10 Januari 2026 04:20 | Oleh Tim DKYLB 01
Jakarta — Kebijakan pemerintah dalam mencegah kanker serviks di Indonesia masih dinilai belum komprehensif, meski angka kasus penyakit ini terbilang tinggi setiap tahunnya.
Dalam webinar yang diadakan oleh Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan Fakultas Kedokteran UGM, sejumlah pakar kesehatan menyebut bahwa banyak faktor yang menahan efektivitas pencegahan, terutama pendanaan dan cakupan deteksi dini.
Data dari Kementerian Kesehatan 2025 menunjukkan terdapat lebih dari 36.000 kasus baru kanker serviks setiap tahunnya, namun sekitar 70 persen kasus baru ditemukan pada stadium lanjut, ketika peluang kesembuhan sudah menurun drastis.
Para ahli mengingatkan pentingnya memperluas skrining, akses vaksin HPV, dan peningkatan sistem rujukan di puskesmas serta RS di seluruh daerah agar masyarakat bisa terlayani lebih awal.
Alfira Fatharani
Diolah dari sumber berita kompas.com
Tema khutbah dinilai sangat relevan dengan kondisi masyarakat saat ini yang tengah menghadapi berbagai persoalan sosial, mulai dari meningkatnya individualisme dan menurunnya empati sosial.
28 Mei 2026 11:45 | terkini
Kemnaker tambah kuota magang nasional tahun 2026 menjadi 150 ribu peserta
27 Mei 2026 04:40 | terkini
Berdasarkan survei MCB pada 2025, lebih dari 70% pengunjung museum berusia di bawah 35 tahun. Kelompok terbesar, yaitu 37%, berada pada rentang usia 18 hingga 24 tahun.
26 Mei 2026 08:13 | dunia-kerja
Kemnaker tegaskan komitmennya untuk terus mengawal pemenuhan hak kerja bagi penyandang disabilitas di sektor industri
12 Mei 2026 18:27 | terkini
Kemnaker terus menyiapkan tenaga kerja kompeten untuk mengisi kebutuhan industri hijau di Indonesia.
08 Mei 2026 13:53 | terkini
Kejadian ini terjadi saat ia dan pasukannya melakukan operasi penyerangan, hingga akhirnya sebuah alat peledak meledak dan merenggut nyawa.
28 April 2026 10:50 | terkini