METROPOLITAN Warga Lenteng Agung Keluhkan Angkot JakLingko yang Selalu Penuh
Warga di kawasan Lenteng Agung, Jakarta Selatan, mengeluhkan keterbatasan armada
angkot JakLingko jurusan Lenteng Agung–Andara yang setiap hari selalu penuh
penumpang. Kondisi ini membuat warga harus menunggu lama, terutama pada jam berangkat
kerja di pagi hari.
“Kalau lewat jam enam, susah banget dapat tempat duduk. Kadang dua kali angkot lewat tapi
semuanya udah penuh,” kata Rudi (22), warga Lenteng Agung, saat ditemui di Jalan Andara
Raya, Rabu (5/11).
Rudi mengatakan, ia menggunakan
angkot JakLingko setiap hari untuk
berangkat kerja ke kawasan Pasar
Minggu. Meski harus menunggu lama, ia
tetap memilih JakLingko karena tarifnya
murah dan langsung terhubung dengan
jalur TransJakarta.
“Kalau naik ojek online bisa dua kali lipat
biayanya. JakLingko cuma lima ribu,
udah bisa nyambung ke bus besar. Tapi
ya, harus sabar nunggu,” ujarnya.
Pantauan di lapangan menunjukkan antrean penumpang mulai terjadi sejak pukul 06.00 WIB di
sepanjang Jalan Lenteng Agung Raya hingga Andara. Banyak warga berdiri di tepi jalan
menunggu angkot biru muda bertuliskan JakLingko yang melintas. Saat satu angkot berhenti,
penumpang langsung berebut masuk agar bisa berangkat lebih cepat.
Beberapa penumpang bahkan terlihat berdiri di dalam angkot karena kursi penuh. Sopir tetap
menjalankan kendaraan dengan hati-hati di tengah lalu lintas padat pagi hari. “Kalau nunggu
angkot berikutnya malah makin lama, jadi saya tetap naik meskipun berdiri,” tambah Rudi.
Menurut data Dinas Perhubungan DKI Jakarta (2024), jumlah armada angkot JakLingko di
seluruh Jakarta baru mencapai sekitar 380 unit. Jumlah itu belum cukup untuk memenuhi
kebutuhan warga di jalur-jalur padat seperti Lenteng Agung–Andara yang menjadi penghubung
utama antara permukiman dan kawasan perkantoran.
Keterbatasan armada ini menyebabkan waktu tunggu penumpang bisa mencapai 20 hingga 40
menit pada jam sibuk. Kondisi tersebut juga berdampak pada kemacetan di sekitar Stasiun
Lenteng Agung dan Jalan Andara karena banyak penumpang menunggu di pinggir jalan.
Meski begitu, program JakLingko tetap menjadi favorit warga karena biaya yang terjangkau dan
aksesnya luas. Rudi berharap pemerintah menambah jumlah angkot agar perjalanan warga
lebih lancar.
“Programnya udah bagus, tapi armadanya kurang. Kalau bisa ditambah, biar orang nggak
nunggu kelamaan,” ujarnya menutup perbincangan.
Bagi warga Lenteng Agung, angkot kecil berwarna biru muda ini bukan sekadar
transportasi, tapi bagian dari rutinitas harian yang membantu mereka bergerak di tengah
padatnya kota. Meski sering berdesakan, JakLingko tetap jadi harapan banyak orang yang
bergantung pada transportasi umum murah di Jakarta Selatan.
Reporter: Raya Prasetyo
Lokasi Liputan: Lenteng Agung, Jakarta Selatan
Tanggal Liputan: 5 November 2025

