HIBURAN Starship yang Bisa Melawan Armada Perang Manusia
Dkylb.com,
Minggu (2/11/2025) – Berbicara mengenai berbagai hal yang ada di bumi itu
sangatlah membosankan. Berbagai hal yang kita tahu di bumi ini sepertinya tidak
memiliki karakter yang bisa menarik perhatian banyak orang.
Oleh
karena itu, melupakan segala sesuatu yang ada di bumi untuk melihat sesuatu
yang jauh dari bumi adalah bentuk suatu perlawanan terhadap berbagai hal yang
ada di bumi tersebut.
Mungkin
pernyataan itu akan sulit dipahami oleh banyak orang. Tetapi disini saya selaku
penulis ingin menjelaskannya terlebih dahulu mengenai pernyataan tersebut.
Segala
sesuatu yang kita kenal di bumi hari ini yang dimana salah satunya adalah
berbagai kendaraan yang ada di bumi seperti mobil, motor, kereta, kapal, pesawat,
dan lain sebagainya adalah sesuatu yang memang sangat luar biasa karena itu
adalah hasil kerja dari berbagai insinyur yang dimana hal seperti itu tidak
bisa diwujudkan beberapa abad yang lalu.
Namun
ketika kita melihat berbagai kendaraan tersebut, apakah ketertarikan kita hanya
sebatas terhadap kendaraan-kendaraan bumi tersebut? Saya sendiri selaku penulis
menganggap jika kendaraan-kendaraan bumi tersebut bukanlah puncak interest
saya.
Saya
mengagumi kendaraan seperti mobil, pesawat, ataupun kapal. Tetapi ketika saya
melihat kendaraan-kendaraan tersebut yang memang sudah ada di bumi, saya merasa
kurang tertarik dengan kendaraan tersebut.
Ketidaktertarikan
ini akan saya jelaskan di akhir tulisan ini. Namun saya ingin menyampaikan
terlebih dahulu mengenai salah satu kendaraan yang tidak berasal dari bumi dan
membuat saya tertarik tersebut.
Kendaraan
seperti itu adalah kendaraan yang ada di dalam media fiksi.
Salah
satu media fiksi yang memiliki kendaraan menarik tersebut adalah Star Wars. Star
Wars yang merupakan waralaba media perang luar angkasa ini tentunya memiliki
berbagai kendaraan menarik di dalamnya seperti starship untuk perang.
Dan
salah satu starship perang tersebut adalah Star Destroyer, yaitu kapal
perang yang akan saya bahas di tulisan ini.
Jadi
jika kita menonton film Star Wars, khusunya film Star Wars trilogi pertama yang
keluar di tahun 1977-1983, akan ada starship yang sangat ikonik di dalamnya
yang berbentuk segitiga yang dimana itu adalah Star Destroyer.
Star
Destroyer ini adalah starship yang dimiliki dan digunakan oleh pihak antagonis
di dalam Star Wars yaitu Galactic Empire untuk berperang dengan musuh mereka
salah satunya yaitu pihak Rebel Alliance.
Di awal scene di dalam film Star Wars yang pertama yaitu Star Wars Episode 4: A New Hope, Star Destroyer sudah menjadi kendaraan yang mengisi scene tersebut dimana Star Destroyer mengejar sebuah starship lainnya yang lebih kecil sambil berusaha menembak starship tersebut seperti dogfight pesawat tempur untuk menangkap pemimpin dari Rebel Alliance yaitu Princess Leia Organa yang saat itu berada di dalam starship tersebut
Star Destroyer tampak mengejar starship lainnya di scene pembuka Star Wars Episode 4: A New Hope (Sumber : starwars.com)
Hal
tersebut menunjukkan jika Star Destroyer adalah starship yang memang dispesialkan
di dalam Star Wars selain starship ikonik lainnya seperti Millenium Falcon
milik Han Solo.
Di
dalam film Star Wars, penonton tidak bisa mengetahui lebih lanjut mengenai Star
Destroyer tersebut. Tetapi disini akan dibahas mengenai Star Destroyer dari
berbagai sumber dan saya akan menyampaikan pendapat pribadi saya terhadap kapal
ini juga.
