TERKINI Fakta Baru Kasus Timothy Anugerah Mahasiswa Unud
Jakarta, 27 Oktober 2025-
Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Udayana (FISIP Unud), Timothy Anugerah Saputra, dinyatakan meninggal dunia pada Rabu pagi, 15 Oktober 2025. Berdasarkan informasi yang beredar, Timothy diduga tewas setelah melompat dari lantai dua gedung FISIP Unud sekitar pukul 08.00 WITA.
Kabar duka ini segera menyebar luas di kalangan mahasiswa dan masyarakat. Sejumlah saksi menyebutkan bahwa korban sempat terlihat sendirian di area kampus sebelum kejadian. Petugas keamanan kampus dan tim medis langsung mengevakuasi korban ke rumah sakit terdekat, namun nyawanya tidak tertolong.
Kasus ini menjadi sorotan setelah muncul dugaan bahwa Timothy mengalami perundungan (bullying) dari sejumlah rekan organisasinya. Dugaan tersebut mencuat setelah pihak kepolisian menemukan beberapa barang pribadi milik korban beserta catatan yang diduga berisi pesan emosional. Kepolisian Denpasar telah memanggil sejumlah saksi untuk dimintai keterangan, termasuk teman seangkatan dan anggota organisasi tempat korban bernaung.
Pihak Universitas Udayana menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya Timothy. Melalui keterangan resmi, pihak kampus menyatakan akan bekerja sama dengan aparat penegak hukum dalam mengusut tuntas kasus ini serta menegaskan komitmen untuk menciptakan lingkungan kampus yang aman dan bebas dari kekerasan.
Sementara itu, teman-teman korban menggelar doa bersama di halaman kampus sebagai bentuk solidaritas dan penghormatan terakhir. Mereka berharap kasus ini dapat menjadi pelajaran bagi seluruh civitas akademika agar tidak menyepelekan tindakan perundungan dalam bentuk apa pun.
Kematian Timothy Anugerah Saputra meninggalkan duka mendalam sekaligus peringatan keras bahwa praktik kekerasan verbal maupun nonverbal di lingkungan pendidikan harus dihentikan. Semua pihak kini menanti hasil penyelidikan polisi untuk memastikan penyebab pasti kematian mahasiswa berusia 21 tahun tersebut.
Sumber; Tempo, Tv One, Disway
(TIARA SHINTA RAMADHANTY)

