X

HIBURAN Bentuk-Bentuk Multiverse yang Masih Menjadi Pemikiran Ahli

13 Januari 2026 20:36 | Oleh Tim DKYLB 01

Dkylb.com, Selasa (13 Januari 2026) – Observable universe atau alam semesta yang teramati saat ini memiliki ukuran radius sebesar 93 miliar tahun cahaya.

 

Dan sampai saat ini peradaban yang diketahui yang ada di dalam alam semesta ini hanyalah peradaban manusia yang berada di dalam galaksi Bimasakti atau lebih tepatnya di dalam planet bumi.

 

Satu alam semesta yang ukurannya sangat sangat besar itupun sangat sulit untuk diketahui apa yang sebenarnya ada di setiap sisi alam semesta ini.

 

Kemudian di saat ini, ada beberapa ahli yang mengatakan jika alam semesta ini bukan hanya tunggal, melainkan terdapat alam semesta lainnya.

 

Pemikiran mengenai alam semesta yang banyak tersebut sering disebut sebagai multiverse.

 

Marvel Comic Universe adalah media franchise yang membuat banyak orang mengetahui istilah multiverse tersebut.

 

Bisa dilihat dari berbagai filmnya seperti Avengers: Endgame dimana para karakter dapat melakukan perjalan waktu sehingga mereka dapat bertemu dengan versi mereka yang lainnya di waktu yang berbeda.

 

Ada beberapa spekulasi mengenai multi semesta dari para ahli, yang dimana salah satunya adalah model multi semesta seperti yang ada di dalam Marvel Comic Universe dimana di setiap semesta lain, terdapat versi lain dari segala sesuatu yang ada di dalam semesta lainnya.

 

Contohnya adalah sebuah kendaraan yang sama secara identik namun memiliki aktivitas yang berbeda seperti jika di semesta 5 kendaraan tersebut bergerak dengan lancar, di semesta 6 kendaraan tersebut ternyata mengalami kecelakaan, atau di semesta 7 kendaraan tersebut sedang balapan dengan kendaraan lainnya.

 

Kemudian ada ahli yang mengatakan jika semesta berbeda tersebut terdiri dari semesta-semesta yang tidak memiliki hubungan satu sama lain yang sering disebut sebagai Bubble Universes.

 

Bubble Universes dapat terbentuk karena dari dentuman besar atau big bang, dentuman tersebut menghasilkan gelembung-gelembung yang sangat banyak dimana gelembung ini merupakan semestanya.

 

Dan semesta bumi ini adalah salah satu dari gelembung tersebut yang sebenarnya di luar semesta bumi ini masih ada semesta-semesta lain yang awalnya merupakan gelembung yang merupakan hasil dari dentuman besar bersama gelembung yang merupakan semesta bumi tersebut.

 

Di dalam Bubble Universes ini tidak ada hal yang sama seperti di model semesta sebelumnya karena segala sesuatu termasuk yang ada di dalam setiap semesta Bubble tersebut berbeda secara total.

 

Hal ini berlaku untuk bagaimana hukum fisika yang ada di setiap semesta Bubble tersebut yang dimana contohnya adalah bisa saja semesta bumi saat ini adalah salah satu dari bubble universes lainnya yang dimana tidak ada sesuatu yang dapat bergerak lebih cepat dari cahaya tetapi bisa jadi di semesta lain yang merupakan bubble lainnya, semua sesuatunya bisa bergerak lebih cepat dari cahaya yang ada di semesta bumi karena memang hukum fisikanya sudah berbeda.

 

Lalu ada model multi semesta yang dicetus oleh Stephen Hawking dan rekannya yaitu semesta-semesta yang banyak namun tetap memiliki karakteristik seperti semesta tempat bumi berada.

 

Artinya dalam model semesta yang dicetus oleh Stephen Hawking tersebut, semua peradaban dan hukum fisiknya memiliki karakteristik yang sama dengan peradaban dan hukum fisika yang ada di bumi yang dimana ini merupakan anti-tesis dari model semesta Bubble Universe sebelumnya.

 

Hal ini menunjukkan jika memang ada kehidupan di semesta lain tersebut, maka kehidupannya akan sama dengan kehidupan manusia begitu juga dengan bagaimana hukum fisika yang sama dengan hukum fisika bumi mempengaruhi kehidupannya seperti berlakunya hukum 1, 2, dan 3 Newton di setiap alam semestanya.

 

Sampai saat ini belum ada bukti dari adanya semesta lain selain semesta tempat bumi ini berada.

 

Oleh karena itu, harus tetap dilakukan yang namanya penelitian yang begitu kompleks untuk membuktikan ada atau tidaknya semesta lain tersebut.

 

(Hafizh Al Karim)

 

Sumber Foto :

Sciencesource.com