X

PEMILU DAN PILPRES Panji Pragiwaksono Bongkar Plot dan Modus Jokowi Kampanye Mendukung Prabowo Gibran dengan Sepenuhnya Menggunakan Fasilitas Negara Ini Dia Caranya

25 Januari 2024 12:26 | Oleh Tim DKYLB 01

DKYLB.com, Kamis (25/1/2024) - Sejumlah masyarakat madani menyampaikan keprihatinan dengan kecurangan Pilpres 2024 yang semakin brutal.

Bahkan, Presiden Jokowi secara terbuka kampanye dengan menggunakan seluruh fasilitas negara meski dia jelas cawe-cawe dan mendukung Prabowo Gibran.

Baca Juga: Tunggu Momentum, Mahfud MD Siap Mundur Sebagai Menkopolhukam

Sangat mungkin, tanpa saat pencoblosan Pilpre 2024, sudah dapat dipastikan yang akan menang adalah Prabowo Gibran karena Jokowi menggunakan seluruh kekuatan dan fasilitas kampanye untuk mewujudkan kemenangan itu.

Panji Pragiwaksono secara terbuka memberikan pernyataan dan kecaman terhadap taktik dan strategi Jokowi untuk memenangkan Prabowo Gibran.

Salah satunya dia tidak mau mengaku sudah mendukung Prabowo Gibran dan kampanye untuk pasangan ini dengan sepenuhnya menggunakan seluruh fasilitas negara.

Seluruh pemilih dan rakyat Indonesia dianggap dungu semua.

Baca Juga: Aktris Cantik Han So Hee Sukses Menarik Perhatian Pecinta Drakor Tanah Air, Berikut Profilnya

Sebenarnya bukan dungu, hanya merupakan rakyat yang memang tidak berdaya.

Begini sejumlah pernyataan terbuka yang disampaikan Panji Pragiwaksono di channel YouTube milik dia.

Mohon izin saya Sebelum pakai sarung tangan Karena saya kedinginan di tempat saya tinggal cukup dingin.

Nama saya, Pandji Pragiwaksono, Pak Jokowi.

Saya adalah membayar pajak, saya rakyat Indonesia yang bikin video ini karena punya keresahan terkait apa yang Bapak baru saja ucapkan.

Bahwa presiden menteri itu boleh memberi dukungan dalam konteks pemilihan capres.

Saya sebenarnya berniat bikin video ini sudah cukup lama ada aja momen-momen di mana bapak membuat sebuah pernyataan yang membuat saya gusar dan ingin memberi pendapat.

Sejumlah kesibukan membuat momen-momen tersebut hilang.

Syukurnya, Bapak tidak berhenti membuat pernyataan-pernyataan yang saya anggap kontroversial, sehingga ketemu lagi momennya.

Dengan menonton video ini, Bapak mengatakan bahwa sebagai presiden, presiden itu boleh menunjukkan pilihan dan mendukung capres dan cawapres.

Menteri dan kepala daerah juga boleh yang mana itu berseberangan dengan ucapan Anda sebelumnya.

Apa yang Bapak katakan beberapa bulan sebelumnya atau mungkin berapa tahun sebelumnya juga pernah, tapi okelah Bapak bikin pendapat tanpa mengatakan secara aturan boleh.

Asalkan, dia mesti cuti dan tidak pakai fasilitas negara.

Bapak mengatakan itu tersenyum dengan sangat yakin dengan salah satu paslon juga di belakang bapak, yang juga ngangguk-ngangguk karena dia membenarkan ucapan Bapak.

Nah ini letak  masalahnya Anda berbicara seperti itu karena Bapak yakin Bapak tidak melanggar aturan apa-apa.

Bapak jelas sedang melanggar hukum meski kita memang bukan di eranya Richard Nixon ya Pak ya, yang jatuh karena ucapannya.

Baca Juga: Saat Tertimpa Musibah, Amalkan Doa Berikut Agar Selalu Dapat Perlindungan Allah SWT

Nixon adalah seorang presiden Amerika Serikat, yang bilang, maksud dia meski ilegal kalau presiden yang ngelakuin itu nggak ilegal.

Itulah ucapan yang menjadikan dia diturunkan sebagai Presiden AS.

Pak Jokowi nggak mungkin dalam posisi menjadi presiden melakukan sesuatu yang melanggar hukum dan melanggar aturan.

Jadi yang lebih mungkin adalah dari pada melanggar, itu aturan-aturannya diganti dulu seperti yang terjadi dengan aturan batas usia untuk seseorang bisa menjadi wakil presiden.

