X

TERKINI Utang Proyek Whoosh Jadi Sorotan, KPK Mulai Penyelidikan

27 Oktober 2025 21:55 | Oleh Tim DKYLB 01

Jakarta, 28 Oktober 2025 -

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi memulai penyelidikan awal terkait dugaan mark up atau pembengkakan biaya dalam proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (Whoosh). Proyek yang diresmikan pada 2023 itu menjadi sorotan publik setelah nilai investasinya meningkat signifikan dari perkiraan awal sekitar 6 miliar dolar AS menjadi lebih dari 8 miliar dolar AS atau setara lebih dari Rp120 triliun.

Juru Bicara KPK, Ali Fikri, menyatakan bahwa lembaganya tengah mengumpulkan data dan dokumen pendukung mengenai proses penganggaran proyek, termasuk kerja sama antara PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) dan para kontraktor. “Kami masih tahap pengumpulan bahan dan keterangan. Fokusnya pada transparansi dan akuntabilitas penggunaan dana,” ujar Ali Fikri dikutip dari sejumlah media nasional, Kamis (23/10).

Sebelumnya, Direktur Utama PT KAI, Didiek Hartantyo, yang juga salah satu pemegang saham utama dalam proyek KCIC, menyebut bahwa pembengkakan biaya proyek menjadi “bom waktu” bagi keuangan perusahaan. Ia menjelaskan bahwa utang dan bunga yang muncul akibat keterlambatan pengerjaan dan perubahan desain konstruksi perlu diantisipasi agar tidak membebani keuangan negara di masa mendatang.

Pakar transportasi menilai bahwa penyelidikan ini penting untuk memastikan proyek strategis nasional dijalankan sesuai prinsip good governance. Mereka mengingatkan agar pemerintah dan BUMN terkait lebih terbuka soal struktur pembiayaan proyek serta mekanisme pembayaran utang. Publik pun menanti hasil penyelidikan KPK, karena proyek Whoosh menjadi simbol modernisasi transportasi Indonesia yang seharusnya dikelola secara efisien dan bebas dari praktik korupsi.

Sumber; Kompas.id , CNBC Indonesia.com , Sinarharapan.co

(TIARA SHINTA RAMADHANTY) 


Fadli Zon minta Ahmad Dhani Stem Piano Memeriahkan Hari Musik

Menteri Kebudayaan menyampaikan bahwa musik Indonesia memiliki kekayaan yang luar biasa, mulai dari musik tradisional hingga musik kontemporer yang terus berkembang seiring dengan penguatan ekosistem industri musik nasional, dia menekankan pentingnya kolaborasi antara musisi, seniman, budayawan, dan pemerintah.

10 Maret 2026 15:59 | tokoh