NASIONAL Pandawara: Dari Aktivisme Lingkungan ke Pemulihan Lahan Bekas Tambang
Jakarta - Pandawara Group merupakan sebuah komunitas peduli lingkungan asal Bandung yang awalnya dikenal luas lewat aksi bersih-bersih sungai, pantai, serta kampanye pengelolaan sampah di berbagai wilayah Indonesia.
Mereka terdiri dari sejumlah pemuda yang aktif mengajak masyarakat dan pemerintah untuk bekerjasama dalam menyelesaikan berbagai persoalan lingkungan.
Grup ini semakin dikenal publik karena penggunaan media sosial untuk menyebarkan aksi nyata mereka di lapangan dan menginspirasi banyak orang untuk peduli lingkungan lebih aktif.
Pandawara bermula dari kegelisahan
terhadap kondisi lingkungan yang rusak, terutama sampah di sungai yang memicu
banjir di wilayah Bandung dan sekitarnya.
Dengan nama yang terinspirasi dari tokoh Pandawa dan istilah “wara” (berita baik), mereka melakukan aksi bersih-bersih sambil merekam dan membagikannya di media sosial sebagai motivasi collective action.
Salah satu bentuk aksi lanjutan Pandawara yang paling nyata dalam pemulihan lingkungan adalah keterlibatan mereka dalam kegiatan rehabilitasi dan penghijauan lahan bekas tambang, khususnya di wilayah Sumedang, Jawa Barat.
Sumber: Instagram @pandawaragroup
Pada Desember 2025, Bersama
Kapolres Sumedang dan Yayasan Pohon Lestari bekerja sama dengan Pandawara Group dan
masyarakat setempat melaksanakan reklamasi lahan bekas tambang pasir di Desa
Cisitu, Kecamatan Cisitu, Kabupaten Sumedang.
Melalui postingan yang di unggah di akun instagramnya @pandawaragroup pada 17 Desember 2025 teman-teman dari Pandawara menyampaikan akan melakukan aksi penghijauan dan pemulihan kembali di area bekas tambang.
Sumber: Instagram @pandawaragroup
Targetnya mencakup lahan bekas tambang seluas kurang lebih dari 60 hektare di wilayah Sumedang yang tersebar di enam kecamatan.
Sumber: Instagram @pandawaragroup
Berbagai jenis pohon
ditanam dalam program ini dan beberapa pohon buah juga ditanam agar nanti bisa
menjadi sumber penghidupan baru untuk masyarakat sekitar.
Kolaborasi ini menunjukkan pentingnya sinergi antara komunitas, aparat pemerintah, dan masyarakat luas dalam menghadapi tantangan rehabilitasi lahan kritis pascatambang.
Tanpa rehabilitasi, lahan
bekas tambang bisa tetap tandus dan berpotensi menjadi sumber erosi atau
masalah lingkungan lain.
Kegiatan Pandawara tidak hanya terfokus pada aksi penghijauan dan reklamasi, tetapi juga memberikan inspirasi nyata bagi komunitas lain untuk ikut serta dalam pelestarian lingkungan.
Gerakan mereka sering
disorot dan dibagikan di media sosial, menuai respons positif, serta mendorong
keterlibatan publik yang lebih luas.
Pandawara Group telah
berkembang dari sekadar komunitas yang membersihkan sampah menjadi pelaku nyata
dalam rehabilitasi lingkungan, termasuk pemulihan lahan bekas tambang.
Kolaborasi mereka dengan Polres Sumedang untuk menanam ribuan pohon di lahan bekas tambang pasir menjadi contoh bagaimana aksi komunitas dapat bersinergi dengan pemerintah dan masyarakat untuk menciptakan dampak positif jangka panjang bagi lingkungan dan kehidupan masyarakat sekitar.
Sumber :
Pandawara Website :
Pandawara.group
Instagram :
@pandawaragroup
Artikel Berita : en.antaranews.com, rubicnews.com

