X

HIBURAN Mencicipi "Racun" Lezat di Osaka: Pesona Maomao Menyihir Pengunjung dalam Debut 'The Apothecary Diaries' di Universal Studios Japan

30 Desember 2025 13:21 | Oleh Tim DKYLB 01

JAKARTA – Jika biasanya Universal Studios Japan (USJ) identik dengan teriakan histeris dari wahana rollercoaster atau pertarungan dinamis ala Jujutsu Kaisen, minggu ini suasana di area Universal Cool Japan terasa berbeda. Udara dipenuhi aroma herbal yang menenangkan namun misterius, seiring dengan dibukanya sesi pratinjau (soft opening) untuk atraksi terbaru mereka: The Apothecary Diaries: The Imperial Palace Mystery Walk & Dining.

Mulai minggu ini (29/12/2025), para pemegang tiket tahunan (Annual Pass) dan media terpilih mendapatkan akses eksklusif untuk memasuki dunia Maomao dan Jinshi sebelum pembukaan publik secara penuh pada Januari 2026 nanti. Kolaborasi ini menandai pertama kalinya anime bertema misteri sejarah (historical mystery) mendapatkan porsi sebesar ini di taman hiburan tersebut, menggeser dominasi anime aksi yang biasanya menjadi primadona.

Menyulap Osaka Menjadi Istana Belakang

Hal pertama yang disorot oleh para pengunjung minggu ini adalah detail artistik yang luar biasa. Tim kreatif USJ berhasil mengubah salah satu restoran tematik mereka menjadi replika "Paviliun Giok" (Jade Palace). Lampion-lampion merah dengan ukiran rumit, tirai sutra yang menjuntai, dan staf yang mengenakan seragam dayang istana menciptakan ilusi bahwa pengunjung benar-benar telah melangkah masuk ke Li Palace di era Tiongkok kuno fiktif.

"Detailnya gila. Bukan cuma dekorasi dinding, tapi sampai ke aroma ruangannya. Mereka menggunakan diffuser khusus yang menyebarkan wangi bunga dan sedikit bau obat-obatan tradisional, persis seperti yang saya bayangkan tentang tempat kerja Maomao," tulis Eriko, seorang influencer wisata Jepang dalam unggahan vlog-nya hari Senin kemarin.

Atraksi utamanya bukanlah wahana naik kereta, melainkan sebuah Mystery Solving Walk. Pengunjung dibekali dengan "Buku Catatan Maomao" dan peta kain, lalu ditugaskan untuk memecahkan serangkaian teka-teki forensik yang tersebar di area taman. Kasus minggu ini? Misteri hilangnya jatah camilan sore Permaisuri Gyokuyou yang diduga mengandung racun.

Sensasi Makan Siang "Uji Racun"

Namun, bintang utama dari kolaborasi ini adalah pengalaman kulinernya. Restoran khusus Apothecary Diaries menawarkan menu set yang disebut "The Poison Taster’s Feast". Konsepnya sangat unik dan interaktif. Sebelum pengunjung boleh menyantap hidangan, seorang aktor yang berperan sebagai Maomao akan datang ke meja untuk melakukan "pemeriksaan racun".

Dengan ekspresi datar (kirei) khasnya, aktor Maomao akan menggunakan sumpit perak dan sedikit mencicipi sup di hadapan pengunjung. Jika ia mengangguk dan wajahnya terlihat sedikit kecewa (karena tidak ada racunnya), barulah pengunjung dipersilakan makan. Interaksi teaterikal inilah yang membuat reservasi restoran tersebut penuh hingga Maret 2026 hanya dalam hitungan jam setelah dibuka minggu ini.

Menunya sendiri dirancang dengan konsultasi ahli gizi, memadukan estetika masakan istana dengan bahan-bahan sehat. Menu andalannya, "Sup Ayam Hitam Ginseng", disajikan dalam mangkuk keramik antik. Ada juga minuman mocktail yang bisa berubah warna saat diaduk—sebuah trik kimia sederhana yang dikemas seolah-olah reaksi terhadap racun.

Jinshi yang Bersinar dan Reaksi Penggemar

Tentu saja, kehadiran Jinshi si kasim tampan (yang sebenarnya bukan kasim) menjadi daya tarik tersendiri. Dalam pertunjukan live mini yang digelar di area restoran, aktor pemeran Jinshi sukses membuat pengunjung histeris dengan "aura berkilauan" yang diproyeksikan menggunakan efek lampu sorot khusus (spotlight) setiap kali ia tersenyum.

Momen komedi antara Jinshi yang berusaha tebar pesona dan Maomao yang menatapnya dengan pandangan jijik direka ulang dengan sempurna di dunia nyata. "Chemistry-nya dapat banget. Rasanya seperti menonton animenya secara langsung dalam format 3D," komentar salah satu pengunjung di forum Reddit Universal Studios.

Merchandise Eksklusif: Bukan Sekadar Bando

Dari sisi ritel, toko suvenir USJ minggu ini diserbu penggemar yang memburu barang-barang unik. Jika biasanya bando karakter adalah barang terlaris, kali ini produk yang paling cepat habis (sold out) adalah Replika Tusuk Rambut Maomao dan Bantal Plushie Mao-Mao (Kucing).

Selain itu, USJ juga merilis lini kosmetik kolaborasi yang dikemas seperti wadah bedak dan gincu zaman dulu. "Lip tint" dengan aroma obat herbal dan kemasan keramik kecil menjadi incaran para kolektor. Ada pula camilan "Cokelat Aphrodisiac" (tentu saja hanya cokelat biasa dengan bentuk unik) yang dijual sebagai oleh-oleh humoris.

Strategi Baru Menggaet Demografi Wanita Dewasa

Analis industri hiburan melihat langkah USJ menggandeng The Apothecary Diaries sebagai strategi cerdas untuk memperluas demografi pengunjung. Jika One Piece dan Demon Slayer menarik keluarga dan anak laki-laki, kisah Maomao memiliki basis penggemar wanita dewasa (josei) yang sangat kuat dan memiliki daya beli tinggi.

"Pengunjung wanita usia 20-40 tahun cenderung lebih banyak menghabiskan uang untuk makanan tematik dan merchandise eksklusif dibandingkan wahana ekstrem. Dengan menghadirkan Maomao, USJ menciptakan alasan bagi segmen ini untuk datang dan berbelanja di musim dingin yang biasanya sepi pengunjung," jelas Tanaka Hiroshi, pengamat pariwisata Osaka.

Bagi para penggemar yang berencana ke Jepang awal tahun depan, atraksi ini wajib masuk dalam daftar kunjungan. Namun, bersiaplah untuk antre, karena pesona gadis penguji racun ini ternyata jauh lebih mematikan daripada racun manapun. Acara Universal Cool Japan 2026: The Apothecary Diaries akan berlangsung mulai Januari hingga Juli 2026.

Sumber Berita: Liputan Media Preview Universal Studios Japan & Pantauan Media Sosial Pengunjung (Desember 2025)

Adinda salsabilla, 7024210004 FIkom universitas pancasila


Fadli Zon minta Ahmad Dhani Stem Piano Memeriahkan Hari Musik

Menteri Kebudayaan menyampaikan bahwa musik Indonesia memiliki kekayaan yang luar biasa, mulai dari musik tradisional hingga musik kontemporer yang terus berkembang seiring dengan penguatan ekosistem industri musik nasional, dia menekankan pentingnya kolaborasi antara musisi, seniman, budayawan, dan pemerintah.

10 Maret 2026 15:59 | tokoh