Dilansir
dari starwars.fandom.com, Star Destroyer yang sebenarnya memiliki nama Imperial
I-Class Star Destroyer ini adalah sebuah kapal yang berguna untuk mengangkut
pasukan, menjadi base untuk beberapa skuadron tempur TIE Fighters, mengangkut
berbagai kendaraan perang lainnya, dan sebagai kapal untuk menyerang secara mandiri.
Imperial I-Class Star Destroyer sebenarnya merupakan kapal yang dibuat berdasarkan karakteristik pendahulunya yaitu Venator Class-Star Destroyer yang menjadi salah satu kapal perang utama di dalam pemerintahan Galactic Republic yang pada saat itu belum mengalami pergantian sistem menjadi Galactic Empire akibat ulah dari pemimpin otoriter dan jahat yang bernama Palpatine.
Venator Class-Star Destroyer (Sumber : Reddit)
Palpatine
menginginkan starship yang sangat kuat untuk menjadi armada pelindung
galaksinya dan karena karakteristiknya tetap diambil dari starship perang
pendahulunya yaitu Venator Class-Star Destoyer, maka Star Destroyer ini
memiliki bentuk yang tidak jauh berbeda dengan pendahulunya tersebut yaitu
berbentuk segitiga dengan bagian haluan berbentuk lancip dan semakin lebar ke
arah buritannya serta memiliki akomodasi atau bangunan tempat dilakukannya
aktivitas pengendalian kapal yang berada di bagian belakang dekat arah buritan.
Menurut
screenrant.com, starship ini berbentuk segitiga dengan tujuan untuk mengutamakan
kekuatan kapal tersebut karena bentuk segitiga tersebut adalah bentuk yang
memiliki efisiensi untuk memperkuat kekuatan kapal. Hal ini dikarenakan serangan
yang dilakukan oleh star destroyer cenderung seranagan ke arah depan.
Starwars.fandom.com
mengatakan untuk membuat Imperial I-Class Star Destroyer ini dibutuhkan berbagai
galangan kapal yang sangat besar yang sudah banyak hancur akibat perang saudara
antara Galactic Republic dan kelompok separatis di era sebelum pemerintahan
galaksi menjadi Galactic Empire.
Tetapi
ada beberapa galangan kapal yang tersisa seperti yang ada di planet Kuat,
Corellia, Ringo Vinda, dan Fondor yang masih ada dan sanggup untuk membuat
kapal sebesar Imperial I-Class Star Destroyer tersebut sehingga beberapa galangan
kapal yang ada di planet-planet tersebut menjadi galangan kapal utama yang
membuat armada untuk militer Galactic Empire dan salah satunya adalah Imperial
I-Class Star Destroyer ini.
Galangan kapal Kuat Drive Yards (Sumber : swtorista.com)
Palpatine
menginginkan Imperial I-Class Star Destroyer bisa menandingi kekuatan dari Jedi
yang masih tersisa yang dimana mereka bergabung dengan Rebel Alliance untuk
melawan Galactic Empire sehingga bahkan nama setiap kapal Imperial Star Destroyer
sendiri dibuat sangat mengintimidasi seperti Lawbringer, Relentless, dan Devastator.
Imperial
I-Class Class Star Destroyer menjadi starship utama yang melindungi
galaksi dari ancaman. Oleh karena itu starship ini akan menghancurkan apa saja
yang dilewatinya ketika sedang beroperasi yang terindikasi memiliki kaitan
dengan musuh utama mereka yaitu Rebel Alliance.
Selain
itu starship ini juga sering berpatroli untuk membuat para pirates
yang ada di galaksi Star Wars tersebut takut sehingga mereka menghentikan
kegiatan kriminal mereka atau langsung ditangkap atau dihancurkan oleh armada Imperial
I-Class Star Destroyer ini.
Starship
ini memiliki jumlah total sekitar 25.000 unit dan menjadi kapal untuk
melindungi beberapa sektor seperti ada sekitar 24 starship untuk menjadi bagian
dari pertahanan 1.000 sektor regional yang terpisah dari area pemerintahan
utama galaksi yang berada di dekat inti galaksi.
Hal
yang sama juga dikatakan oleh screenrant.com dimana ada sekitar 25.000 unit Imperial
I-Class Star Destroyer di galaksi tersebut dan ada sekitar 1.024 daerah yang
dibagi dan setiap daerah terdapat 24 kapal Star Destroyer tersebut untuk
menyeimbangkan kekuatan dalam mencari dan bertempur dengan setiap anggota Rebel
Alliance.
