukan verifikasi lapangan dan analisis apakah limbah tersebut benar berasal dari dapur MBG atau sumber lain. (solopos.espos.id)
-
Pengelola SPPG setempat mempersiapkan pembangunan tambahan IPAL untuk mengelola limbah cair. (JOGLOSEMAR NEWS)
-
Sosialisasi dan mediasi antara pengelola dengan warga setempat agar ada mekanisme pengaduan dan pengawasan warga terhadap aktivitas dapur. (detikcom)
-
DPRD dan pemerintah kota mengupayakan regulasi atau pedoman yang lebih jelas agar dapur MBG yang berlokasi di kawasan padat pemukiman lebih aman lingkungan serta pelaksanaannya tidak mengganggu warga. (solo.pks.id)
Tantangan dan Catatan Penting
-
Meskipun ada aduan, hingga saat ini belum dipublikasikan hasil uji laboratorium independen yang secara definitif menyatakan bahwa limbah pencemaran berasal dari dapur MBG.
-
Lokasi dapur MBG yang bersinggungan dengan area hunian menambah kompleksitas pengelolaan limbah serta potensi konflik lingkungan.
-
Peran pengawasan dan penegakan dari pemerintah kota masih terbatas karena regulasi yang ada belum memberikan kewenangan penuh untuk menutup operasional dapur MBG secara mandiri.
-
Pentingnya transparansi terhadap warga dan keterlibatan masyarakat dalam pengawasan agar program seperti MBG — yang memiliki tujuan sosial penting — tidak memberi dampak negatif lingkungan.
Kesimpulan
Aduan limbah dari dapur MBG di Solo menunjukkan bahwa pelaksanaan program sosial harus selaras dengan kepedulian lingkungan dan partisipasi masyarakat lokal. Pemerintah kota, pengelola SPPG, serta warga perlu bekerja sama agar pengelolaan limbah dan operasional dapur MBG berjalan tertib, aman bagi lingkungan, dan tidak menimbulkan dampak bagi kenyamanan warga. Jika terbukti terjadi pencemaran, maka perlu langkah tegas dan berkelanjutan untuk perbaikan — agar tujuan “bergizi” dari program tidak dibarengi oleh kerugian lingkungan atau warga.
BY : KIRANA BRILYANT

