PEMILU DAN PILPRES Benarkah 'Dirty Vote' Dokumenter Yang Bersifat Netral?
Jakarta, 12 Februari 2024. Tepat pada tanggal 11 Februari 2024 kemarin, netizen dihebohkan oleh dokumenter berjudul 'Dirty Vote'. Film tersebut rilis di akun Youtube Dirty Vote dan PSHK Indonesia. Hal tersebut mendapatkan berbagai reaksi dari netizen Indonesia.
Beberapa diantara menganggap bahwa video ini dapat dijadikan acuan bagi masyarakat terutama pemilih pemula untuk memilih calon presiden yang terbaik. Namun di kalangan lainnya menganggap video ini memojok salah satu paslon capres tertentu yang membuat masyarakat mengganti pilihannya.
Yang semakin membuat yakin film dokumenter tersebut memojokkan salah satu paslon adalah tweet yang diunggah oleh Cak Imin (Cawapres No Urut 01) di aplikasi X, "Ada yang sudah nonton?"
Hal tersebut tentu membuat pro-kontra. Yang semakin membuat masyarakat heran adalah kenapa dokumenter tersebut di unggah disaat masa tenang? Apakah benar dokumenter tersebut bersifat netral?
Banyak masyarakat yang berspekulasi bahwa 'Dirty Vote' merupakan black champaign karena diunggah disaat masa tenang pemilu. Serta credit tittle yang menampilkan tulisan 'salam 4 jari'.
Sutradara dokumenter ini adalah Dandhy Dwi Laksono yang merupakan mantan jurnalis yang seringkali melakukan investigasi. Sebelumnya Dandhy juga pernah membuat film dokumenter pada saat pemilu 2019, 'Sexy Killer'.
Sama seperti 'Dirty Vote', dokumenter 'Sexy Killer' diunggah disaat beberapa hari menjelang pemilu 2019. Akibat cuitannya terkait Wamena, ia ditanggap karena dianggap mengandung ujaran kebencian.
Hal tersebut semakin dibuat yakin untuk menggoyahkan para pemilih yang masih bingung memilih paslon mana yang pantas untuk dijadikan presiden untuk 5 tahun kedepan dan juga menggoyahkan para pemilih yang memilih paslon tertentu untuk mengganti ke paslon lain.
Hana Triana Bunga R.

