TEKNOLOGI Variasi dan Seleksi Selama Pandemi: Menuju Kerangka Kerja Multipleks untuk Memahami Evolusi Jaringan Komunitas Nirlaba di Masa Krisis
Penulis : Chelsea Verro Juvenia T
Mahasiswa S2 Komunikasi dan Media, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Pancasila
DKYLB.com - Artikel ini membahas dinamika evolusi jaringan organisasi nonprofit selama masa krisis pandemi COVID-19 dengan menawarkan pendekatan baru melalui kerangka kerja multiplex yang memadukan teori evolusi organisasi dan metode analisis jaringan berbasis big data.
Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana variasi dan seleksi hubungan antarlembaga nonprofit berlangsung dalam konteks ketidakpastian dan tekanan yang ekstrem, dengan melihat secara lebih rinci bagaimana jaringan sosial dan kolaboratif organisasi mengalami perubahan struktural dan fungsional seiring dengan berkembangnya krisis.
Baca Juga: Luna Maya dan Maxime Bouttier Buka Suara Soal Pernikahan Mereka
Melalui pendekatan longitudinal multiplex network modeling, penulis menganalisis data empiris yang mencakup komunikasi lintas organisasi, keterlibatan dalam proyek bersama, serta hubungan keanggotaan, baik sebelum maupun selama pandemi, guna mengungkap lapisan-lapisan interaksi sosial yang saling tumpang tindih.
Penelitian ini memanfaatkan alat analisis big data seperti Exponential Random Graph Models (ERGMs) dan Relational Event Modeling (REM), yang memungkinkan visualisasi dan pengukuran secara presisi terhadap dinamika perubahan struktur jaringan dari waktu ke waktu.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahap awal krisis, jaringan komunitas nonprofit mengalami peningkatan signifikan dalam variasi hubungan, yang ditandai dengan munculnya banyak koneksi baru sebagai respons spontan terhadap kebutuhan kolaborasi yang mendesak.
Namun, seiring waktu, hanya koneksi yang memiliki nilai strategis tinggi, seperti efisiensi informasi dan kemampuan koordinasi cepat, yang berhasil dipertahankan, mencerminkan terjadinya proses seleksi yang mengeliminasi hubungan yang tidak adaptif.
Temuan lainnya menyoroti bahwa organisasi dengan kapasitas digital yang tinggi, fleksibilitas struktural, dan akses yang lebih luas terhadap sumber daya informasi cenderung menempati posisi sentral dalam konfigurasi jaringan baru, menunjukkan pergeseran pusat pengaruh atau network centrality shift selama periode krisis.
Kontribusi penting dari artikel ini terletak pada pengembangan multiplex crisis evolution framework, sebuah kerangka analisis konseptual yang menggabungkan pendekatan sosioteknis, teori organisasi, dan analitik data besar dalam memahami proses adaptasi dan transformasi jaringan sosial di tengah krisis.
Kerangka ini tidak hanya memperluas pemahaman tentang bagaimana organisasi nonprofit beradaptasi melalui inovasi struktural dalam jaringan, tetapi juga menjadi bukti konkret bahwa pendekatan multiplex lebih unggul dalam menggambarkan kompleksitas interaksi dibandingkan model jaringan tunggal yang seringkali mengabaikan lapisan-lapisan hubungan yang berbeda namun saling memengaruhi.
Dari sudut pandang mata kuliah Analisis Big Data, artikel ini memberikan kontribusi metodologis dan praktis yang sangat relevan, terutama dalam menunjukkan bagaimana integrasi teknik pemodelan jaringan yang canggih dapat digunakan untuk mengekstrak pola adaptasi sistem sosial secara real time, memberikan landasan strategis bagi pengambilan keputusan di sektor sosial selama periode krisis, serta membuka peluang riset lanjutan yang memanfaatkan data besar untuk analisis evolusi jaringan sosial dalam konteks kebencanaan, transformasi digital, dan ketahanan komunitas.
Baca Juga: Haji 2025 : Beradaptasi Dengan Suhu Ekstrem Dan Beradaptasi Agar Lancar Ibadah Haji dan Mabrur
Daftar Pustaka:
Li, Y., Yang, A., Liu, W., Sun, J., Dong, C., & Zhen, L. (2025). Variation and selection during pandemic: Toward a multiplex framework for understanding nonprofit community network evolution in crisis time. International Journal of Communication, 19, 322–347. https://ijoc.org/index.php/ijoc/article/view/22544/4887