Hasil MK-nya mengatakan bahwa boleh selama pernah jadi kepala daerah sesuatu keputusan yang sebenarnya oleh MK MK dikatakan pelanggaran etik berat. 

Orang-orang merespons karena cemas ketika pada akhirnya walaupun sudah dikatakan cukup sering salah ternyata MKMK bilang itu berlaku untuk ke depannya.

Meski di belakangnya yang sudah terjadi, terjadilah padahal melanggar etik berat.

Jadi berubah termasuk aturan yang direvisi terkait menteri nggak perlu mundur ketika mau nyapres atamenambah aturan yang sebelumnya sudah pernah ada yaitu bahwa Wali Kota atau kepala daerah selama ini memang sudah nggak apa-apa.

Mereka nggak perlu mundur, jelas ini aneh menurut saya pribadi, tapi aturan yang ditetapkan dengan menteri sekarang juga tidak perlu mundur dari jabatannya.

Semua ini bentuk khawatir karena menteri ataupun kepala daerah atau Presiden itu kalau menurut Bapak boleh untuk terus berkampanye dalam niatnya memang kampanye.

Maka orang-orang yang ada di bawahnya bingung, ini lagi melakukan dengan kapasitas sebagai apa dia, ketika seorang kepala daerah dan seorang menteri serta seorang presiden.

Mereka meminta sesuatu kepada anak buahnya, banyak bertanya, ini Anda dalam kapasitas beliau di presiden atau apa, jadi menteri presiden atau pendukung?

Karena saya nggak mendukung salah satu pasangan, seperti dukungan Bapak itu, tapi kalau misalnya Kenapa sesuatu yang sangat  membingungkan kembali lagi ke lolosnya putra bapak untuk bisa menjadi wakil presiden itu menambah bingung rakyat Indonesia.

Peran bapak dalam pilpres ini kalau kita kembali ke pernyataan bapak-bapak bilang seorang presiden boleh menunjukkan dukungannya boleh berkampanye untuk capres dan menggunakan fasilitas negara.

Jika contohnya itu Amerika Serikat, itu Obama menunjukkan, kalau dia dukung Biden menjadi presiden itu boleh, tapi kalau misalkan hanya karena itu kita harus mendukung cara AS jelas tidak benar

Soalnya di Amerika juga boleh menjadi LGBT itu boleh.

Jadi kalau misalkan mau mengikuti Amerika, total aja sekalian saja seperti AS itu.

Bapak ngomong gitu karena penguasa.

Salah kan bapak itu yakin pernyataan bapa itu benar.

Yang jadi pertanyaan sesungguhnya adalah siapa sebenarnya Bapak.

Berhubungan pertanyaan wartawan, bapak malah bertanya balik, menurut Anda, siapa yang didukung oleh Jokowi?

Saya nggak tahu kenapa wartawannya nggak langsung bilang Jokowi mendukung Prabowo Gibran.

Prediksi saya, menurut keyakinan saya bahwa mendukung Pak Prabowo dan Gibran, bilang saja Pak bilang saja kalau bapak mendukung Prabowo Gibran karena kami tahu, kami bisa minta Pak Jokowi untuk cuti selama Pilpres ini.

Prediksi saya, Bapak tidak mau cuti.

Makanya, Bapak tidak ngomong secara terbuka Bapak mendukung Prabowo kendati pun saya dan masyarakat serta media tahu Anda mendukung pasangan Prabowo Gibran.

Banyak orang merasa Iya dukungan keberapa buat cuman sehingga kekhawatiran banyak orang adalah bapak bisa menggunakan fasilitas negara nggak ngomong karena cuti Ngomong aja bilang aja.

Sehingga kami tahu bapak cuti Bapak tidak menjabat presiden Bapak menunjukkan dukungan adalah sebagai Bapak Joko Widodo saja rakyat Indonesia yang punya bapak.

Betul bisa, tapi jadi tidak menggunakan fasilitas negara Bapak ngomong gitu aja di belakang Bapak ada menteri itukan dinilai oleh banyak orang seperti endorsement.

Di mana tempat dilakukannya di acara di mana bapak sedang menjalankan fungsi menjadi presiden bilang aja Pak tinggal kami bisa minta bapak untuk cuti, tidak menggunakan fasilitas negara untuk kampanye.

Sehingga ketika seperti contohnya usai Debat Capres ketiga kemarin ketika bawah ini pernyataan Debat Capres kemarin itu personal yang nggak di gagasan kita tahu Bapak lagi di acara Pak Joko sebagai presiden.

Kacau juga ini taktik curang agar Jokowi bisa terus kampanye dengan menggunakan seluruh kekuatan dan fasilitas negara.