METROPOLITAN Kebakaran Gedung di Kemayoran Diduga Dipicu Ledakan Baterai Drone, Polisi Telusuri Unsur Kelalaian
Kebakaran hebat yang melanda gedung bertingkat perusahaan Terra Drone di Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Selasa siang menyisakan duka mendalam. Berdasarkan informasi awal yang dihimpun aparat kepolisian, percikan api pertama diduga berasal dari baterai drone yang tersimpan di area gudang lantai satu.
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro, mengatakan temuan sementara ini masih memerlukan pendalaman. Ia menegaskan bahwa tim Laboratorium Forensik Polri bekerja menganalisis sisa-sisa material untuk memastikan apakah baterai tersebut memang titik awal kebakaran atau hanya menjadi pemicu tambahan.
“Dari keterangan yang kami terima, dugaan awalnya muncul percikan dari baterai drone yang terbakar. Namun untuk mengetahui penyebab pastinya, tim labfor masih mengerjakan pemeriksaan teknis,” ujar Susatyo, Selasa (9/12).
Selain menelusuri aspek teknis, polisi juga membuka kemungkinan adanya unsur kelalaian dalam insiden ini. Menurut Susatyo, analisis menyeluruh harus dilakukan untuk melihat apakah standar penyimpanan baterai telah dipenuhi dan apakah ada pihak yang lalai menjalankan prosedur keselamatan.
“Dari hasil penyelidikan nanti akan terlihat apakah insiden ini akibat kelalaian manusia, kesalahan penyimpanan, atau ada faktor lain. Pemeriksaan izin operasional dan kepemilikan gedung juga akan dilakukan,” tambahnya.
Dalam proses penyelidikan, penyidik berencana memeriksa sejumlah saksi, termasuk karyawan yang berada di lokasi saat kejadian, pihak pengelola usaha, serta pemilik bangunan. Susatyo menekankan bahwa penyidikan bersifat menyeluruh agar penyebab insiden dapat dipastikan secara objektif.
Tragedi ini bermula sekitar pukul 12.30 WIB, saat sebagian besar karyawan sedang beristirahat makan siang. Menurut keterangan polisi, beberapa pekerja berada di luar bangunan, sementara lainnya berada di lantai dua hingga enam untuk beristirahat. Ketika api muncul di lantai satu, karyawan sempat mencoba memadamkan sumber api. Namun, karena area tersebut merupakan gudang penyimpanan, panas dan asap dengan cepat menyebar hingga ke lantai atas.
“Asap pekat langsung naik sampai lantai enam, dan situasi berubah sangat cepat. Itu yang membuat banyak korban terjebak,” tutur Susatyo.
Hingga Rabu pagi, tercatat 22 orang meninggal dunia akibat kebakaran ini. Jenazah para korban telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi, sementara keluarga korban mulai berdatangan untuk melakukan pencocokan data.
Pihak kepolisian berjanji akan memberikan perkembangan terbaru kepada publik setelah pemeriksaan forensik dan penyidikan saksi-saksi selesai dilakukan.
Rawza Raya Prasetyo (7024210119)
https://www.cnnindonesia.com/nasional/20251209191125-20-1304748/baterai-drone-terbakar-diduga-picu-kebakaran-gedung-kemayoran-jakpus

