X

TEKNOLOGI Harga Bitcoin Terus Melemah Mendekati US$80.000, Apa yang Terjadi?

11 Maret 2025 16:59 | Oleh Tim DKYLB 01

DKYLB.com, Selasa (11/03/2025) - Harga Bitcoin kembali melemah dan mendekati level US$80.000 di tengah volatilitas pasar yang masih tinggi.

Harga Bitcoin mengalami pelemahan seiring dengan keputusan eksekutif Presiden AS Donald Trump untuk membentuk cadangan strategis Bitcoin bagi Amerika Serikat. Berdasarkan data dari Coinmarketcap.com pada Senin (10/3/2025), Bitcoin sempat anjlok lebih dari 5% ke level US$81.712, sebelum akhirnya sedikit pulih ke kisaran US$82.000. Tidak hanya Bitcoin, mata uang kripto lainnya seperti Ether dan XRP juga mengalami penurunan sekitar 7,5%.

Menurut laporan dari CNBC International, cadangan Bitcoin ini akan bersumber dari aset kripto yang telah disita dalam berbagai kasus hukum, baik pidana maupun perdata. Pemerintah AS tidak berencana untuk membeli Bitcoin tambahan dalam waktu dekat. Pengumuman mengenai cadangan strategis yang dilakukan pada Kamis lalu memicu reaksi negatif dari pasar, karena investor berharap langkah yang lebih agresif.

Baca Juga: Bitcoin Diproyeksi Sentuh USD 150.000 pada 2025, Ini Faktor Pendorongnya

Namun, beberapa investor justru melihat kebijakan ini sebagai keputusan positif dalam jangka panjang. Matt Hougan, Kepala Investasi di Bitwise Asset Management, menyatakan bahwa pasar saat ini bereaksi berlebihan.

"Pasar kecewa karena pemerintah tidak langsung mengakuisisi 100.000 atau 200.000 Bitcoin," ujar Hougan.

Ia juga merujuk pada pernyataan David Sacks, pejabat White House Crypto dan AI Czar, yang menyebut bahwa AS sedang mencari strategi netral anggaran untuk memperoleh Bitcoin tambahan tanpa membebani pajak masyarakat.

Hougan menekankan bahwa kebijakan ini berpotensi memperkuat posisi Bitcoin dalam geopolitik global.

"Pertanyaan yang harus diajukan adalah: apakah kebijakan ini membuat Bitcoin lebih mungkin menjadi mata uang atau aset strategis di masa depan? Akankah negara lain mengikuti langkah AS dan membangun cadangan Bitcoin mereka sendiri? Saya yakin jawabannya adalah ya," tambahnya.

Baca Juga: SWIFT Uji Coba Transaksi Real-Time Menggunakan Teknologi Bitcoin Tahun Depan

Menurut Hougan, penurunan harga saat ini hanya bersifat sementara. Ia percaya bahwa pasar akan segera menemukan keseimbangan dan menyadari bahwa langkah ini justru menguntungkan bagi Bitcoin dan ekosistem kripto dalam jangka panjang.

Sementara itu, berdasarkan data Bloomberg, saat ini Amerika Serikat memiliki sekitar US$17,5 miliar dalam Bitcoin, serta sekitar US$400 juta dalam token kripto lainnya yang tersimpan di dompet digital pemerintah, menurut analisis dari perusahaan riset blockchain Arkham.

(Dimas Galoh Maulana - Jurnalistik Multimedia A)


Fadli Zon minta Ahmad Dhani Stem Piano Memeriahkan Hari Musik

Menteri Kebudayaan menyampaikan bahwa musik Indonesia memiliki kekayaan yang luar biasa, mulai dari musik tradisional hingga musik kontemporer yang terus berkembang seiring dengan penguatan ekosistem industri musik nasional, dia menekankan pentingnya kolaborasi antara musisi, seniman, budayawan, dan pemerintah.

10 Maret 2026 15:59 | tokoh