HUKUM Sejumlah Influencer dan Aktivis Diteror Usai Kritik Penanganan Bencana di Sumatera
Jakarta – Kasus
teror terhadap influencer dan aktivis yang kritis terhadap penanganan bencana
di Indonesia menunjukkan kompleksitas dinamika sosial media, politik publik,
dan hak asasi manusia di era digital.
Kekerasan dan intimidasi
terhadap suara kritis tidak hanya mencederai kebebasan berekspresi, tetapi juga
menunjukkan kebutuhan perlindungan yang lebih kuat bagi mereka yang menyuarakan
pendapat di ruang publik.
Beberapa Influencer dan aktivis di Indonesia belakangan ini mengaku menjadi korban teror dan intimidasi setelah mereka menyampaikan kritik terhadap penanganan bencana banjir dan longsor di wilayah Sumatera yang terjadi pada penghujung akhir tahun 2025 dan awal 2026.
Kasus ini menarik perhatian publik karena berkaitan erat dengan kebebasan berekspresi, aktivitas sosial media, dan keselamatan pribadi para pengkritik kebijakan publik.
Salah satunya adalah
pengalaman yang dialami Ramon Dony Adam, yang dikenal sebagai DJ Donny.
Donny mengungkapkan bahwa rumahnya sempat dikirimi paket berisi bangkai ayam dengan pesan ancaman pembunuhan setelah ia mengunggah konten kritik mengenai lambatnya respons pemerintah terhadap bencana serta isu lainnya.
Ancaman ini kemudian meningkat menjadi aksi pelemparan bom molotov ke kediamannya, yang terekam kamera pengawas dan dilaporkan ke Polda Metro Jaya pada 31 Desember 2025.
Sumber: Instagram @dj_donny
Berbagai media melaporkan kedua insiden ini sebagai bentuk intimidasi terhadap sang influencer yang kerap bersuara kritis di media sosial.
Tidak hanya Donny, influencer Sherly Annavita yang aktif menyuarakan kondisi warga terdampak bencana juga mengaku mendapat serangkaian teror.
Aksi yang dialaminya dilaporkan berupa vandalisme terhadap mobil pribadinya, pelemparan sekantung telur busuk ke rumahnya, serta penerimaan surat kaleng berisi ancaman, setelah ia berulang kali tampil di media nasional membahas penanganan bencana di Aceh dan Sumatera.
Sumber: Instagram @sherlyannavita
Sherly menilai eskalasi teror ini berkaitan langsung dengan kritik yang ia sampaikan terhadap respons pemerintah.
Kasus teror tak hanya menimpa figur hiburan dan influencer konten., beberapa aktivis lain seperti figur publik Virdian Aurellio dan aktor Yama Carlos, juga mengalami ancaman termasuk pengiriman bangkai ayam dan pesan intimidatif.
Sumber: Instagram @yamacarlos7
Sumber: Instagram @virdian_aurellio
Bentuk ancaman yang
diterima berbagai pihak ini mencakup dari pesan digital, vandalisme, hingga
ancaman fisik, yang dianggap sebagai upaya untuk menekan suara-suara kritis.
Kejadian terror ini telah memicu berbagai respons dari lembaga dan tokoh nasional.
Sumber:
beritakini.co
Menteri Hak Asasi Manusia,
Natalius Pigai, meminta aparat kepolisian untuk mengusut tuntas semua insiden
teror tersebut guna memastikan perlindungan hak sipil warga negara yang
menyampaikan pendapat di ruang publik.
Para influencer yang menjadi korban telah mengambil langkah hukum dengan melaporkan kasusnya ke pihak berwajib.
Namun masyarakat luas masih menyuarakan perlunya tindakan tegas dari aparat keamanan dan negara untuk memastikan keselamatan para pengkritik kebijakan publik serta menjaga kebebasan berekspresi dalam demokrasi.
Instagram: @dj_donny, @sherlyannavita, @yamacarlos7, @virdian_aurellio