Imperial
I-Class Star Destroyer ini juga sering menjadi starship yang digunakan sebagai
headquarter beberapa perwira Imperial Navy seperti Admiral Thrawn dan Grand
Moffs Tarkin. Hal ini karena memang Imperial Class Star Destroyer adalah
starship yang bisa menjadi mobile base aman bagi para perwira tersebut
agar tidak mudah diserang oleh kelompok Rebel Alliance.
Imperial
I-Class Star Destroyer kemudian akan digantikan dengan Imperial II-Class Star Destroyer
yang dimana starship Imperial I yang terakhir diproduksi di galangan kapal
utama adalah starship yang bernama Devastator.
Dilansir
dari starwars.fandom.com, Imperial I-Class Star Destroyer ini adalah Star Destroyer
pertama yang dibuat oleh pemerintahan Galactic Empire setelah perubahan sistem
pemerintah mereka dari Republic ke Monarki di bawah kepemimpinan Palpatine.
Imperial
I-Class Star Destroyer ini didesain oleh sebuah lembaga yang bernama Lira
Wessex dan digunakan sebagai flagship atau starship perang utama Galactic
Empire. Artinya ini seperti kapal berjenis battleship atau aircraft carrier
yang digunakan oleh negara-negara di bumi walaupun battleship tidak digunakan
lagi hari ini.
Tetapi sebenarnya Imperial I-Class Star Destroyer memiliki starship pemimpinnya lagi yang lebih tinggi yaitu Executor Class Super Star Destroyer yang memiliki ukuran panjang 19 km dan menjadi tempat beradanya Darth Vader setelah Death Star 1 dihancurkan oleh Rebel Alliance.
Executor Class Super Star Destroyer bersama Imperial Class Star Destroyer (Sumber : ign.com)
Namun
salah satu lembaga akademik pertahanan yaitu Anaxes War College yang ada di
galaksi Star Wars tersebut menyebut jika Imperial I-Class Star Destroyer ini
hanya sekelas destroyer atau kapal yang lebih kecil seperti kapal destroyer yang
digunakan US Navy yang pernah menjadi kendaraan utama di film Battleship.
Imperial I-Class Star Destroyer ini memiliki ukuran panjang yaitu 1.600 meter dan lebar bagian buritannya yang merupakan sisi terlebar dari bentuk segitiganya yaitu 445 meter. Kapal ini juga tidak memiliki warna yang mencolok untuk menunjukkan jika dia adalah kapal yang tidak akan main-main dalam menghancurkan musuhnya sehingga kapal ini hanya berwarna abu-abu polos.
Imperial Class Star Destroyer (Sumber : starwars.com)
Dengan
ukuran seperti itu jika kita bandingkan dengan kapal yang ada di bumi seperti
Iowa Class Battleship yang hanya berukuran panjang 270 meter,atau Yamato Class
Battleship yang hanya memiliki panjang 267 meter, atau Gerald R. Ford Class
aircraft carrier yang hanya memiliki panjang 337 meter, Imperial Class Star
Destroyer ini artinya 5 kali lebih panjang dari berbagai kapal perang tersebut.
Bahkan
sisi terlebar dari kapal Star Destroyer itu lebih panjang dari panjangnya kapal
induk terbesar di dunia hari ini yaitu Gerald R. Ford Class Aircraft Carrier
yang digunakan oleh US Navy.
Menurut
starwars.fandom.com, Imperial I-Class Star Destroyer ini memiliki awak kapal
sebanyak 37.000 orang yang terdiri dari 9.235 perwira dan 27.850 non perwira.
Selain itu starship ini juga mengangkut 9.700 stormtrooper sebagai pasukan yang
berada di atas kapal dengan jumlah minimal dari mereka adalah 2.000 unit untuk
bisa melindungi kapal tersebut.
Di
dalam kapal tersebut, ruangan perwiranya berada di bagian bawah anjungan kapal.
Kemudian barak perwira, ruangan kontrol senjata, ruangan rekreasi, berada di lantai
dua dari superstruktur atau akomodasi kapal tersebut. Ruangan ini juga memiliki
ekstension yang bisa terhubung dengan ruangan anjungan inti.
