SPORT Buntut Laga Krusial Persib vs Persija, Pemain Persib Diduga Menerima Ujaran Rasis dan Ancaman di Media Sosial
DKYLB.COM-12/01/2026- Usai pertandingan panas antara Persib Bandung dan Persija Jakarta pada 11 Januari lalu, tensi rivalitas kedua tim ternyata tidak berhenti di atas lapangan. Sejumlah pemain menjadi sasaran serangan verbal di media sosial, mulai dari ujaran kebencian hingga ancaman pembunuhan.
Salah satu yang paling terdampak adalah
gelandang Persib, Thom Haye. Melalui unggahan Instagram Story, Thom Haye
mengungkapkan bahwa dirinya menerima pesan berisi ancaman pembunuhan yang tidak
hanya ditujukan kepadanya, tetapi juga kepada anggota keluarganya. Ancaman
tersebut diduga dikirim oleh akun-akun yang mengatasnamakan oknum suporter
Persija Jakarta, yakni Jakmania.
Thom Haye menyayangkan
terjadinya insiden tersebut. Menurutnya, sepak bola merupakan olahraga dengan
atmosfer yang besar dan luar biasa, namun tindakan seperti ancaman dan ujaran
kebencian justru mencoreng kualitas pertandingan. Ia menegaskan bahwa sepak
bola seharusnya tidak sampai memicu kebencian dan kekerasan sejauh ini.
Selain itu, Thom Haye
juga menyesalkan adanya pihak, salah satu pemain Persija yang ikut memposting
hal yang dapat memperkeruh situasi dan merusak citra serta profesionalisme sebagai
seorang pemain sepak bola.
Serangan ini memicu kecaman luas dari publik
sepak bola Indonesia. Banyak netizen dan pengamat menilai bahwa rivalitas
Persib dan Persija seharusnya tetap berada dalam batas sportivitas, bukan
berubah menjadi intimidasi dan kekerasan, meski hanya melalui dunia maya.
Di sisi lain, pemain
Persija Jakarta juga tidak luput dari perlakuan tidak menyenangkan. Salah satu
pemain dilaporkan menerima komentar rasis dan penghinaan dari oknum suporter
Persib setelah kekalahan timnya dalam laga tersebut. Namun, beredar pula
komentar warganet yang menyebutkan bahwa ketegangan ini dipicu oleh gestur
pemain tersebut yang mengacungkan jari tengah ke arah suporter Persib di Tribun
Barat.
Situasi ini
menunjukkan bahwa eskalasi konflik tidak terjadi secara sepihak, melainkan
berkembang melalui aksi dan reaksi yang saling berbalas di ruang digital.
Fenomena ini kembali
menyoroti lemahnya budaya sportivitas di kalangan sebagian suporter sepak bola
Indonesia. Media sosial yang seharusnya menjadi ruang ekspresi dan dukungan
justru berubah menjadi arena pelampiasan emosi dan kebencian.
Hingga kini, belum ada
keterangan resmi dari pihak klub maupun kepolisian terkait tindak lanjut atas
ancaman dan ujaran kebencian tersebut. Namun, publik mendesak agar aparat dan
operator liga turun tangan untuk menindak tegas pelaku intimidasi dan rasisme,
demi menjaga keamanan pemain serta citra sepak bola nasional.
Yuni Parlita
Sumber berita : akun instagram @persib dan @persija
sumber foto :@persib

