TERKINI Tembok TPU Jeruk Purut Ambruk Dihantam Hujan Deras
Hujan deras yang mengguyur wilayah Jakarta Selatan pada Rabu (29/10) malam menyebabkan tembok pembatas di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Jeruk Purut ambruk. Peristiwa ini kembali mengingatkan masyarakat akan rapuhnya infrastruktur kota terhadap curah hujan ekstrem yang melanda ibu kota dalam beberapa pekan terakhir.
Menurut keterangan warga sekitar, hujan turun dengan intensitas tinggi sejak pukul 18.00 WIB dan berlangsung lebih dari dua jam. Tak lama setelah hujan mereda, bagian tembok sepanjang sekitar 15 meter di sisi timur TPU roboh dan sebagian tanah di sekitarnya longsor.
“Kami dengar suara keras seperti tembok jatuh. Setelah dicek, ternyata dinding pembatasnya sudah ambruk dan air dari area makam mengalir deras,” ujar Rudi (45), warga Cilandak Barat, yang tinggal di dekat lokasi kejadian.
Petugas Langsung Lakukan Penanganan
Petugas dari Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Selatan segera turun ke lokasi untuk melakukan pembersihan material dan pemeriksaan struktur bangunan lainnya. Kepala Seksi Pemakaman Sudin Pertamanan Jakarta Selatan, Arif Rahman, menyebutkan bahwa pihaknya tengah menilai penyebab utama keruntuhan serta menyiapkan langkah perbaikan cepat.
“Kami pastikan tidak ada korban dan akses warga aman. Struktur di sekelilingnya juga sedang kami cek agar tidak terjadi ambruk susulan,” jelasnya.
Hujan Ekstrem Masih Mengintai Jakarta
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya telah mengeluarkan peringatan dini mengenai potensi hujan lebat disertai angin kencang di wilayah Jabodetabek. Fenomena ini dipengaruhi oleh peningkatan aktivitas awan konvektif di selatan Jakarta dan pertemuan angin dari Laut Jawa.
Akibat curah hujan yang tinggi, beberapa wilayah lain di Jakarta Selatan juga sempat mengalami genangan air, meskipun tidak sampai menimbulkan banjir besar.
Perlu Evaluasi Ketahanan Infrastruktur
Ahli tata kota Universitas Indonesia, Dini Anggraini, menilai bahwa kejadian di TPU Jeruk Purut menunjukkan pentingnya evaluasi rutin terhadap infrastruktur publik di wilayah rawan hujan deras.
“Masih banyak fasilitas publik yang belum dirancang untuk menghadapi intensitas hujan ekstrem. Pemerintah perlu melakukan audit bangunan dan sistem drainase agar kejadian serupa tidak terulang,” ujarnya.
Insiden ambruknya tembok TPU Jeruk Purut menjadi pengingat bahwa kesiapan infrastruktur menghadapi cuaca ekstrem masih harus ditingkatkan. Pemerintah dan masyarakat diharapkan dapat bekerja sama dalam menjaga lingkungan serta memastikan sistem drainase dan struktur bangunan tetap aman di tengah meningkatnya curah hujan di Jakarta.
By : Kirana Brilyant

