TEKNOLOGI Kenapa Microsoft Copilot Tampaknya Akan Menjadi Produk Gagal?
Update terbaru Windows 11 akan memberikan Copilot edisi Preview, AI besutan Microsoft yang didasarkan pada teknologi AI GPT dari OpenAI.
Mengingat betapa ChatGPT telah menjadi hit dan menarik minat 180 juta pengguna hanya dalam tempo 8 bulan, Microsoft berharap Copilot juga sukses di Windows 11.
Microsoft 365 Copilot akan membantu pengguna Windows melakukan pekerjaan seperti menulis dokumen, mengubah Excel, dan membuat laporan rapat.
Peranti pintar ini akan dicangkokkan ke Microsoft Word, Excel, Power Point, dan OneNote serta mampu mengatur sebagian setting atau mempersonalisasi Windows.
Misalnya, untuk mengubah ke mode gelap, cukup ketikkan “turn on dark mode”.
Atau “launch File Explorer” untuk membuka folder dan mencari file.
Kelihatan keren? Sepertinya begitu, kenyataannya tidak seperti itu.
Copilot muncul dengan masalah pada saat awalnya di Windows 11.
Setelah update, Copilot bisa saja sudah terinstall namun tidak tahu ada di mana. Ketika tekan tobol WIn + C, Copilot baru muncul sebagai sidebar Windows.
Pada update berikutnya baru ada kemungkinan Copilot terinstall sempurna dengan kemunculan icon-nya di taskbar.
Kendala pertama yang mungkin Anda hadapi adalah "loading" yang terlalu lama dan kemudian berakhir dengan pesan "We're sorry but we're unable to connect to the service at this time. Please try again later or refresh".
Jika kendala ini terlewati, Copilot akan bisa bekerja dengan baik, termasuk dengan Bahasa Indonesia ... hanya jika Anda beruntung.
Sebagian pengguna Windows 11 akan memiliki Copilot yang tidak berfungsi. Ada pesan "Sign in to ask more questions and have longer conversations", padahal Anda sudah sign in.
Jika Anda bandel dan mencoba chat, akan muncul error "You've reached the conversation limit for today. Sign in to continue your chat."
Masalah ini mungkin akan bisa terselesaikan pada update Windows berikutnya (tentu saja, harapan ini tidak pasti terwujud).
Pada Copilot yang berfungsi, AI tidak mampu melakukan semua perintah pengaturan Windows
Dengan banyak tantangan di awal seperti, integrasi Copilot dengan Windows tampaknya tidak berjalan baik.
Kemudahan menggunakan Word, Excel, PowerPoint dengan Copilot masih menunggu penyempurnaan.
Bahkan AI ini terkadang tidak mampu menyelesaikan tugas meringkas artikel yang sedang terbuka di browser Microsoft Edge.
Memang ada banyak hal yang akan diintegrasikan dengan Copilot dan proses ini masih terus berjalan.
Alih-alih mempermudah pengguna Windows mengakses fitur Windows, Copilot membawa ambisi tersendiri.
AI ini tampaknya ditujukan untuk para developer atau programmer. Copilot akan diingtegrasikan dengan Github dan perangkat lunak developer seperti Visual Studio, Node, Flutter, Dart, dan lain-lain.
Jadi, Windows yang semula berjaya karena sangat mudah digunakan orang awam, setidaknya jika dibandingkan dengan Linux, kini akan mengarah menjadi OS yang lebih ribet dengan adanya Copilot.
Melihat betapa susahnya Copilot digunakan pada saat pertama dan belum berfungsi penuh (ada banyak integrasi menyusul pada update-update selanjutnya), kemungkinan produk ini bisa berjaya akan cukup sulit.
Sekarang ini di internet bukan hanya ada banyak tip dan trik mengatasi masalah Windows, tapi juga sudah banyak tip dan trik mengatasi masalah Copilot!