Kemudian
juga terdapat ruangan untuk stormtrooper, yang merupakan pasukan infantri yang memiliki
markas di atas starship ini, di bagian tengah lambung kapal dan di area lambung
kapal ini juga terdapat ruangan untuk latihan tempur seperti ruangan untuk
latihan tempur bawah air serta simulator fighter sebagai latihan tempur pilot TIE
Fighter.
Persediaan
untuk kapal ini dikatakan bisa bertahan untuk dua tahun yang dimana setiap
persediaan disimpan di bagian dekat haluan kapal yang berbentuk lancip tersebut.
Jika
dibandingkan dengan kapal perang terbesar di duni hari ini seperti Gerald R.
Ford class aircraft carrier atau Nimitz Class aircraft carrier, penempatan
berbagai lokasi di dalam kapal ini juga dilakukan di bagian superstructure
kapal induk tersebut atau sering disebut Island yang dimana posisi paling atas
dari Island tersebut adalah air traffic control untuk pesawat-pesawat
yang akan take off atau ingin mendarat di kapal tersebut, kemudian di
bagian bawahnya adalah anjungan utama tempat kapal dikemudikan dan dinavigasikan,
lalu kemudian di bagian bawah anjungannya terdapat bagian yang berfungsi
sebagai command center yaitu tempat dimana para awak kapal mengetahui
informasi tentang apakah ada ancaman untuk kapal atau tidaknya sekaligus untuk
tempat mengoperasikan senjata pertahanan kapal seperti Phalank CIWS ataupun
rudal Sea Sparrow.
Sementara
bagian lain seperti hanggar pesawat berada di bagian belakang lambung kapalnya
dan bagian tempat awak dan perwira berada di sisi lain dari lambung kapal
tersebut. Terdapat juga tempat awak kapal membeli kebutuhan tertentu karena di
dalam kapal induk tepatnya di bagian lambung kapal tersebut juga terdapat semacam
minimarket dan kedai F&B seperti Starbucks.
Starwars.fandom.com
mengatakan jika Imperial I-Class Star Destroyer ini memiliki beberapa sistem
persenjataan seperti 60 unit Taim and Bak XX-9 Heavy Turbolasers Battery, 60
unit Borstel NK-7 Ion Cannons, dan 10 unit Phylon Q7 Tractor Beam Projectors
yang dimana tractor beams berguna untuk menarik berbagai objek di dekat
starship tersebut untuk dibawa ke dalam hanggar Imperial I-Class Star Destroyer
tersebut.
Starship ini juga memiliki 6 unit Dual heavy Turbolasers Turret, 2 unit Quad Heavy Turbolasers Turret, 3 unit Triple Medium Turbolaser, dan 2 unit Medium Turbolaser. Dan senjata yang paling besar di antara semua itu adalah 6 unite Dual Heavy Turbolaser dan 2 unit Dual Heavy Ioncannon.
Turbolaser pada Star Destroyer (Sumber : steamcommunity.com)
Kedua
senjata besar tersebut memiliki ukuran diameter sebesar 50 meter dan tentunya
dapat menembus armor dari kapal manapun walaupun tetap memiliki kelemahan
seperti tidak bisa menyerang kapal atau fighter yang lebih kecil sehingga kelemahan
ini sering dimanfaatkan oleh pihak Rebel Alliance untuk menyerang langsung
kapal Imperial Class Star Destroyer ini.
Namun
komandan dari starship ini biasanya memiliki cara bermanuver untuk menghindari
serangan dari fighter atau kapal Rebel Alliance yang lebih kecil tersebut.
Dilansir dari
starwars.com, star destroyer bisa diserang bahkan hanya dengan satu seorang
pilot dari Rebel Alliance karena memang memiliki kelemahan seperti ukurannya
yang besar dan bermanuver lambat. Namun awak kapal terutama perwira Galactic
Empire yang berada di kapal tersebut mengetahui strategi untuk menghindari
serangan dari Rebel Alliance tersebut walaupun pada akhirnya Rebel Alliance
yang menang dalam perang melawan pihak Galactic Empire tersebut.
Selain
itu kapal ini juga memiliki perlindungan seperti armor sehingga ketika dia
ditembak kapal musuh tidak akan langsung hancur begitu saja. Kemudian starship
ini juga memiliki generator deflector yang berada di bagian dekat
haluannya dan di bagian puncak towernya untuk melindungi berbagai perangkat komunikasi
dan navigasi yang ada di tower tersebut.
