X

HIBURAN Demam Labubu: Antrian 6 Jam dan Kerumunan Massal Warnai Fenomena Pop Mart di Indonesia

11 Januari 2026 22:21 | Oleh Tim DKYLB 01

Antrian 6 Jam Demi Boneka Labubu

Bali, 5 Juli 2025 - Viral di media sosial, video antrian panjang di gerai Pop Mart Mall Beachwalk, Kuta, Bali menunjukkan betapa gilanya masyarakat Indonesia terhadap boneka Labubu. Vania (18), kolektor asal Denpasar, rela mengantri sejak Minggu malam pukul 19.00 WITA hanya untuk mendapatkan gelang akses masuk ke toko. "Saya tidak menyewa joki. Saya datang sendiri sebagai kolektor," ungkap Vania yang mengaabiskan Rp 2 Juta untuk membeli tujuh boneka, termasuk satu Labubu dan enam karakter lain. Sistem gelang kuning yang dibagikan sejak Juni 2025 menjadi tiket wajib untuk berbelanja di Pop Mart. Sekitar 1.500 gelang dibagikan dengan slot waktu tertentu. Jika terlewat, pengunjung harus mengantri ulang. Acara berburu boneka ini berlangsung hingga 9 Juni 2025 dengan 36 varian boneka dijual, mulai dari harga Rp 179 ribu hingga Rp 2,9 Juta. 

Strategi "Blind Box" yang bikin Ketagihan

Kesuksesan Pop Mart terletak pada model bisnis "Blind Box", kemasan misterius di mana pembeli tidak tahu desain pasti boneka yang akan didapat. Sistem ini menciptakan elemen kejutan dan kelangkaan yang memicu Fear Of Missing Out (FOMO), mendorong pembelian berulang dari konsumen yang ingin melengkapi koleksi atau mendapatkan varian langka. "Model blind box ini sangat efektif memicu pembelian impulsif, terutama di kalangan Gen Z dan Milenial yang mencari pengalaman unik dan konten untuk dibagikan di media sosial" jelas penelitian dari Jurnal Ilmiah Ekonomi, Akuntansi, dan Pajak. 

Wapada Produk Palsu

Seiring popularitas yang meningkat, produk palsu atau "Lafufu" bermunculan di pasaran. Perbedaan mencolok terlihat dari kualitas material yang lebih buruk, cat yang tidak rapih, jahitan yang asal, hingga salah eja pada tag gantungan kunci. Labubu asli memiliki sembilan gigi secara seragam dan dilengkapi kode QR untuk memastikan keaslian produk. 

Apakah Hanya Tren Sesaat?

Meski fenomenal, analis mempertanyakan keberlanjutan demam Labubu. Saham Pop Mart turun 40% dari puncaknya di Agustus 2025, dan harga jual kembali di pasar sekunder mulai menurun. "Labubu sebenarnya tidak memiliki cerita yang kuat di baliknya, hanya boneka dengan tampilan aneh," komentar Chris Pereira, Founder iMpact. "Pertanyaannya adalag 'apa selanjutnya?' Pop Mart harus memperkenalkan karakter atau produk baru, bukan mengandalkan momentum Labubu terus-menerus." Untuk menjaga popularitas, Pop Mart berencana meluncurkan seri produk baru pada awal 2026, termasuk mainan bertema tahun kuda dengan campuran karakter populer mereka. 

Chesa Aikafatiha Andriyan (7024210030)

Sumber: Detik Bali - "Viral Antre 6 Jam demi Boneka Labubu di Mal Kuta", Instagram: @popmartid


Fadli Zon minta Ahmad Dhani Stem Piano Memeriahkan Hari Musik

Menteri Kebudayaan menyampaikan bahwa musik Indonesia memiliki kekayaan yang luar biasa, mulai dari musik tradisional hingga musik kontemporer yang terus berkembang seiring dengan penguatan ekosistem industri musik nasional, dia menekankan pentingnya kolaborasi antara musisi, seniman, budayawan, dan pemerintah.

10 Maret 2026 15:59 | tokoh