PEMILU DAN PILPRES OSO Geram dengan Berbagai Kecurangan di Pemilu 2024: Ini Pemilu Gila
DKYLB.COM (16/2/2024) - Proses pemungutan suara Pemilu dan Pilpres 2024 sudah berlangsung pada Rabu, 14 Februari 2024. Namun, sejumlah pihak mulai bersuara terkait berbagai kecurangan yang terjadi di berbagai daerah.
Mulai dari penggelembungan suara, kertas suara yang sudah tercoblos, hingga intimidasi aparat. Bahkan legitimasi KPU (Komisi Pemilihan Umum) dan Bawaslu juga dipertanyakan karena dinilai memihak salah satu paslon.
Situasi semacam ini membuat Ketua Umum Partai Hanura, Oesman Sapta Orang (OSO) geram dengan berbagai kecurangan yang terjadi di Pemilu 2024.OSO bahkan menyebut Pemilu kali ini adalah yang paling gila.
Eks Ketua DPD (Dewan Perwakilan Daerah) ini mengungkapkan dugaan kecurangan itu salah satunya terkait perolehan suara salah satu paslon yang mencapai angka 800 suara. Padahal, tiap Tempat Pemungutan Suara (TPS) tidak lebih dari 300 suara.
"Semua TPS itu maksimum 300 suara. Kok ada laporan seolah-olah paslon mendapatkan 800, 700. Ini gila, udah ini pemilu gila ini," kata OSO di Kantor High End, Jakarta, Kamis (15/2).
Hanura, partai yang dipimpinnya dalam Pilpres 2024 berada dalam barisan koalisi pendukung pasangan Ganjar Pranowo dan Mahfud MD.
OSO mengungkapkan bahwa pihaknya tidak ingin rakyat dibohongi dengan berbagai kecurangan yang secara jelas dipertontonkan. Karena itu TPN Ganjar-Mahfud akan berpihak kepada rakyat.
Ia meyakini bahwa rakyat Indonesia mengetahui dugaan kecurangan yang terjadi di Pilpres 2024.
"Nanti rakyat terbuka matanya loh kok begini ya ada daerah-daerah yang melaporkan ini merasa 'Pak kami tidak merasa milih si ini kok yang menang ini ya pak'. Kotak yang mana yang dibawa katanya. Ini luar biasa," ujarnya.
Lebih lanjut, OSO memastikan akan membawa dugaan kecurangan yang terjadi di Pilpres 2024 ke ranah hukum.
"Mengambil tindakan hukum. Negara hukum kalau merasa kuat mengatur hukum ya silakan. Nanti, kan rakyat sudah tahu kalau hukum berlaku salah tindakannya berlaku salah maka rakyat pun menilai ohhhhh ini hukumnya sudah tidak benar gitu," jelasnya.