Jika
dibandingkan dengan persenjataan kapal perang bumi hari ini, maka Imperial
I-Class Star Destroyer ini leih cenderung memiliki doktrin tempur era perang
dunia kedua dimana memanfaatkan senjata seperti meriam yang besar sebagai
senjata utama untuk menghancurkan kapal musuh.
Hal
ini sama seperti senjata yang ada di kapal-kapal Battleship era perang dunia
kedua dimana senjata utamanya adalah 9 meriam utama atau Naval Gun yang bisa
menembus armor kapal lainnya saat itu.
Kapal
perang saat ini seperti aircraft carrier tidak memiliki armor seperti yang dulu
digunakan oleh battleship karena akan menambah bobot kapal sehingga bisa sulit
dalam bermanuver.
Tetapi
Star Destroyer adalah kapal yang berada di luar angkasa sehingga hambatannya
untuk bermanuver tidak seperti ketika berada di dalam planet.
Dilansir
dari starwars.fandom.com, Imperial I-Class Star Destroyer ini memiliki sebuah
hangar besar yang dapat menampung 72 TIE Fighters yang bisa keluar dari hanggar
melewati pintu hanggar yang berada di bagian bawah lambung kapal, dan masuk
dari bagian pintu hanggar yang berada di sebelah pintu keluar fighter tersebut.
Screenrant.com mengatakan jika komposisi fighter yang akan dibawa oleh Star Destroyer di saat sedang beroperasi adalah 72 TIE Fighter, 12 TIE Bomber, serta 12 sampai dengan 24 TIE Interceptor.
Bagian dalam hanggar Star Destroyer (Sumber : sketchfab.com)
Perlu
diketahui jika fighter di dalam galaksi Star Wars adalah perumpamaan
untuk pesawat tempur seperti yang digunakan oleh militer bumi.
Contoh
paling mudahnya adalah US Navy yang mengangkut berbagai pesawat dengan kapal
induknya dan setiap pesawat memiliki peran masing-masing seperti F/A-18 Hornet
yang memiliki peran untuk tempur dan penyerangan darat, Hawkeye yang berfungsi
untuk pesawat early warning dalam setiap operasi tempur, dan helikopter seperti
Seahawk yang punya fungsi untuk menyerang kapal selam.
Hanggar
di bagian bawah tersebut juga berfungsi untuk tempat keluar masuknya kendaraan
lain seperti starship untuk mengangkut kendaraan dalam planet seperti AT-AT
Walker dan sebagainya untuk keluar dari Imperial I-Class Star destroyer atau
untuk tempat masuknya kapal lain ke dalamnya seperti kapal corvette yang
mengangkut Princess Leia Organa di scene pembuka episode 4 Star Wars.
Screenrant.com
yang mengatakan jika Imperial I-Class Star Destroyer ini memiliki kemampuan
untuk mengambil alih planet karena dia bisa beroperasi di dekat atmosfer setiap
planet. Walaupun dia tidak bisa masuk ke dalam planet, Star Destroyer bisa
berada di dekat atmosfer planet kemudian menurunkan pasukan dan kendaraan
tempur lainnya dengan shuttle ke permukaan planet tersebut.
Hal
ini seperti yang mereka lakukan di dalam film Star Wars Episode 5 The Empire Strikes
Back yang dimana Star Destroyer mulai menyerang planet yang bernama Hoth
setelah mereka mengetahui persembunyian pihak dari Rebel Alliance di sana
sehingga mereka mulai menurunkan pasukan serta armada darat dari Star Destroyer
yang berlabuh di dekat planet tersebut.
Menurut
starwars.fandom.com, starship ini memiliki 3 unit propulsi ion utama yaitu Kuat
Drive Yards Destroyer-Ion Engine dan 4 unit propulsi ion yang lebih kecil yaitu
Cygnus Spacework Gemon – Ion Engines yang dapat menggerakkan kapal tersebut
bergerak dengan kecepatan maksimal yaitu 975 km/h.
Mesin Ion ini tentunya berada di bagian belakang kapal tersebut dan sangat rentan terhadap serangan seperti serangan torpedo yang bisa membuat propulsi ion tersebut rusak karena serangan senjata ke mesin tersebut akan meningkatkan suhu mesin sehingga merusak reaktor utama dari mesin ion tersebut.
