HIBURAN Bentuk-Bentuk Multiverse yang Masih Menjadi Pemikiran Ahli
Dkylb.com,
Selasa (13 Januari 2026) – Observable universe atau alam semesta yang teramati
saat ini memiliki ukuran radius sebesar 93 miliar tahun cahaya.
Dan
sampai saat ini peradaban yang diketahui yang ada di dalam alam semesta ini
hanyalah peradaban manusia yang berada di dalam galaksi Bimasakti atau lebih
tepatnya di dalam planet bumi.
Satu
alam semesta yang ukurannya sangat sangat besar itupun sangat sulit untuk
diketahui apa yang sebenarnya ada di setiap sisi alam semesta ini.
Kemudian
di saat ini, ada beberapa ahli yang mengatakan jika alam semesta ini bukan
hanya tunggal, melainkan terdapat alam semesta lainnya.
Pemikiran
mengenai alam semesta yang banyak tersebut sering disebut sebagai multiverse.
Marvel
Comic Universe adalah media franchise yang membuat banyak orang mengetahui
istilah multiverse tersebut.
Bisa
dilihat dari berbagai filmnya seperti Avengers: Endgame dimana para karakter
dapat melakukan perjalan waktu sehingga mereka dapat bertemu dengan versi
mereka yang lainnya di waktu yang berbeda.
Ada
beberapa spekulasi mengenai multi semesta dari para ahli, yang dimana salah
satunya adalah model multi semesta seperti yang ada di dalam Marvel Comic
Universe dimana di setiap semesta lain, terdapat versi lain dari segala sesuatu
yang ada di dalam semesta lainnya.
Contohnya
adalah sebuah kendaraan yang sama secara identik namun memiliki aktivitas yang
berbeda seperti jika di semesta 5 kendaraan tersebut bergerak dengan lancar, di
semesta 6 kendaraan tersebut ternyata mengalami kecelakaan, atau di semesta 7
kendaraan tersebut sedang balapan dengan kendaraan lainnya.
Kemudian
ada ahli yang mengatakan jika semesta berbeda tersebut terdiri dari
semesta-semesta yang tidak memiliki hubungan satu sama lain yang sering disebut
sebagai Bubble Universes.
Bubble
Universes dapat terbentuk karena dari dentuman besar atau big bang, dentuman
tersebut menghasilkan gelembung-gelembung yang sangat banyak dimana gelembung
ini merupakan semestanya.
Dan
semesta bumi ini adalah salah satu dari gelembung tersebut yang sebenarnya di
luar semesta bumi ini masih ada semesta-semesta lain yang awalnya merupakan
gelembung yang merupakan hasil dari dentuman besar bersama gelembung yang
merupakan semesta bumi tersebut.
Di
dalam Bubble Universes ini tidak ada hal yang sama seperti di model semesta
sebelumnya karena segala sesuatu termasuk yang ada di dalam setiap semesta
Bubble tersebut berbeda secara total.
Hal
ini berlaku untuk bagaimana hukum fisika yang ada di setiap semesta Bubble
tersebut yang dimana contohnya adalah bisa saja semesta bumi saat ini adalah
salah satu dari bubble universes lainnya yang dimana tidak ada sesuatu yang
dapat bergerak lebih cepat dari cahaya tetapi bisa jadi di semesta lain yang
merupakan bubble lainnya, semua sesuatunya bisa bergerak lebih cepat dari
cahaya yang ada di semesta bumi karena memang hukum fisikanya sudah berbeda.
Lalu
ada model multi semesta yang dicetus oleh Stephen Hawking dan rekannya yaitu
semesta-semesta yang banyak namun tetap memiliki karakteristik seperti semesta
tempat bumi berada.
Artinya
dalam model semesta yang dicetus oleh Stephen Hawking tersebut, semua peradaban
dan hukum fisiknya memiliki karakteristik yang sama dengan peradaban dan hukum
fisika yang ada di bumi yang dimana ini merupakan anti-tesis dari model semesta
Bubble Universe sebelumnya.
Hal
ini menunjukkan jika memang ada kehidupan di semesta lain tersebut, maka
kehidupannya akan sama dengan kehidupan manusia begitu juga dengan bagaimana
hukum fisika yang sama dengan hukum fisika bumi mempengaruhi kehidupannya
seperti berlakunya hukum 1, 2, dan 3 Newton di setiap alam semestanya.
Sampai
saat ini belum ada bukti dari adanya semesta lain selain semesta tempat bumi
ini berada.
Oleh
karena itu, harus tetap dilakukan yang namanya penelitian yang begitu kompleks
untuk membuktikan ada atau tidaknya semesta lain tersebut.
(Hafizh
Al Karim)
Sumber
Foto :
Sciencesource.com

