X

SPORT Buntut Laga Krusial Persib vs Persija, Pemain Persib Diduga Menerima Ujaran Rasis dan Ancaman di Media Sosial

13 Januari 2026 00:23 | Oleh Tim DKYLB 01

DKYLB.COM-12/01/2026- Usai pertandingan panas antara Persib Bandung dan Persija Jakarta pada 11 Januari lalu, tensi rivalitas kedua tim ternyata tidak berhenti di atas lapangan. Sejumlah pemain menjadi sasaran serangan verbal di media sosial, mulai dari ujaran kebencian hingga ancaman pembunuhan.

Salah satu yang paling terdampak adalah gelandang Persib, Thom Haye. Melalui unggahan Instagram Story, Thom Haye mengungkapkan bahwa dirinya menerima pesan berisi ancaman pembunuhan yang tidak hanya ditujukan kepadanya, tetapi juga kepada anggota keluarganya. Ancaman tersebut diduga dikirim oleh akun-akun yang mengatasnamakan oknum suporter Persija Jakarta, yakni Jakmania.

Thom Haye menyayangkan terjadinya insiden tersebut. Menurutnya, sepak bola merupakan olahraga dengan atmosfer yang besar dan luar biasa, namun tindakan seperti ancaman dan ujaran kebencian justru mencoreng kualitas pertandingan. Ia menegaskan bahwa sepak bola seharusnya tidak sampai memicu kebencian dan kekerasan sejauh ini.

Selain itu, Thom Haye juga menyesalkan adanya pihak, salah satu pemain Persija yang ikut memposting hal yang dapat memperkeruh situasi dan merusak citra serta profesionalisme sebagai seorang pemain sepak bola.

Serangan ini memicu kecaman luas dari publik sepak bola Indonesia. Banyak netizen dan pengamat menilai bahwa rivalitas Persib dan Persija seharusnya tetap berada dalam batas sportivitas, bukan berubah menjadi intimidasi dan kekerasan, meski hanya melalui dunia maya.

Di sisi lain, pemain Persija Jakarta juga tidak luput dari perlakuan tidak menyenangkan. Salah satu pemain dilaporkan menerima komentar rasis dan penghinaan dari oknum suporter Persib setelah kekalahan timnya dalam laga tersebut. Namun, beredar pula komentar warganet yang menyebutkan bahwa ketegangan ini dipicu oleh gestur pemain tersebut yang mengacungkan jari tengah ke arah suporter Persib di Tribun Barat.

Situasi ini menunjukkan bahwa eskalasi konflik tidak terjadi secara sepihak, melainkan berkembang melalui aksi dan reaksi yang saling berbalas di ruang digital.

Fenomena ini kembali menyoroti lemahnya budaya sportivitas di kalangan sebagian suporter sepak bola Indonesia. Media sosial yang seharusnya menjadi ruang ekspresi dan dukungan justru berubah menjadi arena pelampiasan emosi dan kebencian.

Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak klub maupun kepolisian terkait tindak lanjut atas ancaman dan ujaran kebencian tersebut. Namun, publik mendesak agar aparat dan operator liga turun tangan untuk menindak tegas pelaku intimidasi dan rasisme, demi menjaga keamanan pemain serta citra sepak bola nasional.

 

Yuni Parlita

Sumber berita : akun instagram @persib dan @persija

sumber foto :@persib


Fadli Zon minta Ahmad Dhani Stem Piano Memeriahkan Hari Musik

Menteri Kebudayaan menyampaikan bahwa musik Indonesia memiliki kekayaan yang luar biasa, mulai dari musik tradisional hingga musik kontemporer yang terus berkembang seiring dengan penguatan ekosistem industri musik nasional, dia menekankan pentingnya kolaborasi antara musisi, seniman, budayawan, dan pemerintah.

10 Maret 2026 15:59 | tokoh