SPORT John Herdman Bongkar Alasan Tergiur Jadi Pelatih Timnas Indonesia
Pelatih baru Timnas Indonesia, John Herdman, mengungkap alasan di balik keputusannya menerima tawaran PSSI untuk menangani skuad Garuda. Penunjukan juru taktik asal Inggris tersebut diumumkan secara resmi oleh federasi pada Sabtu, 3 Januari 2026, sekaligus menandai dimulainya era baru kepelatihan Tim Nasional Indonesia. John Herdman ditunjuk sebagai pengganti Patrick Kluivert, yang sebelumnya mengakhiri kerja sama dengan PSSI melalui mekanisme mutual termination pada Oktober 2025. Keputusan itu diambil setelah Kluivert gagal membawa Timnas Indonesia lolos ke Piala Dunia 2026, meski sempat menimbulkan ekspektasi tinggi berkat reputasinya sebagai mantan pemain kelas dunia. Pergantian pelatih ini pun menjadi langkah strategis PSSI untuk menghidupkan kembali harapan publik sepak bola nasional.
Kehadiran Herdman disambut dengan optimisme besar. Pasalnya, ia dikenal memiliki rekam jejak kuat di level internasional, terutama saat berhasil membawa Timnas Kanada lolos ke Piala Dunia 2022 di Qatar setelah penantian panjang selama 36 tahun. Pengalaman tersebut membuat publik berharap Herdman mampu memberikan sentuhan baru dan membangun fondasi yang lebih kokoh bagi Timnas Indonesia. Berbicara mengenai alasannya menerima pinangan PSSI, Herdman menegaskan bahwa proyek jangka panjang yang ditawarkan federasi menjadi faktor utama. Setelah berpisah dengan klub Major League Soccer (MLS), Toronto FC, pada November 2024, Herdman mengaku tidak ingin terburu-buru kembali ke dunia kepelatihan. Ia memilih menunggu proyek yang benar-benar sesuai dengan visi dan nilai yang diyakininya.
“Ini tentang menemukan proyek yang tepat, proyek yang bisa saya rasakan gairah dan intensitas penggemarnya,” ujar Herdman, seperti dikutip dari media Kanada, The Canadian Press. Menurutnya, sepak bola Indonesia memiliki energi dan antusiasme yang sangat kuat, baik dari para pemain maupun suporternya, sesuatu yang jarang ditemui di banyak negara. Herdman juga mengaku terkesan dengan besarnya perhatian publik Indonesia terhadap sepak bola. Ia menilai dukungan fanatik suporter bisa menjadi modal penting untuk membangun mental dan karakter tim nasional. Selain itu, proyek PSSI yang mencakup pengembangan tim senior hingga U-23 dinilai sejalan dengan pengalamannya dalam membangun sistem sepak bola berkelanjutan. Ke depan, Herdman dihadapkan pada tantangan besar untuk menjawab ekspektasi tinggi publik. Target jangka panjang seperti Piala Dunia 2030 dan Olimpiade 2028 menjadi tolok ukur utama kesuksesannya. Namun bagi Herdman, tantangan tersebut justru menjadi motivasi tersendiri untuk membawa Timnas Indonesia naik kelas dan lebih kompetitif di level Asia maupun dunia.
Sumber
Liputan 6
Faishal Zhafran

