X

NASIONAL Aurelie Moeremans Ungkap Pengalaman Grooming Lewat Broken Strings, Berani Bersuara demi Penyintas

12 Januari 2026 19:26 | Oleh Tim DKYLB 01

Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti (Foto: Instagram/aurelie, robytremonti)

Aktris Aurelie Moeremans kembali menjadi sorotan publik setelah secara terbuka mengungkap pengalamannya sebagai korban grooming saat masih remaja. Kisah tersebut dituangkan dalam e-book sekaligus film berjudul Broken Strings, yang dirilis sebagai bentuk refleksi dan edukasi bagi masyarakat.

Dalam Broken Strings, Aurelie menuliskan pengalaman batinnya secara jujur. Salah satu penggalan isi buku menggambarkan kebingungan yang ia rasakan di usia muda:

“Aku tidak pernah benar-benar mengerti kapan semuanya berubah. Yang kutahu, rasa aman perlahan hilang, digantikan oleh rasa bersalah yang bahkan bukan milikku.”

Penggalan tersebut menunjukkan bagaimana grooming kerap terjadi secara halus dan sulit disadari oleh korban, terutama ketika terjadi pada usia remaja. Aurelie menyebut bahwa trauma tersebut membekas dan memengaruhi cara pandangnya terhadap relasi, kepercayaan, serta dirinya sendiri.

Pada bagian lain, Aurelie menuliskan proses keberaniannya untuk bersuara:

“Menulis adalah caraku mengambil kembali kendali. Jika kisah ini bisa membuat satu orang merasa tidak sendirian, maka luka ini tidak sia-sia.”

Keputusan Aurelie untuk membagikan kisah personal ini mendapat dukungan luas dari publik. Banyak pihak menilai langkah tersebut penting untuk membuka diskusi tentang bahaya grooming dan pentingnya perlindungan terhadap anak dan remaja.

Meski demikian, Aurelie juga mengakui adanya risiko setelah berbicara secara terbuka. Ia menyadari bahwa sorotan publik dapat berdampak pada kehidupan pribadinya, termasuk keluarganya. Namun, ia menegaskan bahwa tujuan utama Broken Strings bukan untuk mencari sensasi, melainkan memberi ruang aman bagi para penyintas.

Pengamat menilai, keberanian figur publik seperti Aurelie Moeremans dalam membagikan pengalaman traumatis dapat membantu meningkatkan kesadaran sosial. Namun, dukungan yang berkelanjutan dan empati dari masyarakat tetap dibutuhkan agar penyintas tidak kembali mengalami tekanan akibat stigma.

Melalui Broken Strings, Aurelie berharap kisahnya dapat menjadi pengingat bahwa grooming adalah persoalan serius, dan setiap korban berhak didengar tanpa penghakiman.

Afwa Hoerottunnisa 

(Sumber: hot.detik.com , video.kompas.com , mediaindonesia.com , suara.com , Instagram @aurelie , buku "Broken Strings" )


Fadli Zon minta Ahmad Dhani Stem Piano Memeriahkan Hari Musik

Menteri Kebudayaan menyampaikan bahwa musik Indonesia memiliki kekayaan yang luar biasa, mulai dari musik tradisional hingga musik kontemporer yang terus berkembang seiring dengan penguatan ekosistem industri musik nasional, dia menekankan pentingnya kolaborasi antara musisi, seniman, budayawan, dan pemerintah.

10 Maret 2026 15:59 | tokoh