Mesin Star Destroyer (Sumber : Medium.com)
Oleh
karena itu, setiap star destroyer memiliki reaktor sekunder untuk menggantikan
reaktor utama jika terjadi kerusakan seperti serangan senjata tersebut.
Kapal
ini juga memiliki sistem kecepatan di atas kecepatan cahaya yang bernama Hyperdrive
seperti yang terdapat pada starship lainnya di dalam Star Wars dan Hyperdrive
Imperial I-Class Star Destroyer ini memiliki kategori hyperdrive kelas dua yang
dimana semakin kecil kelasnya maka semakin tinggi kecepatan yang bisa diraih starship
ketika berada di sub-space untuk bergerak melebihi kecepatan cahaya tersebut.
Screenrant.com
juga mengatakan jika Star Destroyer ini adalah starship yang sangat cepat
karena dia memiliki hyperdrive kelas dua yang dimana itu artinya dia bisa lebih
cepat dari starship lainnya yang ada di galaksi karena banyak juga starship
lain yang memiliki kelas hyperdrive di bawah 2.
Starwars.fandom.com
juga menyampaikan jika bagian anjungan di dalam star destroyer tersebut
memiliki bentuk seperti panggung konser dimana ada bagian atas dan bagian
bawahnya.
Bagian
atas adalah tempat dimana para perwira bekerja termasuk komandan kapal tersebut
sendiri dan petinggi lainnya sementara awak yang lebih rendah pangkatnya
bekerja di bagian anjungan yang lebih rendah.
Awak kapal yang bekerja di bagian anjungan bawah ini tentunya tidak bisa melihat langsung ke bagian luar dari kapalnya. Oleh karena itu dilengkapi dengan yang namanya holoprojector agar berbagai awak di anjungan bawah tersebut bisa mengendalikan bagiannya dalam mengoperasikan kapal dengan baik.
Anjungan Star Destroyer (Sumber : scifi.stackeexchange.com)
Menurut
starwars.fandom.com sekitar 30 tahun setelah peristiwa di trilogi pertama Star
Wars dimana ketika Galactic Empire sudah dikalahkan oleh Rebel Alliance,
pemerintahan galaksi berubah menjadi New Republic yang sama sekali tidak
menggunakan Star Destroyer untuk armada pertahanannya.
Namun
sebuah kelompok yang berusaha untuk membuat pemerintahan seperti Galactic
Empire yaitu First Order mulai berusaha melawan New Republic dan sekutunya
yaitu Resistance.
First Order menggunakan armada yang sama dengan armada yang digunakan oleh pihak Galactic Empire sebelumnya yaitu Star Destroyer yang memiliki kelas Resurgent Class Star Destroyer sebagai armada utama pihak First Order dan Xyston Class Star Destroyer sebagai armada final war antara pihak Palpatine yang hidup kembali dari kematian dan New Republic dimana Xyston Class Star Destroyer memiliki weapon mass destruction yang berguna untuk menghancurkan planet.
Resurgent Class Star Destroyer (Sumber : likeceoska.click)
Xyston-Class Star Destroyer (Sumber : promusicamurcia.com)
Yang
menarik dari Imperial I-Class Star Destroyer ini adalah karena dia sebenarnya
adalah starship yang tidak ada di bumi namun dia memiliki banyak karakteristik yang
bisa disamakan dengan kapal perang yang sudah pernah ada di bumi.
Contohnya
dari namanya sendiri yaitu destroyer. Hal ini merupakan nama salah satu kelas
kapal perang yang memang sudah ada sejak perang dunia kedua sampai saat ini
yaitu kelas perusak atau destroyer.
Contohnya
adalah Arleigh Burke Class Destroyer milik US Navy yang sampai hari ini masih
digunakan dalam setiap deploymentnya.
Namun
fungsi kapal ini bukanlah seperti Destroyer yang ada di bumi tersebut,
melainkan fungsinya sudah seperti kapal induk tetapi memiliki kombinasi untuk
juga menyerang langsung target.
Jadi
Imperial I-Class Star Destroyer ini bisa dikatakan memiliki fungsi seperti
konsep hybrid yang saat perang dunia kedua dulu pernah dibuatkan, yaitu
konsep hybrid antara battleship dan aircraft carrier yang sering disebut
battlecarrier.
