X

KESEHATAN Riset Terbaru: Gaslighting Bukan Sekadar Manipulasi, Tapi Cara Otak "Dipaksa" Meragukan Kenyataan

11 Januari 2026 23:05 | Oleh Tim DKYLB 01

TORONTO– Tim peneliti dari McGill University dan University of Toronto baru saja mengembangkan model teoretis baru yang mengungkap bagaimana pelaku manipulasi atau gaslighters mampu membuat korbannya meragukan kenyataan dalam jangka waktu tertentu. Riset yang dipublikasikan pada 2 Oktober 2025 di jurnal Personality and Social Psychology Review ini membuktikan bahwa gaslighting sebenarnya memanfaatkan proses belajar otak yang disebut Prediction Error Minimization (PEM) untuk merusak kepercayaan diri seseorang.

Menurut Willis Klein, pemimpin penelitian tersebut, otak manusia secara alami selalu berusaha memetakan informasi dari dunia luar untuk memprediksi masa depan dan menyesuaikan ekspektasi. Dalam hubungan yang didasari rasa percaya atau kasih sayang, seseorang berekspektasi pasangannya akan berperilaku dengan cara tertentu. Namun, pelaku gaslighting justru berperilaku tidak lazim dan mengejutkan, lalu menggunakan keterkejutan tersebut untuk mengarahkan "proses belajar" korban agar menyalahkan persepsinya sendiri.

Secara teknis, pelaku akan berulang kali menyatakan bahwa penyebab kebingungan korban adalah karena ketidakmampuan korban dalam memahami realitas, sebuah kondisi yang disebut peneliti sebagai rasa "tidak kompeten secara epistemik". Jika dilakukan terus-menerus, otak korban akan mulai mengintegrasikan ide bahwa mereka memang tidak memiliki pemahaman yang baik tentang apa yang benar-benar terjadi.

Penelitian ini juga menegaskan bahwa siapa pun bisa menjadi korban gaslighting selama mereka memercayai orang yang salah. Hal ini dikarenakan manusia sangat bergantung pada orang terdekat untuk membentuk pemahaman tentang jati diri dan realitas mereka. Meski riwayat trauma atau gaya kelekatan tertentu mungkin berpengaruh, model baru ini menunjukkan bahwa kerentanan utama terletak pada keberadaan rasa percaya dalam hubungan tersebut, bukan pada kelemahan karakter korban. Aditya Sastra Wijaya 7024210006 sumber https://www.mcgill.ca/newsroom/channels/news/researchers-delve-how-gaslighting-works-367747

https://www.sciencedaily.com/releases/2025/10/251001092238.htm



Fadli Zon minta Ahmad Dhani Stem Piano Memeriahkan Hari Musik

Menteri Kebudayaan menyampaikan bahwa musik Indonesia memiliki kekayaan yang luar biasa, mulai dari musik tradisional hingga musik kontemporer yang terus berkembang seiring dengan penguatan ekosistem industri musik nasional, dia menekankan pentingnya kolaborasi antara musisi, seniman, budayawan, dan pemerintah.

10 Maret 2026 15:59 | tokoh