PEMILU DAN PILPRES Kritik IKN Lagi, Anies: Manfaatnya Hanya Dirasakan oleh Aparat Negara
DKYLB.COM (2/12/2023) – Tanpa ragu sedikitpun, calon Presiden (Capres) nomor urut 1, Anises Baswedan kembali menyampaikan kritik tentang proyek Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara dengan menyebut pembangunannya hanya untuk kepentingan rakyat ketimbang rakyat.
Menurutnya, Indonesia saat ini masih harus menyelesaikan banyak pekerjaan rumah mendesak ketimbang membangun satu kota baru dengan anggaran jumbo, di antaranya, pembangunan fasilitas kesehatan (faskes).
"Karena kalau kita lihat manfaat untuk pembangun faskes akan dirasakan oleh seluruh rakyat. Tapi kalau di ini (IKN), akan dirasakan oleh aparat negara yang nanti bekerja untuk negara. Sementara yang perlu kita lakukan ialah negara bekerja untuk rakyat. Ini kan (IKN) fasilitas untuk penyelenggara negara, itu semua," kata Anies, dalam acara diskusi bertajuk 'Indonesia and the World: 1 Jam Bersama Anies' di Conference on Indonesian Foreign Policy 2023 (CIFP 2023) di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Sabtu (2/12/2023).
Sedangkan soal dukungan investasi asing, menurut Anies, dukungan internasional dalam membangun fasilitas dasar seperti kesehatan hingga pendidikan yang baik di seluruh Indonesia lebih mendesak ketimbang untuk membangun satu kota baru.
Anies mengilustrasikan lewat proyeksi kondisi Indonesia di tahun 2045 dimana diperkirakan 3/4 penduduk Indonesia akan tinggal di perkotaan.
Sedangkan di perkotaan sendiri ada banyak potensi terjadinya masalah urban, mulai dari polusi hingga kesenjangan.
Anies menilai, salah satu solusi yang bisa dilakukan pemerintah ialah mendorong pembangunan transportasi umum di kota-kota besar.
"Bayangkan kalau sumber daya itu, yang besar internasional itu dipakai untuk membangun transportasi umum di seluruh Indonesia. Maka kota-kota besar Indonesia, akan punya transportasi umum, yang itu akan menekan biaya hidup bagi penduduknya, mengurangi emisi karbon di tempat itu, dan mengurangi potensi kemacetan. Itu dampaknya dirasakan di seluruh Indonesia. Jadi saya lebih melihat, didorong ke sana daripada untuk seluruh kota yang manfaatnya dirasakan oleh penyelenggara negara, bukan dirasakan rakyat Indonesia," ujarnya.
Sementara itu menjawab pertanyaan mantan Wamenlu RI dan Founder Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) Dino Patti Djalal tentang keterlibatan pihak asing di pembangunan IKN.
"Bagaimana pandangan tentang ini? Should it be part of diplomacy, big agenda, atau ini dalam negeri, kita jaga sendiri dengan kemampuan kita?" tanya Dino.
Anies lantas melontarkan pertanyaan balik kepada Dino dan seluruh hadirin.
"Mungkin tanya sama para Dubes (Duta Besar) juga di sini. Ada rencana pindahin kantor embassy-nya atau nggak ya?," ujar Anies, disambut gelak tawa para hadirin. (*)