Namun
itu hanya sebatas konsep yang tidak pernah direalisasikan. Mungkin karena
doktrin perang yang sudah benar-benar berbeda setelah kejadian tenggelamnya battleship
Yamato Jepang dalam operasi Ten Go oleh pesawat US Navy.
Hal
ini yang membuat doktrin perang menggunakan battleship menjadi berakhir karena
setelah itu dunia sadar jika perang laut harus didominasi oleh serangan udara.
Mungkin
konsep battlecarrier ini pernah diwujudkan oleh militer Uni Soviet yang
menggabungkan antara kapal perang kelas cruiser dan aircraft carrier dengan
pesawat yang bisa melakukan vertical take off and landing (VTOL).
Tetapi
hal itu juga tidak menjadikan konsep itu sebagai revolusi di dalam dunia perang
laut karena hanya ada satu kapal yang fungsinya seperti itu di era itu.
Konsep
battlecarrier ini dijadikan doktrin di dalam Star Wars tanpa alasan yang
diketahui. Tetapi sepertinya hal ini dikarenakan Star Destroyer merupakan kapal
yang beroperasi di luar angkasa sehingga drag atau hambatan seperti kapal yang
ada di bumi tidak berlaku.
Oleh
karena itu membangun kapal yang sangat besar tetapi memiliki fungsi salah
satunya untuk menyerang langsung kapal lainnya adalah hal yang masih masuk akal
untuk galaksi Star Wars.
Hal
ini dibuktikan dari Star Destroyer yang memiliki kecepatan maksimum dengan
mesin pendorong ionnya tersebut yaitu 945 km/h. Ini jika di bumi adalah
kecepatan rata-rata cruising pesawat komersial.
Jika
melihat kembali kapal perang di bumi, tidak ada satupun kapal perang di bumi
dari awal ditemukannya kapal sampai hari ini yang bahkan memiliki kecepatan menyamai
kecepatan pesawat komersial seperti itu.
Kemudian
Star Destroyer juga memiliki kemampuan untuk bergerak di dalam mode hyperdrive
yang dimana ini artinya Star Destroyer harus masuk ke dalam dimensi yang
bernama subspace untuk melanggar aturan Einstein tersebut sehingga bisa
bergerak di dalam kecepatan cahaya.
Selain
itu Imperial I-Class Star Destroyer memiliki persenjataan yang berupa laser dan
ion sehingga tidak ada bahan solid yang digunakan untuk ammo senjatanya.
Tidak
ada militer di dunia yang memiliki senjata seperti itu. Militer Amerika memang
memiliki laser untuk menyerang pesawat di udara tetapi masih belum menjadi
senjata umum dan proses kerja dari laser tersebut sepertinya tidak sesederhana
senjata laser dan ion yang digunakan di Imperial I-Class Star Destroyer.
Hal
ini juga yang menjadi bukti jika Star Destroyer walaupun besar tetapi memiliki
kemampuan bergerak yang sangat cepat sehingga perannya sebagai battleship + carrier
bisa dimilikinya.
Yang
membuat saya tertarik dengan Star Destroyer sehingga saya lebih menyukainya
daripada berbagai kendaraan perang di bumi karena ketika Star Destroyer ini
hadir dengan konsep yang berbeda dengan kendaraan perang di bumi, hal ini
seperti menunjukkan jika ada sebuah kendaraan yang bisa mengalahkan
kendaraan-kendaraan hebat yang ada di bumi tersebut.
Artinya
walaupun Star Destroyer ini adalah kendaraan yang tidak nyata, tetapi jika ia
dibadingkan dengan kendaraan yang ada di bumi seperti kapal-kapal perang yang
hari ini ada, dia bisa saja mengalahkan kendaraan-kendaraan perang di bumi
tersebut.
Tetapi
mungkin ada yang bertanya mengapa Star Destroyer harus melawan
kendaraan-kendaraan yang ada di bumi tersebut?
Jawabannya
adalah saya sebenarnya sangat tidak menyukai jika ada sebuah negara yang
memanfaatkan kekuatan militernya khususnya kekuatan militer udara dan lautnya
yang besar untuk menindas negara yang sebenarnya tidak punya salah dengan
mereka.
