X

NASIONAL Pandawara: Dari Aktivisme Lingkungan ke Pemulihan Lahan Bekas Tambang

26 Desember 2025 16:20 | Oleh Tim DKYLB 01

Jakarta - Pandawara Group merupakan sebuah komunitas peduli lingkungan asal Bandung yang awalnya dikenal luas lewat aksi bersih-bersih sungai, pantai, serta kampanye pengelolaan sampah di berbagai wilayah Indonesia.


Mereka terdiri dari sejumlah pemuda yang aktif mengajak masyarakat dan pemerintah untuk bekerjasama dalam menyelesaikan berbagai persoalan lingkungan.


Grup ini semakin dikenal publik karena penggunaan media sosial untuk menyebarkan aksi nyata mereka di lapangan dan menginspirasi banyak orang untuk peduli lingkungan lebih aktif.


Pandawara bermula dari kegelisahan terhadap kondisi lingkungan yang rusak, terutama sampah di sungai yang memicu banjir di wilayah Bandung dan sekitarnya.

 

Dengan nama yang terinspirasi dari tokoh Pandawa dan istilah “wara” (berita baik), mereka melakukan aksi bersih-bersih sambil merekam dan membagikannya di media sosial sebagai motivasi collective action.


Salah satu bentuk aksi lanjutan Pandawara yang paling nyata dalam pemulihan lingkungan adalah keterlibatan mereka dalam kegiatan rehabilitasi dan penghijauan lahan bekas tambang, khususnya di wilayah Sumedang, Jawa Barat.


Sumber: Instagram @pandawaragroup


Pada Desember 2025, Bersama Kapolres Sumedang dan Yayasan Pohon Lestari  bekerja sama dengan Pandawara Group dan masyarakat setempat melaksanakan reklamasi lahan bekas tambang pasir di Desa Cisitu, Kecamatan Cisitu, Kabupaten Sumedang.

 

Melalui postingan yang di unggah di akun instagramnya @pandawaragroup pada 17 Desember 2025 teman-teman dari Pandawara menyampaikan akan melakukan aksi penghijauan dan pemulihan kembali di area bekas tambang. 


Dengan melakukan penanaman sebanyak 35 ribu bibit pohon untuk upaya penghijauan, perbaikan dan pemulihan fungsi ekologis di lahan yang kritis tersebut yang akan di tanam secara bertahap dalam waktu yang berdekatan.



Sumber: Instagram @pandawaragroup


Targetnya mencakup lahan bekas tambang seluas kurang lebih dari 60 hektare di wilayah Sumedang yang tersebar di enam kecamatan.



Sumber: Instagram @pandawaragroup


Berbagai jenis pohon ditanam dalam program ini dan beberapa pohon buah juga ditanam agar nanti bisa menjadi sumber penghidupan baru untuk masyarakat sekitar.

 

Kolaborasi ini menunjukkan pentingnya sinergi antara komunitas, aparat pemerintah, dan masyarakat luas dalam menghadapi tantangan rehabilitasi lahan kritis pascatambang.


Tanpa rehabilitasi, lahan bekas tambang bisa tetap tandus dan berpotensi menjadi sumber erosi atau masalah lingkungan lain.

 

Kegiatan Pandawara tidak hanya terfokus pada aksi penghijauan dan reklamasi, tetapi juga memberikan inspirasi nyata bagi komunitas lain untuk ikut serta dalam pelestarian lingkungan.


Gerakan mereka sering disorot dan dibagikan di media sosial, menuai respons positif, serta mendorong keterlibatan publik yang lebih luas.

 

Pandawara Group telah berkembang dari sekadar komunitas yang membersihkan sampah menjadi pelaku nyata dalam rehabilitasi lingkungan, termasuk pemulihan lahan bekas tambang.

 

Kolaborasi mereka dengan Polres Sumedang untuk menanam ribuan pohon di lahan bekas tambang pasir menjadi contoh bagaimana aksi komunitas dapat bersinergi dengan pemerintah dan masyarakat untuk menciptakan dampak positif jangka panjang bagi lingkungan dan kehidupan masyarakat sekitar.



Sumber :

Pandawara Website : Pandawara.group

Instagram : @pandawaragroup

Artikel Berita : en.antaranews.com, rubicnews.com


(Neisya Nuryanita)


Fadli Zon minta Ahmad Dhani Stem Piano Memeriahkan Hari Musik

Menteri Kebudayaan menyampaikan bahwa musik Indonesia memiliki kekayaan yang luar biasa, mulai dari musik tradisional hingga musik kontemporer yang terus berkembang seiring dengan penguatan ekosistem industri musik nasional, dia menekankan pentingnya kolaborasi antara musisi, seniman, budayawan, dan pemerintah.

10 Maret 2026 15:59 | tokoh