NASIONAL Anggota Komisi I DPR-RI Endipat Wijaya Menyindir Donasi 10M yang Dikumpulkan oleh Ferry Irwandi “Seolah-olah Paling Bekerja di Aceh”
Jakarta - Konten kreator Ferry Irwandi
bersama relawan berhasil mengumpulkan donasi sebesar Rp10,3 miliar dalam waktu
24 jam untuk korban bencana Sumatera, tepatnya di Aceh, Sumut, dan Sumbar.
Aksi Ferry Irwandi ini pun viral dan menuai dukungan semua pihak.
Pada tanggal 1 Desember 2025
Ferry Irwandi melakukan aksi penggalangan donasi bersama komunitas Kitabisacom
dan Save the Children Indonesia untuk membantu korban bencana di Sumatera.
Melalui live di akun Youtube nya Ferry Irwandi bersama 87.758 ribu orang berhasil mengumpulkan donasi sebesar Rp10,3 miliar dalam waktu 24 jam untuk korban bencana di pulau Sumatera dan akan langsung melakukan penyaluran bantuan untuk seluruh daerah yang terdampak terutama untuk daerah-daerah yang terpencil dan terisolasikan.
Melalui akun Instagramnya
pada 3 Desember 2025 Ferry Irwandi menyampaikan akan keberangkatannya menuju ke
sumatera pada pukul 06.00 bersama 2,6 ton bantuan dari para donasi dan ia
menyampaikan akan berupaya menjangkau sebanyak mungkin titik dari daerah yang
paling terisolasi dan masih sulit untuk dijangkau.
Kemudian akan disusul
berton-ton bantuan lagi dari Jakarta dan juga mengupayakan penyewaan dan
peminjaman pesawat Hercules atau jenis pesawat lainnya untuk mengangkut bantuan
tersebut.
Dalam distribusinya, tim relawan
Ferry Irwandi dan Kitabisacom tidak hanya membawa logistik umum, tetapi juga
fokus pada kebutuhan spesifik yang sering terlewatkan, termasuk makanan untuk
hewan seperti kucing dan anjing yang turut menjadi korban.
Selain itu, Ferry Irwandi
beserta tim menyalurkan kebutuhan mendesak bagi ibu dan anak, termasuk pampers,
pakaian dalam, dan pembalut.
Upaya keras juga dilakukan untuk mengatasi kelangkaan air bersih dengan mencari alat filter dan terminal air bersih di beberapa daerah.
Distribusi bantuan ke daerah-daerah hilir dan pedesaan, seperti Tamiang dan Desa Tualang, Langkat, menjadi prioritas karena bantuan ke wilayah kota dinilai sudah banyak.
Akan tetapi aksi
kemanusiaan yang dilakukan Ferry Irwandi justru mendapat sindiran pedas dari Anggota
Komisi I DPR-RI, Melalui akun Instagram News Nusantara TV Endipat Wijaya
menyindir gerakan tersebut dalam rapat resmi Komdigi di Gedung DPR pada Senin
(8/12/2025), dengan menyebut pihak yang menggalang bantuan atau relawan “orang
yang cuma datang sekali, seolah-olah paling bekerja di Aceh.”
Endipat Wijaya juga mendesak Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) untuk lebih proaktif dan masif dalam menyebarkan informasi mengenai kinerja pemerintah dalam penanganan bencana, khususnya banjir dan longsor di Sumatera.
Sumber:
Instagram @news.nusantaratv
Menurut Endipat Wijaya,
minimnya informasi yang tersebar membuat kerja keras pemerintah, termasuk
bantuan triliunan rupiah, seolah-olah tenggelam oleh viralnya donasi yang
digalang pihak lain.
Kondisi ini bahkan cenderung memunculkan anggapan bahwa pemerintah tidak bergerak.
Endipat menyoroti peran
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) dalam komunikasi digital. Ia
mengkritik narasi di media sosial yang menurutnya merugikan citra pemerintah.
"Fokus nanti ke
depan Komdigi ini mengerti dan tahu persis isu sensitif nasional, membantu
pemerintah memberitahukan dan mengamplifikasi informasi-informasi itu, sehingga
nggak kalah viral dibandingkan dengan teman-teman yang sekarang ini sok paling-paling
di Aceh, di Sumatera, dan lain-lain itu, Bu," kata Endipat.
Endipat Wijaya juga menyinggung adanya pihak yang hanya datang sekali, tetapi terlihat seolah-olah paling aktif bekerja.
“Ada orang yang cuma
datang sekali, seolah-olah paling bekerja di Aceh. Padahal negara sudah hadir
dari awal, ada orang baru datang, baru bikin satu posko, ngomong pemerintah
nggak ada. Padahal pemerintah sudah bikin ratusan posko di sana. Yang sehingga
publik tahu kinerja pemerintah itu sudah ada, dan memang sudah hebat,"
sambungnya.
Endipat sempat membahas relawan yang melakukan donasi Rp10 miliar tapi viral. Padahal menurutnya pemerintah sudah memberikan triliunan.
Sumber: Instagram @news.nusantaratv
Ucapan tersebut langsung
menuai kritik karena dianggap menyepelekan kontribusi publik dalam penanganan
bencana.
Perdebatan pun meluas di
berbagai platform media sosial salah satunya pada akun Instagram News Nusantara
TV, disana banyak masyarakat dan bahkan para artis papan atas, influencer yang
mengutarakan komentar ketidaksukaan pada apa yang telah diucapakan oleh
Endipat.
Respons keras pun
bermunculan, terutama dari warganet yang menilai pernyataan itu tidak pantas
diucapkan seorang pejabat publik. Banyak netizen menilai bahwa donasi besar
dari masyarakat seharusnya diapresiasi, bukan direndahkan.
Sindiran tersebut juga membuat geram para konten kreator, salah satunya konten kreator Bintang Emon,
Dalam postingan pada akun Instagramnya, ia mengungkapkan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap peran pemerintah dalam penanganan bencana sedikit menurun bukan karena ada influencer atau relawan lain yang mampu mendokumentasikan lebih baik melainkan karena ada anomali-anomali di pemerintahan.
Salah satu nya ialah sejumlah pejabat yang ‘gimmick’ saat mengunjungi lokasi bencana banjir di Sumatera, “dari orang yang punya pengaruh yang bakal dampaknya lebih besar, ada tugas lain yang dampaknya lebih besar kayak ‘Oke saya akan buka list perizinan selama saya menjabat’ baru angkat karung, nggak ada yang marah” atau ‘saya akan mengajak temen-temen untuk mengevaluasi ini perusahaan sawit bagaimana apakah sudah benar’ baru pakai rompi, nggak ada yang sebel nggak ada ya” sindir Bintang.
Sumber: Instagram @bintangemon
Jadi bukan soal ini harus
diamplifikasikan lebih jauh dan harus disebarluaskan lebih luas menurut Bintang
Emon
‘Itu mah nanti solusi nya
pakai buzzer lagi’, tetapi ini soal inti pesannya, mengevaluasi siapa yang
bertanggung jawab, apa yang harus dikoreksi dan bagaimana biar tidak terulang
kembali.
“Jangan bete sama relawan lain yang lebih viral, jangan, mentalnya monopoli banget” pungkas Bintang Emon.