Saya
membenci ketika armada aircraft carrier Amerika digunakan untuk berperang di Vietnam
ataupun Iraq yang dimana ketika pesawat-pesawat yang take off dari kapal
tersebut untuk menjalankan misi penyerangan darat, pada akhirnya mereka malah
juga menyerang orang-orang yang tidak bersalah dengan bom atau rudal dari
pesawat tersebut.
Saya
membenci ketika kapal US Navy menembakkan rudal untuk menyerang daratan Iraq
dan yang menjadi korban bisa jadi adalah orang yang tidak bersalah.
Ini
adalah sisi yang tidak saya sukai dari armada militer bumi tersebut walaupun
masih ada sisi yang saya sukai seperti ukuran armada tersebut yang sangat besar
namun juga bisa bergerak cepat dan terutama propulsi nuklir yang digunakan di aircraft
carrier US Navy.
Ketidaksukaan
saya dengan hal seperti itu membuat saya lebih menyukai armada perang fiksi seperti
yang ada di dalam Star Wars yang salah satunya adalah Star Destroyer ini.
Saya
tidak akan menyukai ketika Star Destroyer digunakan oleh Galactic Empire untuk
menyerang pihak yang tidak bersalah karena pada dasarnya Galactic Empire adalah
pemerintahan kejam yang hanya ingin menguasai galaksi dan menindas pihak
lainnya seperti yang waktu itu dilakukan oleh rezim orde baru di Indonesia.
Tetapi
saya akan menyukai Star Destroyer sebagai sebuah kendaraan yang bisa menjadi counter
culture terhadap kendaraan perang yang ada di bumi yang dimana counter
culture ini merupakan perlawanan terhadap kemampuan starship ini yang tidak
dimiliki oleh kapal-kapal perang yang ada di bumi dan artinya Star Destroyer
bisa memberi pelajaran kepada armada perang bumi yang arogan tersebut.
Dan
sebenarnya tidak menutup kemungkinan jika di luar sana ternyata ada peradaban
yang jauh lebih hebat dari peradaban manusia yang suatu hari nanti bisa datang
ke bumi untuk memberi edukasi yang sebenarnya kepada umat manusia sehingga
manusia yang tadinya merasa paling hebat dengan menciptakan teknologi yang pada
akhirnya digunakan untuk menindas pihak lain yang tidak bersalah, akhirnya tidak
berani lagi untuk melakukan hal tersebut karena pada akhirnya mereka sadar
bahwa ada peradaban yang jauh lebih hebat dari mereka yang sebenarnya bisa saja
menghancurkan manusia dengan mudah.
Dan
peradaban tersebut tentunya memiliki armada perangnya yang sama atau lebih
hebat dari Imperial Class Star Destroyer milik galaksi Star Wars tersebut yang
bisa mereka tunjukkan kepada manusia dan bisa digunakan oleh entitas yang lebih
hebat dari manusia tersebut untuk menghancurkan armada perang yang sudah
diciptakan manusia yang pada akhirnya digunakan untuk menghancurkan pihak yang
tidak bersalah seperti yang sudah saya sebutkan di atas.
Hal
seperti itu dilaukan oleh entitas yang lebih hebat tersebut untuk membuktikan
kepada manusia jika mereka hanyalah entitas yang kecil jika dibandingkan dengan
peradaban yang lebih advance tersebut.
(Hafizh
Al Karim)
Sumber
:
Starwars.fandom.com.
Imperial I-Class Star Destroyer. Diakses pada 2 November 2025, dari https://starwars.fandom.com/wiki/Imperial_I-class_Star_Destroyer
Starwars.com.
Imperial Star Destroyer. Diakses pada 2 November 2025, dari https://www.starwars.com/databank/imperial-star-destroyer
Screenrant.com.
24 Februari 2024. Why The Imperial Star Destroyer Was The Empire’s Most
Dangerous Ship. Diakses pada 2 November 2025, dari https://screenrant.com/imperial-star-destroyer-empire-most-dangerous-ship/
Sumber
Foto Utama :
Tumblr.com.
Riffing on Star Wars: #6 – How the Millenium Falcon Got Its Groove. Diakses
pada 2 November 2025 dari https://www.tumblr.com/brownsreview/147662101326/riffing-on-star-wars-6-how-the-millennium?redirect_to=%2Fbrownsreview%2F147662101326%2Friffing-on-star-wars-6-how-the-millennium&source=blog_view_login_wall

