X

METROPOLITAN Menhan & Panglima TNI: Anggaran Pertahanan 2026 Capai Rp187,1 Triliun untuk Perkuat Alutsista dan Kedaulatan Negara.

08 Januari 2026 00:24 | Oleh Tim DKYLB 01

Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI bersama Tentara Nasional Indonesia (TNI) telah mengajukan dan mendapatkan persetujuan awal anggaran pertahanan tahun 2026 sebesar Rp 187,1 triliun dari Komisi I DPR RI. Anggaran tersebut berasal dari proposal yang diajukan oleh Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dalam rapat kerja dengan anggota parlemen, dan selanjutnya akan dibawa ke Badan Anggaran DPR untuk pembahasan lanjutan. 

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menjelaskan bahwa besarnya pagu anggaran disebabkan oleh kebutuhan penguatan alat utama sistem senjata (alutsista) yang canggih dan mahal. Ia menilai investasi tersebut penting untuk menjaga kedaulatan negara serta menciptakan kondisi keamanan yang memungkinkan masyarakat hidup nyaman dan menarik minat investor. 

Anggaran itu akan digunakan untuk berbagai kebutuhan pertahanan seperti pembayaran gaji prajurit dan pegawai Kemhan/TNI, pemeliharaan dan penguatan alutsista, serta peningkatan kemampuan operasional satuan agar siap menghadapi dinamika ancaman baik di dalam maupun luar negeri. Menteri Sjafrie menegaskan bahwa alokasi dana akan dimanfaatkan secara efektif supaya dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat. 

Sebelumnya, Kemhan juga pernah mengajukan permintaan tambahan anggaran sekitar Rp 184 triliun kepada pemerintah karena pagu indikatif awal dinilai belum mencukupi untuk memenuhi sejumlah kebutuhan prioritas, termasuk kesejahteraan personel TNI dan pembinaan kekuatan militer secara keseluruhan. 

Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk menyesuaikan kekuatan pertahanan seiring perkembangan teknologi dan tantangan global yang kompleks, dengan harapan menjaga integritas wilayah serta keamanan nasional tetap kuat di masa mendatang.

Brayen Christyan Prabowo

sumber:

kompas.com

antaranews.com