X

TERKINI Fenomena “Work From Anywhere” Mengubah Budaya Kerja Anak Muda

29 Oktober 2025 15:10 | Oleh Tim DKYLB 01

Fenomena work from anywhere (WFA) kini menjadi bagian dari gaya hidup kerja generasi muda. Menurut Katadata.co.id dalam artikelnya “Tren Digital Nomad Meningkat Pasca Pandemi”, banyak pekerja muda memilih menjadi digital nomad—bekerja sambil berkeliling dunia. Pandemi telah mempercepat perubahan ini karena perusahaan dan karyawan menyadari bahwa pekerjaan tidak harus dilakukan di kantor untuk tetap produktif.

Sementara itu, Kompas.com dalam artikelnya “Kantor Hybrid Jadi Pilihan Perusahaan Masa Kini” menyebutkan bahwa banyak perusahaan kini mengadopsi sistem kerja hybrid, memadukan kerja di kantor dan jarak jauh. Kebijakan ini menjadi solusi bagi perusahaan untuk menjaga efisiensi sekaligus memberikan fleksibilitas bagi karyawan. Bagi generasi muda, sistem ini memberi ruang untuk mengatur waktu kerja sesuai kebutuhan pribadi tanpa kehilangan rasa keterhubungan dengan tim.

Dari sisi sosial dan psikologis, BBC Indonesia melalui artikel “Generasi Muda dan Keinginan Bekerja Tanpa Batas Lokasi” menyoroti bahwa generasi muda tidak hanya mencari penghasilan, tetapi juga pengalaman dan keseimbangan hidup. Mereka memandang pekerjaan sebagai bagian dari identitas yang fleksibel dan global. WFA memberi kesempatan untuk bekerja dari mana saja—baik dari kafe di Bali, coworking space di Bangkok, atau bahkan dari rumah di kota kecil.

Fenomena ini menunjukkan pergeseran nilai dalam dunia kerja modern. Anak muda kini lebih menekankan kebebasan, kreativitas, dan keseimbangan hidup dibandingkan rutinitas kantoran konvensional. Dengan dukungan teknologi dan budaya kerja yang makin terbuka, tren work from anywhere diprediksi akan terus berkembang dan menjadi standar baru di masa depan.


Fadli Zon minta Ahmad Dhani Stem Piano Memeriahkan Hari Musik

Menteri Kebudayaan menyampaikan bahwa musik Indonesia memiliki kekayaan yang luar biasa, mulai dari musik tradisional hingga musik kontemporer yang terus berkembang seiring dengan penguatan ekosistem industri musik nasional, dia menekankan pentingnya kolaborasi antara musisi, seniman, budayawan, dan pemerintah.

10 Maret 2026 15:59 | tokoh