X

PEMILU DAN PILPRES Pencoblosan di TPS bukan Mencoblos Bapak Itu Lagi karena Apa Boleh Sesering Itu?

07 Januari 2024 22:47 | Oleh Tim DKYLB 01

DKYLB.com, Ahad (7/1/2024) - Pemilihan umum (pemilu) di Indonesia terbilang ajaib.

Soalnya ada gambar bapak itu lagi, bapak itu lagi, demikian celetukan yang diucapkan oleh komedian Denny Chandra di sebuah acara televisi.

Baca Juga: Kampanye Minum Ciu untuk Memacu Kenekatan Massa Akhirnya Berujung Bentrokan di Boyolali Semakin Terang dengan Beredarnya Video Massa Menenggak Ciu

Celetukan Denny Chandra ditanggapi oleh komedian Akbar dan Abdel.

Abdel menanggapi celetukan itu, memang boleh sesering itu?

Tidak bisa dielakkan, pertanyaan itu juga ada di benak banyak pemilih lainnya.

Video itu kemudian menjadi salah satu video yang banyak disaksikan untuk membahas soal foto capres dan cawapres di surat suara.

Tentu saja fenomena itu juga banyak menimbulkan tanda tanya di benak masyarakat.

Ketiga komedian ini sama-sama kompak menyoroti fenomena pilpres.

Mereka juga heran, kok bisa sesering itu menjadi capres dan cawapres.

Pasalnya, sejak 2009, Prabowo Subianto sudah muncul di surat suara sebagai cawapres.

Kemudian dia maju lagi sebagai capres 2014.

Kemudian 2019, dia maju lagi sebagai capres.

Bahkan, di 2024, dia kembali muncul di surat suara.

Akibatnya, bisa jadi dia paling banyak dikenal sebagai kandidat di surat suara.

Terkait fenomena itu, Calon Presiden (Capres) nomor urut 1, Anies Baswedan mengatakan, masyarakat pemilih jangan memilih karena foto atau gambar capres.

Hampir bisa dipastikan, semua pemilih dapat mengenal dengan baik gambar tiga capres yang dipasang di no 1, 2, 3.

Merek juga dipasangkan dengan cawapres yang juga terkenal.

Baca Juga: Mengenal Influencer Keanu AGL Lebih Dekat, Apakah Benar Keanu Tidak Boleh Menginjakan Kaki Di Tanah Riau?

Anies menjelaskan, debat capres menjadi penting.

Ajang debat capres merupakan salah satu cara yang diberikan kepada rakyat untuk menentukan pilihan pasangan capres-cawapres dalam Pilpres 2024 mendatang.

Ia mengajak masyarakat untuk melihat bagaimana cara berpikir masing-masing capres ketika debat berlangsung.

Dengan demikian, masyarakat tidak sekadar memilih dari foto calon saja.

“Saat debat, ini kesempatan bagi rakyat untuk melihat cara berpikir, cara mengambil keputusan, cara menyampaikan,” kata Anies dalam konferensi pers di Cilandak, Jakarta Selatan, Minggu (7/1/2024).

“Mereka akan memilih orang bukan sekadar menentukan foto siapa yang akan dipajang di ruang kelas, di kantor.

"Kalau begitu cukup pasang baliho saja, nanti pilih mana yang kira-kira paling pas kalau dipasang,” ujarnya.

Dalam debat capres yang dilakukan, Anies dan Ganjar kompak minta Prabowo buka data secara terbuka soal peralatan perang yang ternyata bekas dari negara lain.

Bahkan bisa dianggap hanya sampah, tapi dibeli dengan harga mencekik apalagi pesawat Mirage M15 yang disebut Prabowo tahun 2005.

Karena itu, menurut Anies, masyarakat harus memilih sosok pemimpin yang mampu mengambil keputusan atas nama seluruh rakyat Indonesia.

Untuk itu, masyarakat hendaknya mempertimbangkan nilai dan etika yang dipegang masing-masing calon.

Anies juga menilai bahwa debat capres-cawapres yang digelar oleh KPU menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk melihat calon yang berdialog dengan baik.

“Debat ini kesempatan rakyat menilai mana yang gunakan cara-cara teknis, mana yang substantif, mana yang pakai singkatan, yang langsung substansi,” kata Anies Baswedan, yang dalam ajang debat banyak menyerang Prabowo Subianto, yang diberi nilai 11 dari 100.

Ajang debat capres ini merupakan debat kedua calon presiden (capres) yang digelar oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Secara keseluruhan ini merupakan debat ketiga capres-cawapres.

Debat kali ini mengusung tema geopolitik, hubungan internasional, pertahanan, dan keamanan.

Bertempat di Istora Senayan, KPU telah menyiapkan 11 panelis untuk memberikan pertanyaan kepada ketiga capres.