X

TERKINI Prabowo Perintahkan Dirut KAI Untuk Menambah Gerbong KRL Jabodetabek

04 November 2025 13:32 | Oleh Tim DKYLB 01

DKYLB.com, Selasa (04/11/2025) Permintaan ini disampaikan Prabowo saat Bobby menyambangi Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (3/11/2025). "Layanan ke depannya apa yang diperlukan kereta api? Tambahkan gerbong, perbaiki gerbong yang ada," kata Bobby usai bertemu Prabowo, Senin. Bobby menyampaikan, Prabowo secara jelas meminta keamanan dan kenyamanan menjadi prioritas utama.

Oleh karenanya, penambahan gerbong akan dilakukan secepatnya. "Nyamankan penumpang, terutama yang perempuan; stasiun, lintasan kereta, dan gerbong harus bersih, terutama peningkatan-peningkatan fasilitas di stasiun, fasilitas operasi yang ada di lintasan, dan bahkan juga meningkatkan infrastruktur dari lintasan yang ada," ucap Bobby.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden juga memerintahkan PT KAI untuk mengecek wilayah-wilayah rawan banjir dan longsor agar perjalanan kereta api tetap aman selama musim hujan.

"Menyambut Nataru, beliau juga memerintahkan kami untuk mengecek secara detail daerah rawan, terutama daerah rawan banjir dan longsor,” ujar Bobby.

Bobby menjelaskan, KRL Jabodetabek yang setiap hari melayani jutaan penumpang sudah mengalami kepadatan berlebih pada jam sibuk. Karena itu, Prabowo meminta KAI mempercepat pengadaan gerbong baru.

“Saat ini KRL kita sudah berdempet-dempetan. Beliau sangat concern dengan hal itu dan meminta agar penambahan gerbong dilakukan secepatnya,” ungkapnya.

KAI diketahui telah memesan 12 rangkaian kereta (train set) dari PT Inka dan 11 train set dari China Railway Rolling Stock Corporation (CRRC).

Delapan unit CRRC telah beroperasi penuh, sementara tiga lainnya ditargetkan beroperasi pada November 2025. Empat train set buatan Inka saat ini masih menjalani uji teknis.

(Naufal Azka Faris)

sumber: merdeka.com, kompas.com, antaranews.com


Fadli Zon minta Ahmad Dhani Stem Piano Memeriahkan Hari Musik

Menteri Kebudayaan menyampaikan bahwa musik Indonesia memiliki kekayaan yang luar biasa, mulai dari musik tradisional hingga musik kontemporer yang terus berkembang seiring dengan penguatan ekosistem industri musik nasional, dia menekankan pentingnya kolaborasi antara musisi, seniman, budayawan, dan pemerintah.

10 Maret 2026 15:59 | tokoh